6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

tatkala by tatkala
August 26, 2021
in Khas
I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

I Made Sujaya | Ist

Sekira tahun 1990-an, orang-orang mengenal I Made Sujaya sebagai penulis puisi. Itu dilakukan ketika ia masih SMA dan mahasiswa sastra di Unud. Setamat kuliah, ia tetap menulis karya sastra sembari menjadi wartawan di sejumlah media.

Terakhir ia agak ajeg di Denpost, selain liputan ke lapangan, ia juga menjadi redaktur budaya. Tulisan-tulisan tentang ritual dan tradisi Bali banyak terkliping di koran Kelompok Media Bali Post (KMB) itu. Selain menulis buku Perkawinan Terlarang dan Sepotong Nurani Kuta, juga menyunting sejumlah buku, dan belakangan sangat rajin menjadi moderator di sejumlah acara diskusi sastra dan budaya.

Ia juga dikenal sebagai dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang dulu bernama IKIP PGRI Denpasar. Setelah memutuskan berhenti menjadi wartawan tetap, ia tetap menjadi wartawan di situs balisaja.com yang dikelolanya secara mandiri. Tentu saja ia makin serius menjadi dosen. Keseriusannya dibuktikan dengan tekadnya yang bulat untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.

Dan, Kamis (26/8/2021) ia resmi menyandang gelar doktor. Itu diraihnya setelah sidang promosi doktor menyatakan menerima disertasinya, bahkan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Suami Ni Nyoman Suryaningsih ini pun menjadi doktor ke-196 di Prodi Linguistik Program Doktor serta doktor ke-147 di FIB Unud.

Sujaya meraih gelar doktor dalam bidang ilmu linguistik konsentrasi wacana sastra dengan disertasi erjudul “Harmoni dan Disharmoni: Representasi Hubungan Antaretnis dan Antaragama di Bali dalam Novel Indonesia”.

Analisis 14 Novel

Sujaya meneliti representasi hubungan antaretnis dan antaragama di Bali dalam novel-novel Indonesia dalam rentang waktu 1930-an hingga 2010-an. Ada 26 novel yang ditemukan, tetapi hanya dianalisis 14 novel. Empat novel terbit pada periode kolonial, lima novel terbit pada periode pascakemerdekaan, dan lima novel terbit pada periode pascareformasi. Novel-novel itu ditulis pengarang berlatar belakang etnis Bali maupun bukan etnis Bali.

Hasil penelitian Sujaya menunjukkan adanya pergeseran dalam hal genre, tema, penokohan dan struktur naratif. Pada periode kolonial, genre novel percintaan atau perkawinan begitu mendominasi dengan akhir cerita yang bahagia (happy ending) serta hubungan antaretnis dan antaragama cenderung digambarkan berlangsung harmonis. Penokohan juga menunjukkan kecenderungan tokoh-tokoh etnis Bali digambarkan sebagai perempuan dengan citra eksotis, sedangkan tokoh-tokoh nonetnis Bali umumnya laki-laki dan pendatang.

Para periode pascakemerdekaan, genre novel percintaan masih mendominasi, penokohan tokoh orang Bali dan nonetnis Bali lebih bervariasi, serta akhir cerita tidak lagi semata-mata happy ending. Hubungan antaretnis dan antaragama di Bali digambarkan lebih dinamis. Pada periode pascareformasi, muncul genre novel persahabatan atau perkawanan selain novel percintaan atau perkawinan. Penokohan orang Bali dan nonetnis Bali lebih dinamis, realis, bahkan problematis. Hubungan antaretnis dan antaragama juga digambarkan secara secara dinamis antara harmonisd an disharmonis.

“Pergeseran representasi itu erat kaitannya dengan konteks sosial historis, terutama wacana dominan yang melingkupinya. Novel-novel Indonesia mengukuhkan wacana dominan, seperti eksotisme Bali, politik harmoni suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta multikulturalisme. Namun, ada juga upaya menantang wacana dominan, seperti wacana segregasi etnis dan ras era kolonial yang dilawan dengan wacana persatuan antaretnis dan antaragama. Begitu juga wacana identitas esensialis dilawan dengan acana identitas yang konstruktivis,” beber dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Menurut Sujaya, novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali menunjukkan kecenderungan berciri novel etnografis, khususnya dari sisi pengarangnya yang 85% berlatar belakang etnis Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali selalu memikat sebagai sumber inspirasi bagi sastrawan Indonesia, termasuk dalam wacana hubungan antaretnis dan antaragama atau multikulturalisme. Namun, menurut putra pasangan I Nyoman Polih dan Ni Nyoman Tirta ini, novel-novel berciri etnografis itu masih mengandung kelemahan karena representasi yang stereotipikal serta bias budaya.

Novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali, imbuh Sujaya, juga mengkonstruksi identitas budaya Bali yang dinamis dan kompleks. Kompleksitas identitas budaya Bali yang kompleks itu ditandai oleh penggambaran genealogi orang Bali yang campuran sehingga sulit mencari otentitas, identitas keagamaan yang jamak, serta dialektika antara identitas menjadi Bali, menjadi Indonesia, dan menjadi warga dunia.

“Fakta literer itu menunjukkan bahwa dalam novel-novel Indonesia, identitas budaya Bali dikonstruksi sebagai identitas budaya yang polifonik. Ada banyak suara dan perspektif, terkadang bersilangan, tetapi padu sebagai suatu harmoni. Serupa dengan pancasuara atau lima suara dalam upacara besar di Bali atau ciri khas lukisan tradisional Bali yang kanvasnya padat dengan perspektif yang tidak tunggal,” jelas mantan wartawan dan redaktur budaya harian DenPost ini.

Memperkaya Sastra Kajian Sastra Berlatar Bali

Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menjelaskan disertasi Sujaya bermakna penting dari sisi studi kritik sastra maupun baliologi. Disertasi Sujaya memperkaya kajian terhadap sastra Indonesia berlatar Bali atau mengangkat dinamika kebudayaan Bali. Menurut guru besar bidang sastra di FIB Unud ini, Bali adalah sebuah Pulau Kecil tetapi banyak ditulis atau dikaji oleh para penulis dari berbagai belahan dunia.

Sidang ujian promosi doktor itu dipimpin Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Dalam penyusunan disertasi, Sujaya dibimbing Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., sebagai kopromotor I, Dr. I Ketut Sudewa, M.Hum. Para penguji, yaitu Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S., Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum., Dr. IGAA Mas Triadnyana, S.S., M.Hum., dan Dr. Maria Matildis Banda, M.S. Ujian promosi doktor I Made Sujaya juga dihadiri Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia beserta civitasnya, sejumlah sastrawan, penulis, wartawan, guru, dan para pecinta sastra di Bali. [T][Ole/Rls]

Tags: Fakultas Ilmu budaya UnudFakultas Sastra UnudnovelPendidikansastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jungkat-jungkit Pandemi dan Bagaimana Memaknai Kerja Hari Ini

Next Post

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co