2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Atraktif dan Unik | Pameran TA Tiga Mahasiswa Prodi Seni Murni FSRD ISI Denpasar di Maha Art Gallery

tatkala by tatkala
January 27, 2022
in Pertanian
Atraktif dan Unik | Pameran TA Tiga Mahasiswa Prodi Seni Murni FSRD ISI Denpasar di Maha Art Gallery

Pameran TA Tiga Mahasiswa Prodi Seni Murni FSRD ISI Denpasar di Maha Art Gallery

Pameran tiga orang Mahasiswa Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di Gujji Cafe (Maha Art Gallery) Renon, Denpasar, tergolong unik. Mereka tak hanya menyajikan karya lukis dengan teknik mendekati sempurna, tetapi juga kreatif dalam menciptakan ruang pameran.

Karya seni dalam berbagai ukuran itu disajikan sangat atratktif dan simetris, sehingga membuat pengunjung nyaman dan pesanpun didapat. Pameran sudah mulai dipajang pada, Rabu (26/1) bersamaan dengan jadwal ujian Tugas Akhir (TA) yang menjadi syaratnya.

Ketiga mahasiswa yang menggelar pameran itu, adalah Fiqih Hikmawan, Amandus Lionisius Epo dan Renata. Ketiga seniman akademis ini, sebelumnya belajar pada seniman Drs. Made Budhiana selam 3 bulan.

Masing-masing mahasiswa menyajikan karya dengan tema, gaya dan ukuran yang berbeda-beda. Fiqih Hikmawan dan Amandus Lionisius Epo menampilkan 11 karya. Sementara Renata hanya menyajikan 9 karya yang mengangkat tentamg zodiak terkait dengan elemen air.

Pameran Gujji Cafe (Maha Art Gallery) tepatnya di jalan Merdeka, Renon, Denpasar, itu sekaligus menjadi tempat untuk menggelar ujian, sebagai  pertanggungjawaban secara teori atau tertulis. Ini merupakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sehingga pelaksanaan ujian bersamaan dengan pameram seni, mampu menciptakan suasana yang beda. Aura positif yang ditebar karya seni itu, mahasiswa yang mengikuti ujian tidak terlalu tegang, dan pemngujuiiun juga tampak santai, namun tetap tegas.   

Dosen Drs. Ketut Murdana, M.Sn., mengatakan, MKBK ini merupakan lucuran program dari pemerintah pusat maka sepatutnya ISI Denpasar mengikuti dan menjalankan sesuai dengan kemampuan. Dari proses akademi yang dilakukan bersama mitra, pembimbing dan mahasiswa selama 3 bulan ternyata hasil dari pada proses projek independen ini sangat berhasil.

Hal itu dibuktikan dalam pameran yang sudah dilakukan secara maksimal. Sebab secara kuntitatif, memang setiap mahasiswa ditetapkan oleh kampus dan jurusan masing-masing membuat 6 karya, tetapi mereka mampu membutkan 9 karya, bahkan lebih. Jenisnya juga besar dan juga bagus, sehingga secara kuantitatif dapat dianggap sebagai keberhasilan.

Secara kualitatif, proses berkarya dan juga menulis juga sudah memasuki wilayahnya, seperti literasi, disiminasi dan metode penelitian cukup bagus. “Saya sebagai seorang pembimbing sangat senang dan bahagia melihat proses kemajuan bimbingan itu.  Walaupun, ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan diberikan penajaman secara konsep konferenship, itulah proses akademik yang tak bisa sempurna sekali tetapi bisa disempurnakan memlalui proses evaluasi konfersnship seperti saat ini,” sebutnya.

Keberhasilan ini juga bisa dilihat dari kemampuan ketiga mahasiswa ini dalam  beradaptasi, terutama ekloprasi dengan mitra. Sesungguhnya program belajar bersama mitra ini sudah dilakukan sejak dulu, tetapi sekarang ini bisa dinilai.

“Inilah perhatian besar para seniman untuk memberikan ilmunya kepada kampus. Kita maklum tak sepenuhnya dapat diserap oleh mahasiswa karena tingkatnya memang beda. Walau demikian, dengan level S1, nampaknya sudah sangat cukup baik,” imbuhnya bangga.

Made Budhiana mengatakan, program pemerintah dalam hal pendidikan dalam MBKM itu ada dua kata merdeka, belajar merdeka dan kampus merdeka. Hal ini tentu sebuah lompatan dalam hal pendidikn, sebab selama ini pendidikan formal itu selalu terjadi di kampus.

“Nah sekarang ini kampus, universitas bekerjasama dengan masyarakat yang menguasai bidangnya masing-masing entah itu di kesenian atau usaha. Saya rasa sangat bagus. Ini suatu pola baru, sehingga pengetahuan itu tak hanya didapat dari kampus sajabelalui teks book belajar terori saja, tetapi di luar kampus,” imbuhnya.

Teori di luar kampus sangat beragam, dan itu sangat penting untuk sekarang ini. Kedepan proses belajarnya itu bisa dari mana-mana. Sebut saja sekarang belajar dari internet. Untuk mendapatkan pengetahuan apapun bisa dari sana yang sangat luas.

 “Kebetulan saya dipercayakan untuk membimbing adik-adik mahasiswa, tentu semua yang saya jalani dalam berkesenian secara merdeka dan mandiri, maka itulah yang saya lakukan. Saya hidup dari berkesnian bukan dari dosen atau guru di kampus dan di sekolah,” paparnya.

Semua itu tentu tidak mudah dilakukan, propsesnya juga lebih rumit dan berat. Pencapaiannya juga sangat berat. Tetapi, dirinya merasa senang karena sekarang ini ia juga memerdekakan anak didik, dari akademis.

“Nanti, generasi milenial kedepan ini, mereka akan mendapatkan pendidikan dari mana-mana. Sekarang yang penting bagi generasi sebelumnya adalah memberikan esensi, hal-hal yang mendasar dalam pendidikan itu, seperti semangat, spirit dan energi yang bisa datang dari manapun juga. Itu yang saya berikan dan refrensikan dari mana-mana. Saya memperlihatkan buku pada mereka, karean saya punya banyak buku di studio. Mereka bisa belajar langsung dari melihat da membaca buku-buku itu,” imbuhnya.

Sekarang membuka kemampuan mahasiswa itu yang paling berat. Itu termasuk tantangan saat membimbing mahasiswa, karena mereka merupakan generasi yang berbeda dari generasi dirinya. Setiap generasi itu, akan ada tantangan dan hambatan-hambatan yang berbeda-beda.

 “Saya kemuddian membuka kemampuan mereka, sehingga mereka yang harus aktif sekarang. Jadi percepatan itu terjadi oleh mereka sendiri. Saya hanya menekan kesadaran. Intinya membangklitkan kreativitas mereka, dan ketika mereka memiliki bakat atau ide apapun itu, saya hanya mendorong untuk mengembangkannya dengan melakukan ekplosasi supaya mereka bisa mencapai apa yang diingikan,” bebernya.

Perlu diingat, ide karya itu datangnya dari apa saja, bisa dari tradisi, modern dan entah dari kehidupan jaman sekarang. “Untungnya dari ketiga anak ini, semuanya siap dalam waktu pendek, yakni selama 3 bulan sudah bisa menyelasikan karya yang bagus.  Walau demikian perlu juga dari ISI Denpasar melakukan penyempurnaan teknis saja, seperti dalam bidang skripsinya,” pungkasnya.

Kordinator Prodi Seni Murni, Dr. I Wayan Setem, M. Sn mengatakan, pameran tugas akhir MBKM Prodi Seni Murni FSRD ISI Denpasar ini merupakan lanjutan dari pameran bersama di LV8 Resort Hotel Canggu.  Selain pamera di Maha Art Gallery ini, ketiga mahasiswa ini juga ikut berpameran di LV 8 Resort Hotel Canggu yang bermitra dengan Made Budiana.

“Dalam karya seni terkait program MBKM ini tidak menentukan alirannya, mereka melakukan studi indpenden apa yang didapat dari Made Budiana. Mahasiswa ini tidak meng-copy paste karya-karya Budiana, tetapi membangkitkan jati diri para mahasiswa masing-masing dalam berkarya. Mitra Made Budiana hanya sebagai driver, navigator, sementara mahasiswa yang berjaklan sesuai kemampuannya,” terangnya.

Mahasiswa tetap diberikan kebebasan berkarya dalam konsep, termasuk kebebasan dalam kontek mendisiminasikan di sini. Ketiga mahasiswa ini cukup berhasil, karena mereka juga ikut dalam pameran terpusat di LV8 Resort Hotel Canggu, selain berpameran di Maha Art Gallery ini.

“Ini tantangan bagi mahasiswa setelah proses karya, ada tuntutan publishing yakni memamerkan untuk masyarakat luas. Bisa mendapatkan tempat di sini kan tidak gampang, perlu kualitas karya yang bagus, buka permajangan karya semata. Mereka tak hanya berhasil menciptakan karya, tetapi juga sukses mempublikasikan kle ruang-ruang publik,” paparnya.

Program MBKM ini memang mendorong mahasiswa untuk belajar memahani realita yang ada di lapangan, realitas riil yang terjadi di masyarakat. Karya-karya seni yang dipajang ini bercirikan akademik, sehinga semua proses diikutinya, mulai dari konsep proposal yang layak, kemudian ditindaklanjuti dengan mitra dan pembimbing, hingga riset artistik dan kobsep. “Itu ciri akademis berdasar kajian dan penelitian ilmiah,” kata Setem. [T]/*]

Tags: ISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nila Tak Hanya Nyatnyat, Lele Tak Hanya Pecel | Ini 5 Program Prioritas DKPP Buleleng untuk Cadangan Pangan

Next Post

Matinya Kritisme: Ancaman Nyata Bali Hari Ini

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Matinya Kritisme: Ancaman Nyata Bali Hari Ini

Matinya Kritisme: Ancaman Nyata Bali Hari Ini

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co