— Catatan Harian Sugi Lanus, 19 September 2025
Tahukah Anda dalam mitologi Bali jika Bhatara-Bhatari “tedun” (turun) dan “memargi” (berjalan) bentuknya bisa berupa hujan petir, gunung meletus, banjir bandang, gempa bahkan wabah?
Di Bali Utara ada sungai bernama Tukad Banyuraras. Melintasi desa Banjarasem, kecamatan Seririt. Jika banjir besar penduduk desa yang sepuh menyebut banjir sebagai: “Ida Bhatara memargi. Makekedas”. (Bhatara berjalan. Bersih-bersih).
Warga desa pun paham, mulat-sarira, merasa diri bersalah: Ada dosa apa dengan desa kami? Apabila sungai sampai “ngalapin” (memakan tumbal) ini artinya Bhatara duka. Beliau turun untuk “makekedas prayascita jagat” = Bersih-bersih dengan menyeimbangkan kosmik.”
Secara budaya juga dikenal ungkapan “makekedas-kedas” dihubungkan dengan bulan/sasih Kedasa, dimana terjadi penyucian alam secara sekala-niskala (material-spiritual).
Hujan besar, luapan air sungai, banjir bandang dan letusan lahar, wabah, adalah “murti Ida Bhatara-Bhatari” (perwujudan Dewata terjun ke dunia untuk “bersih-bersih”) — inilah salah satu cara Ida Bhatara-Bhatari memperingati manusia.
Di kampung kami di Bali Utara sangat dilarang “campah ring Ida Bhatara” (sedikit-sedikit melibatkan Dewata). “Campah” artinya murahan atau terlalu mudah menyebut Bhatara. Siapa yang “campah ring Dewata” akan “tulah” (terkutuk). Terkait kutukan maka Bhatari Durga yang punya veto. Jika ada orang berani mengutuki orang maka ia “mamada-mada” (menyamakan diri) dengan Bhatari Durga. Pasti kutuknya berbalik arah.
Jangan terlalu gampangan, murahan, baik dalam percakapan keluarga, apalagi di depan publik, mengklaim dan menyebut “ngumbang-ambih” Ida Bhatara-Bhatari. ILA-ILA DAHAT — bisa kena bencana.
Mitologi banjir di Bali menekankan pentingnya “MULAT SARIRA” ketika terjadi bencana banjir. Punya pesan jangan gegabah atau campah menyebut-nyebut Dewata untuk urusan keduniawian. Masalah yang ditimbulkan manusia wajib diurus manusia sendiri.
Mitologi banjir mengandung pesan bagaimana manusia semestinya memanusiakan diri menjadi manusia utuh, memanusiakan orang lain, dan menjadi manusia yang membumi, bertanggungjawab bersih-bersih bumi, menjaga alam adalah tanggung jawab mendasar umat manusia. [T]


























