6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
February 13, 2023
in Esai
“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

Ilustrasi tatkala.co

LAMA SAYA merenung untuk membuat tulisan dan judul yang sekiranya dekat dengan masyarakat serta efektif membantu permasalahan kesehatan yang ada saat ini.

Sebagai seorang dokter, agak begitu keliru jika posisi kami hanya mengobati ketika sakit. Karena niscaya ketika itu terjadi, pilihan selanjutnya adalah sembuh seutuhnya (biopsikososiospiritual), membaik, atau tidak membaik bahkan meninggal.

Jika kita bisa berpikir ke hulu lagi, ada yang masih perlu kita gaungkan dan lakukan yaitu pencegahan. Salah satu isu itu adalah rabies. Mari berhitung bersama.

Kita akan bahas seremnya dahulu tentang rabies. Rabies adalah penyakit yang penularannya dari hewan ke manusia dengan menyerang sistem saraf akibat infeksi virus RNA dari keluarga Rhabdoviridae. Hingga 98% penularannya dari anjing sedangkan sisanya oleh kucing dan kera.

Celakanya pada kasus rabies yang pasiennya tidak mendapatkan vaksinasi, tingkat kematiannya mencapai 100%. Dengan ukuran yang sangat kecil yaitu 180 x 75 m agaknya susah dilihat dengan mata telanjang. Dengan melalui gigitan atau jilatan virus masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka atau mukosa yang utuh seperti konjungtiva mata, anus, mulut, alat kelamin bagian luar, maupun transplantasi kornea.

Selama 2 minggu virus diam di tempat awal lalu merangsek ujung-ujung saraf bagian posterior atau belakang. Masa terinfeksi hingga menunjukkan gejala bervariasi mulai dari 7 hari-1 tahun, dengan rata-rata 1-2 bulan. Di sinilah titik permasalahan kedua, yaitu bervariasinya masa inkubasi itu sehingga kadang kita merasa tidak terlalu khawatir maupun menganggap remeh atau ampah.

Setelah menuju saraf tepi akan terus menuju saraf pusat hingga pada akhirnya dari saraf di otak kembali menyebar ke kelenjar di kornea, kulit, dan kelenjar ludah.

Lamanya mencapai saraf pusat tergantung dari 3 hal, yaitu dari segi virus, seberapa banyak virus yang masuk; dari segi lingkungan yaitu bagaimana pencegahan virus itu dicegah masuk seperti dengan desinfektan dan lain-lain; serta dari segi inangnya yaitu posisi virus masuk ke dalam tubuh, daya tahan tubuh dari korban.

Contoh area gigitan di daerah kepala, muka dan leher rata-rata 30 hari. Gigitan di lengan, tangan, dan jari tangan 40 hari. Gigitan di tungkai bawah, kaki, jari kaki 60 hari dan di badan 45 hari. Tingkat kematian paling tinggi pada infeksi di daerah wajah, menengah di area lengan dan tangan serta paling rendah di daerah di kaki.

Terlepas dari fatalitas virus ini, syukurnya ada kelemahan dari virus ini yang sangat gampang mati jika di luar tubuh inangnya. Virus akan mati dalam sinar matahari, sinar ultraviolet, pemanasan dalam 1 jam 50 menit. Virus ini juga sangat peka dengan pelarut basa/alkalis seperti sabun, desinfektan, serta alkohol 70%.

Sehingga saran pencegahan setelah digigit atau terkena cairan berpotensi terkena virus ini, adalah dengan cara mencuci di air mengalir dengan sabun selama 15 menit dan menggunakan antiseptik.

Sekarang kita mulai kupas kenapa di masyarakat menjadi sesuatu yang perlu kita perhatikan bersama bahkan peran desa adat. Desa adat menjadi tameng dan terbukti efektif saat terjadi COVID 19. Dengan arahan pemimpin di desa adat, awig-awig/aturan sangat ditaati masyarakat. Tentunya ini memiliki peran strategis guna mencegah nyawa melayang.

Di Bali terdapat 1.488 desa adat dan 716 desa. Peran strategis desa adat terhadap kehidupan sosial dan budaya Bali amatlah penting. Sekarang kita kupas kasus rabies.

Per 10 Januari 2023 di Buleleng anjing yang divaksin baru 75% dari sasaran yang ada. Sedangkan korban jiwa yang tercatat akibat rabies di tahun 2022 cukup tinggi yaitu 13 orang yang sebelumnya hanya sebanyak 1 orang di tahun 2021. Sehingga Buleleng menjadi daerah rawan.

Aturan desa adat/social capital diharapkan kembali menjadi kebijakan yang efektif di lini depan. Misalnya saja adanya perarem dengan mewajibkan masyarakat yang memiliki anjing wajib memvaksin dan memberikan tanda kalung di leher sebagai penanda khas.

Jika terjadi kasus gigitan, pemilik anjing membiayai penanganan kesehatan korban atau bahkan menyebabkan kematian membantu biaya ngaben korban. Yang unik lainnya misalnya dikenakan denda beras beberapa kg jika tidak melakukan perarem. Hal ini sangat tergantung dari kesepakatan di masyarakat adat itu.

Saya yakin jika ini dilakukan akan menjadi percontohan nasional yang menjadi local genius Bali dan menjadi banyak minat peneliti-peneliti luar datang. Kalau sudah demikian, tidak hanya masalah pencegahan rabies saja yang terdampak, namun menjaga perasaan aman wisatawan dan bahkan menarik minat wisatawan baik untuk berekreasi atau meneliti. Terima kasih pemimpin desa adat dan semeton/masyarakat adat Bali.

“Desa yang maju adalah desa yang memungkinkan semua warganya menikmati kehidupan yang bebas dan sehat di lingkungan yang aman” -Kofi Annan- [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER SUKEDANA

5 Fakta Campak dan Dampaknya
Kanker Serviks, Mimpi Buruk yang Dapat Dicegah
Rahasia Madu untuk Kesehatan
Tags: desa adatkesehatanrabies
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Next Post

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co