6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Devy Gita by Devy Gita
July 1, 2022
in Esai
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Foto ilustrasi: Devy Gita

Dering telepon tiada henti terdengar di lobi sekolah swasta ternama. Petugas front office dengan tergesa menerima panggilan tersebut kemudian menyiratkan ekspresi terkejut namun mencoba untuk tenang dan menenangkan si penelepon. Penelepon adalah seorang orang tua siswa yang dengan panik menghubungi sekolah setelah dia menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal dan mengabarkan bahwa sang anak yang bersekolah di sekolah tersebut mengalami kecelakaan. Si anak dilarikan ke rumah sakit. Parahnya keadaan membuat si anak harus segera dioperasi dan membutuhkan uang cukup banyak. Orang tua harus mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu. Panik? Tentu. Orang tua terus berusaha menelepon ke sekolah yang saat itu kebetulan telepon sekolah sedang sibuk. Bertambah bingung, orang tua sudah mulai menyerah dan bersiap mentransfer sejumlah uang. Saat panggilan di terima sekolah, si anak ternyata sedang berada aman di dalam kelas mengikuti pelajaran dari guru.

Adegan tersebut nyata terjadi di sebuah sekolah swasta beberapa waktu lalu sebelum pandemi merumahkan hampir semua orang. Kejadian yang tidak hanya terjadi sekali namun beberapa kali. Orang tua menelepon sekolah dalam keadaan bingung dan menangis mendapat kabar anaknya dalam keadaan kritis padahal anak mereka sedang mengikuti pelajaran.

  • Apa yang membuat orang tua percaya bahwa sesuatu yang buruk memang benar menimpa anak mereka?

Dari kesaksian para orang tua, penelepon tak dikenal itu mengetahui nama lengkap, alamat sekolah, perawakan, bahkan nama panggilan si anak dengan baik. Sangat meyakinkan dimana hal tersebut merupakan informasi pribadi si anak yang tidak diketahui sembarang orang. Seolah-olah orang tersebut benar sedang berada di dekat si anak. Panggilan telepon sekolah sibuk saat orang tua berusaha menelepon juga menjadi alasan mereka mudah terpengaruh.

  • Bagaimana orang asing bisa mendapatkan akses ke data pribadi?

Informasi pribadi, data diri atau personal information memang hal yang sangat krusial untuk dijaga kerahasiaannya. Namun, belum semua orang berhati-hati dan awas untuk menjaga kepribadian data tersebut. Maraknya penggunaan media sosial menjadi salah satu penyebab bocornya data pribadi ke ranah publik. Seperti halnya kesadaran akan melindungi data pribadi, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial juga sama kurangnya. Pengguna merasa aman mengunggah apapun bagaimanapun bentuknya ke akun media sosial mereka tanpa batasan (over sharing) seperti hal-hal pribadi, lokasi terkini, aset kekayaan, identitas keluarga, bahkan alamat rumah dan nomor telepon. Padahal semua itu bisa menjadi boomerang yang menyerang si pengguna sendiri. Contohnya adalah adegan di awal tulisan ini.

Adegan tersebut terjadi karena orang tua sering mengunggah foto anak dengan menyertakan informasi pribadi mengenai si anak. Sekarang ini menjadi hal yang umum saat orang tua membagikan momen bersama anak, kelucuan tingkah polah dan prestasi yang diraih oleh si anak ke media sosial. Sayangnya, unggahan tanpa sensor data pribadi dibagikan dalam keadaan akun yang tidak menggunakan pengaturan private, semua mata dapat melihat unggahan dengan data tersebut. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai dari pengguna lain.

Dunia daring luas dengan batasan minim, di dalamnya kita tidak hanya berselancar bersama orang yang dikenal tetapi juga orang asing dari belahan bumi berbeda. Disadari atau tidak orang-orang tersebut bisa saja menyembunyikan identitas asli mereka dan berpura-pura menjadi orang lain. Tidak menutup kemungkinan salah satu dari orang tersebut memiliki niat kurang baik dan ingin mencari keuntungan dari orang lain dengan cara menipu atau kejahatan lainnya.

Membagikan detail data diri dan anak di media sosial bisa memicu terjadinya kejahatan daring atau digital crime. Salah satunya penculikan, baik luring maupun digital. Terma penculikan digital oleh pakar media asal University of Tartu, Estonia, Prof. Andra Siibak dalam artikel “Etika Mengungah Foto Anak ke Media Sosial”, https://tirto.id/fNvo merupakan “pengambilan gambar” tanpa izin untuk kepentingan jahat seperti penipuan dan pemerasan juga penculikan dalam artian sebenarnya.

  • Apakah lantas orang tua tidak boleh mengunggah foto anaknya?

Kesadaran berinternet dan bermedia sosial yang awas dari orang tua sangat diperlukan untuk melindungi hak-hak memperoleh keamanan digital bukan hanya untuk mereka sendiri tetapi juga untuk anak. Tidak banyak diketahui dan disadari oleh orang tua bahwa unggahan mereka akan berpengaruh tidak hanya terhadap keamanan namun juga psikologis anak. Tentu saja orang tua mempunyai hak untuk mengunggah foto atau video buah hati mereka sendiri. Namun, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dengan tinta merah oleh para orang tua.

1. Selalu meminta izin anak sebelum mengunggah.

Dilihat sebagai individu, anak mempunyai perasaan, pola pikir, dan keinginan sendiri yang berbeda satu sama lain. Bahkan berbeda dari orang tua mereka sendiri. Anak-anak juga memiliki akses dan hak penuh akan data pribadi mereka. Sedari dini para anak ini hendaknya sudah dibiasakan untuk mengungkapkan perasaan mereka dan belajar mengambil keputusan. Orang tua dapat melatih anak mengambil keputusan dengan meminta izin  kepada anak sebelum menggunggah apapun tentang mereka.

 Pentingnya meminta izin dalam mengunggah apapun tentang anaknya perlu ditumbuhkan para orang tua. Hal tersebut dimaksudkan dengan bertanya dan meminta izin kepada anak sebelum menunjukkan foto atau video mereka di media sosial, orang tua juga mengajarkan anak untuk mengasah otaknya menjadi lebih tegas. Seperti yang disampaikan Psikolog anak, Ayoe Sutomo dalam artikel “Dampak Psikologis Mengunggah Foto atau Video Anak di Media Sosial” https://cantik.tempo.co/read/1154597/dampak-psikologis-mengunggah-foto-atau-video-anak-di-media-sosial/full&view=ok

2. Jenis foto yang akan diunggah.

Orang tua tentu selalu antusias membagikan momen bersama anak ke media sosial. Tetapi, perlu diperhatikan momen atau foto apa saja yang aman untuk diunggah. Hindari mengunggah foto telanjang anak walaupun masih bayi. Hal tersebut bisa mengundang pedofil menyalahgunakan foto anak. Usahakan membagikan momen anak dan berfokus pada kegiatan positif yang dilakukan. Hal ini juga untuk menjaga privasi dan kenyamanan anak saat dia sudah bisa melihat unggahan tentang dirinya di masa depan.

3. Melindungi informasi pribadi dan privasi.

Tidak mencantumkan informasi pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, alamat sekolah dalam keterangan foto merupakan tindakan yang bijak untuk mencegah terjadinya kejahatan digital. Kemudian, orang tua dapat menggunakan pengaturan private account untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat unggahan dalam akun mereka.

4. Menyamarkan aktivitas.

Mengunggah aktivitas positif yang kita lakukan untuk sekadar berbagi atau menjadikan unggahan tersebut sebagai arsip sudah menjadi bagian keseharian. Sosial media sudah menjadi seperti album foto dimana kita bisa melihat kembali momen yang terjadi di masa lalu.  Namun, waktu unggahan juga perlu diperhatikan jika ingin mempublikasikan foto atau video diri dan anak. Memberitahukan posisi dan kegiatan kita secara terang-terangan dalam waktu yang sama antara real time dan unggahan cukup beresiko. Keadaan tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan. Sebaiknya jika unggahan tersebut bukan hal yang mendesak, waktu unggah bisa ditunda sehari atau dua hari setelah aktivitas dilakukan.

5. Meminta izin ke orang tua lain.

Penting bagi orang tua untuk meminta izin orang tua lainnya jika foto yang akan diunggah menampilkan individu lain selain anak mereka mengingat kebiasaan, pola pikir, dan asuh yang berbeda pada tiap keluarga. Hal ini juga untuk menghindari adanya kesalahpahaman di kemudian hari.

Pengetahuan ini juga bisa menjadi bahan diskusi orang tua dan anak dalam memberikan informasi tentang keamanan berinternet dan bermedia sosial untuk mereka, mengingat teknologi informasi dan internet sangat mudah diakses. Anak-anak memerlukan pondasi pengetahuan dan keamanan kokoh untuk memulai dan meyelami dunia daring yang tanpa batas.

Permainan daring dan sosial media memudahkan mereka berinteraksi dengan siapa saja. Bersama dengan anak, orang tua dapat berbincang dengan serius tapi santai tentang dos dan don’ts dalam berselancar di dunia maya. Seperti tidak menggunakan nama asli saat membuat akun permainan online atau media sosial, hanya berbicara dengan orang yang dikenal, memberitahu orang tua saat ada orang asing yang berusaha berkomunikasi, menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi, dan yang paling penting tidak menyebarkan foto atau data pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Sejak dini anak sebaiknya diingatkan tentang apa itu data pribadi dan pentingnya menjaga agar tetap privat demi keamanan mereka.

Digitalisasi dan penggunaan internet di segala lini kehidupan memudahkan kita menjalani hidup dan berinteraksi. Namun, kenyamanan tersebut harus dibarengi dengan rasa awas untuk melindungi diri dan keluarga. Biar privat asal selamat. Selalu ingat melindungi kepribadian data demi keamanan diri, keluarga dan buah hati. [T]

  • Catatan: Artikel ini peraih juara tiga Anugerah Jurnalisme Warga katagori artikel. Pernah dimuat di balebengong.id 14 Mei 2022
Tags: anak-anakkeamanan digitalparenting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Gulendra: Perupa Bali Wariskan Penghormatan Terhadap Air

Next Post

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co