6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Son Lomri by Son Lomri
February 6, 2025
in Milenial
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe Halaman Belakang, sebuah kafe yang unik untuk menghabiskan senja sendiri, bersama kekasih atau bersama keluarga.

Kafe Halaman Belakang merupakan cabang dari Rumah Momo, sebuah kafe dengan konsep yang sama di Renon, Denpasar. Sebelum Halaman Belakang, Rumah Momo juga me-launching Ruang Tamu dengan konsep yang tak jauh berbeda. Yang memiliki dua space nongkrong, di luar dan di dalam.

Di Halaman Belakang, bangunannya tampak seperti rumah impian, di pinggirnya ada sawah-sawah. Tapi juga tidak terlalu jauh dengan pemukiman warga atau perumahan. Udaranya juga tidak terlalu kotor. Ditambah tidak terlalu bising. Cocok untuk menepi. Cocok banget untuk menenangkan pikiran.

Padi-padi di sawah itu baru saja dipanen. Saya telat datang untuk melihat bagaimana padi berisi merunduk memberi hormat pada petani, atau melihat kemuliaan para petani memotong emasnya sendiri. Seperti kata penyair Isma Sawitri, “Yang emas adalah padi”

Selain dekat dengan alam yang membuat sejuk suasana, apalagi beberapa pohon cukup tinggi-tinggi, kafe Halaman Belakang itu terasa teduh. Hangat. Di beranda kafe itu, orang-orang bisa nongkrong dengan lanskap alam terbuka.

Ubi cilembu di Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co/Son

Ubi Cilembu Cheese Brule (20K), menjadi teman suasana ngopi ketika rehat bekerja di waktu sore. Rasa madu alami dari ubi dengan timpalan lelehan keju terbakar di dalamnya,  menjadikan rasanya lebih unik. Sementara memecahkan kerak gula yang tampak seperti karamel itu di lapisan pertamanya sebagai pengganti kulit, menjadi ritual tersendiri yang menyenangkan sebelum akan menemukan tekstur empuk itu pada seporsi ubi.

“Apalagi setelah seruput kopi, sedot rokok Djarum Coklat alias Jarcok (sengaja seperti menyebut Jancuk!) paslah,” kata Perhat, temanku dari Tasikmalaya ketika aku datang ke kafe itu, Rabu, 5 Feruari 2025.

Kami datang berdua. Kami memesan itu, dengan satu kopi Vietnam Drip (20 ribu) dan dia memesan Lemon Yogurt (23 ribu).  Di sana, bukan hanya tempat untuk sekadar ngopi sambil ngemil, tetapi juga bisa sambil baca buku-buku komik atau novel, atau cerita lainnya. Tersedia banyak buku-buku di rak itu. Karena itulah kafe itu juga diberi nama Book Cafe Halaman Belakang.

Buku dan lain-lain di meja makan | Foto: tatkala.co/Son

Seorang anak kecil baru saja masuk bersama ibunya, ayah, kakak, lengkap. Kafe itu benar-benar dipenuhi keluarga bahagia, Keluarga Cemara barangkali. Juga pasangan muda mudi terkasih.

Anak itu turun dari tempat duduknya, menghampiri satu rak berisikan benda-benda klasik seperti telepon dan radio masa lalu sebelum menggeser langkahnya ke rak-rak buku. Bocah itu kemudian mengambil satu buku komik, tapi saya tidak tahu betul apa judul komik yang diambil bocah itu.

Ia kembali menghampiri keluarganya sambil menenteng buku di tangan kanan. Sambil duduk dan membaca, terlihat anak itu merasa asik sendiri di kursinya menanti pesanan tiba.

Pemandangan orang, pemandangan buku | Foto: tatkala.co/Son

Di ruang utama, memang, terdapat satu buah rak buku cukup panjang. Bertumpuk, dan terjejer apik buku-buku itu di tata selain ramah anak ruangannya. Lebih menarik, sebelum orang-orang memilih buku bacaannya, atau memilih tempat duduk ternyaman.

Seorang penyair melalui puisinya menyambut mereka romantis di sebuah tembok dekat sofa empuk dengan judul “Hujan Bulan Juni” :

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak adayang lebih bijak dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Meninggalkan Jejak (air)—Seni

Puisi itu milik mendiang Sapardi Djoko Damono, penyair tersohor republik ini. Saya membayangkan, jika di satu tembok yang lain juga mestilah ditulis puisi dari Eang Sapardi dengan judul “Di Restoran” (1989), agaknya, tambah puitik. Begini kirak-kira sajak itu jika dituliskan :

Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras
Kau entah memean apa
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu

Bayangkan jika puisi “Di Restoran” itu juga ditulis di tembok berbeda. Doi siapa yang tidak basah hatinya? Atau hati siapa yang tak jadi lembut setelah rengas hendak memutuskan kekasihnya karena belum mapan? Atau belum di wisuda.

Orang-orang santai di Book Cafe | Foto: tatkala.co/Son

Seorang teman menimpali, sebelum pulang, kata Bang Perhat. “Jangan lupa masuk ke toilet kafe ini. Tinggalkan kencing, sebagai tanda bahwa kamu pernah ada di tempat ini. Kencing adalah (air) seni.”

Kami memang hendak pulang karena senja sebentar lagi tandas. Dan ia menunjukkan sesuatu yang lain selain tempat kafe ini ada komik shincan, dan Ubi Cilembu yang dimasak dan diplating modern. Dialah yang membawa saya ke Halaman Belakang untuk merasakan itu semua sebagai perjumpaan hangat. Karena tak sempat deal beberapa hari lalu untuk pergi ke sini.

“Pokoknya kamu harus cobain toiletnya. Sok geura,” kata lelaki setia itu. Nama pacarnya Kakak Jasmine, tapi di hari kemarin, dia tak setia karena tak mengajaknya berkencan. Lebih memilih untuk pergi berdua bersama saya—sambil ngomongin yang aneh-aneh tentang hidup, “Ada hari khusus kalo pergi sama pacar. Lebih sakral,” katanya.

“Ada apa di toilet?” timpal saya memotong pembicaraan tentang pacar.

“Sok cobaan wae sorangan,” katanya sambil senyum-senyum tipis.

Di toilet bisa main game | Foto: tatkala.co/Son

Lantas saya pergi ke toilet yang tak jauh dari tempat pemesanan. “Toilet” nama besar itu tertera di satu ruangan khusus. Saya membuka pintunya. Toilet itu kering. Bersih. Ada pohon kecil yang hijau daunnya, yang barangkali bisa menyerap bau tak sedap.

“Kleng!!” takjub saya pada sebuah game Nintendo Entertainment System (NES) yang berhadapan dengan tempat ngising. Game itu rilisan tahun 1985-an di Amerika Serikat.

Saya langsung buka celana. Pup. Maen game. Tak percaya? Datanglah ke sana sendiri, dan jangan lupa pup. Tapi, sebelumnya, jangan lupa memesan.

Entah kau mau memesan apa…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Farm Brew & Co, Menikmati Kopi di Tanah Legendanya
Tags: book cafekafeKafe Anak MudakulinerSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen

Next Post

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co