BALI Bike Festival tahun 2025 menjadi festival yang berbeda, karena memadukan olahraga, seni, kuliner, hingga musik dalam satu perayaan penuh energi. Festival ini menghadirkan ratusan biker atau penghobi motor besar yang akan melakukan touring mulai Kota Denpasar menuju ke Kabupaten Buleleng yang melewati berbagai desa dengan segala keunikannya, pada Jumat 12 September 2025. Mereka kemudian bermalam di Bali Utara menikmati indahnya Buleleng, lalu melanjutkan perjalanan dan finish di Lapangan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Sabtu 13 September 2025.
Bali Bike Festival 2025 yang mengusung tema “Glide the Island” akan dihadiri ratusan penghobi motor dari berbagai daerah—yang siap memadati festival yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar itu.

“Saat ini sudah terdata sekitar 200 atau 250 biker yang siap hadir mengikuti acara ini,” kata Ketua Panitia Bali Bike Festival Ida Bagus Alit Awatara Putra saat konferensi pers di Nexx Café Denpasar, Selasa 9 September 2025.
Tema “Glide the Island” merepresentasikan semangat berkendara yang mengalir, bebas, dan menyatu dengan alam Bali. Mereka meluncur bersama jalanan Bali, menikmati keindahan, merayakan kebersamaan, sekaligus menghormati budaya dan aturan.
“Bali Bike Festival 2025 ini tak hanya sekadar parade motor, tetapi untuk memperkuat solidaritas komunitas, mendongkrak pariwisata, serta menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” papar Ida Bagus Alit.

Presiden Forever Night Angle itu menegaskan, Bali Bike Festival ke 6 ini pasti istimewa karena dibuka gratis untuk publik. Masyarakat dapat menikmati setiap acara yang akan digelar. Sejumlah agenda utama yang akan mewarnai festival itu, mulai dari Bali Bike Festival MS Glo fun run, Rolling Thunder, bike show, food festival, pertunjukan seni, body painting, ice carving, hingga panggung musik meriah dengan penampilan musisi lokal dan nasional.
Food festival mengangkat kuliner Bali, seperti babi guling dan masakan tradisional Bali lainnya, sebagai upaya untuk mengangkat kuliner lokal yang akan ada situs center. Boat-boat makanan tradisonal yang bisa dinikamti masyarakat umum.
“Ice carving ini mungkin yang spektakuler karena membuat dengan ketinggian hingga 2,5 meter. Kami sengaja memberikan tantangan kapada para artis, sehingga menjadi atraksi yang menarik,” ungkap Ida Bagus Alit.
Festival ini diharapkan menjadi perayaan gaya hidup sehat dan juga etalase budaya Bali. Serta mampu menunjang sektor pariwisata karena mendatangkan banyak komunitas Bali mempersatukan komunitas motor.

“Ajang ini menghadirkan peserta dari luar daerah, sehingga ini akan berdampak pada hunian hotel di Bali. Mereka akan memilih tempat yang disukai, dan bahkan sudah ada yang memesan kamar sebagai tempat tinggal selama mereka di Bali,” sebut Ida Bagus Alit.
Bali ini begitu indah untuk ditelusuri dengan motor. Buktinya, banyak klub motor luar yang memanfaatkan Bali sebagai ajang untuk turing. Bali Bike Festival ini berskala nasional dan internasional. Ketika club-club luar ingin melakukan kegiatan di Bali, biasanya melakukan konfirmasi dengan Bali Bike Festival untuk menentukan waktunya.
Bangun Monumen Biker di Bali Utara
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali I Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna) mengatakan, festival ini mampu memperluas jangkauan Bali sebagai destinasi biker dunia. Bali butuh event besar seperti ini, sehingga Pulau Dewata mempunya warna baru.
“Ini potensi, sehingga saya berencana akan membangun monumen biker di Bali Utara, dan telah menyiapkan lahan 23 hektar,” ujar pengusaha oleh-oleh itu.
Monumen itu akan dilengkapi juga akomodasi wisata lainnya, seperti lapangan golf, hotel, kampung UMKM dan yang menjadi daya tarik utama adalah monumen biker itu. Lokasi pembangunnya di Desa Dencarik, Buleleng. Total anggaran yang akan dihabiskan sekitar Rp 5 miliar.

“Monumen biker ini akan menjadi daya tarik wisata atau magnet untuk wisatawan menjajal Bali Utara,” ungkap Ajik Krisna.
Ke Bali tidak akan lengkap kalau tak berkunjung ke monumen biker. Monumen biker di Bali Utara ini akan jadi tempat terbaik tujuan wisata ke Bali. “Bagaimana orang ke Bali dapat foto di Bali Utara view bagus. Di daerah bukit di sana kami akan bangun,” jelas Ajik Krisna.
Ajik Krisna melihat sektor pariwisata Bali terus menggeliat karena jumlah wisatawan mancanegara terus meningkat. Namun sayang, wisatawan domestik belum melejit. Hal itu dirasakannya ketika melihat pengunjung yang datang ke Krisna Oleh-Oleh.
“Secara bisnis pariwisata internasional naik. Domestik rata-rata alami penurunan. Termasuk Krisna. Saya semangat [kalau] event komunitas. Berlibur ke Bali okupansi bagus,” ujar Ajik Krisna.[T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto



























