6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lagi Belajar di Kelas

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 1, 2021
in Esai
Lagi Belajar di Kelas

Jong Santiasa Putra

Teeeeeet…teeeeeet….teeeeeet……teeeeeeet……teeeeeeet …..

(maaf pembaca, sekiranya beginilah bunyi bel sekolah saya dulu)

Bel berbunyi, tanda kami semua harus masuk kelas. Kami memilih tempat duduk kesukaan, saya tentu saja dekat jendela agar bisa melihat hal-hal yang terjadi di luar. Suma duduk di pojok belakang, dia suka mencatat tapi tidak suka berhadapan dengan guru, lain dengan Dedek Surya, yang paling rajin di antara kami, duduk di depan, tepat berhadapan dengan meja guru.

Iin dan Devy satu bangku (harus satu bangku) sebab mereka berdualah yang sering mengurus kami, jika sedang menjalankan suatu peristiwa produksi, mereka berdekatan agar mudah diskusi. Jecko masih sendiri memainkan tangannya di atas meja, sambil menunggu Agus yang kita tahu semua, pasti ketiduran dan lupa bangun pagi. Agus suka tidur mendekati pagi. Aguk sedang duduk sambil memainkan gadgetnya, nyecrolin jualan sepatu yang lagi diskon di awal tahun, dan Manik sedang asik di depan laptop, belajar teknik editing termuktahir zaman ini.

Guru itu masuk kelas

“Selamat pagi, apakah pagi selalu mendahului, sebelum kopi itu kami hidangkan?” kami bersembilan mengucapkan salam, sembari menunjuk segelas kopi di meja guru yang tengah mengepulkan asap.

“Terimakasih, ini buatan siapa?” tanya Guru itu

“Saya!” Manik angkat tangan

“Waaaah, kopi hitam tanpa gula, dicampur waktu yang bersembunyi di balik daun dadap ya, Nik?”

“Kira kira begitu, Guru!”

Seseorang masuk kelas, tergesa-gesa, sambil meminta maaf kepada Guru itu. Ia menjelaskan keterlambatannya karena mampir ke Dapur Prima, membeli kado untuk pacarnya. Di tangannya ia membawa bungkusan warna-warni, dari tempat ku duduk tampak kado itu dihiasi sepucuk bunga berwarna merah di bagian atasnya.

Yup, itu Agus.

“Aiiiiih Gus, masih saja kau itu membeli kado, realistis sedikitlah, itu hanya kesenangan yang tercecer di jalan-jalan lalu pulang terlupakan,” kata Suma setengah berteriak di bangku belakang, sembari mengorat-ngoret catatan di buku saku kesayangannya.

Kemudian Guru itu memulai pelajarannya, Biologi. Mengenai macam-macam bunga yang tumbuh di halaman sekolah, daun-daun yang bisa digunakan sebagai obat, serta tentang bagaimana tumbuhan hidup dan mempertahankan dirinya di alam liar. Guru itu panjang lebar menjelaskan bagaimana manusia sejatinya memiliki ego yang tinggi dalam mendomestifikasikan binatang dan tumbuhan.

Sebut saja Monstera yang belakangan ini ngetop di kalangan anak muda kita, akibat Pandemi, jenis tanaman ini menjadi primadona sebagai hobi yang cukup mahal. Monstera yang awalnya hidup di hutan, lalu karena keinginan manusia agar tumbuhan itu ada di rumahnya, di bawa pulang lah, lalu dikembangbiakan, bahkan disilangkan melalui berbagai eksperimen.

“Guru, saya ini hendak belajar teater, apa hubungannya dengan biologi, tidak ada gunanya menghafal nama bunga di halaman sekolah, belajar tubuh Butoh saja lah,” hardik Aguk ketika Guru itu sedang menjelaskan di depan kelas.

“Kau itu terlalu mengecilkan proyeksi Teater Guk, teater yang kau amini itu perlu dipertanyakan ulang, perlu digali lebih dalam,” sahut Suma dengan logat sok-sok bergaya teater.

“Iyaaaa Guuuuuuuuuuk, kitaaaa beluuuuuum sampai di manaaaa-manaaaa, jangan jumawaaaaaaaa, bulaaaan masiiiiiiiih jauh, guuuuuk,“ kata Agus yang beberapa waktu lalu usai menonton The Science of Fiction garapan Mas Yosep Anggi Noen

Sementara itu terlihat Jecko sudang menggambar daun Monstera di dinding kelas, dengan cat berwarna hitam, dengan ornamen sulur-sulur memanjang,, di antara belahan daun monstera. Ornamen khasnya itu menembus jendela, kemudian menggeliat ke dinding lainnya, secara beraturan namun tampak acak, gambar itu menjelma seorang lelaki yang menari di atas daun Monstera.

“Di daun ini, coba kamu perhatikan banyak sekali gurat-gurat yang menuju satu hilir. Guratan ini kemungkinan besar bisa kubentuk jadi partitur tubuhku saat menari, aku hendak menyimpan memori guratan itu ke dalam otot-otot tubuhku,” kata Jecko sembari menari patah-patah di atas meja.

“Kak Jecko, bisakah gerakan tubuhmu itu, aku rekam. Aku ingin mencatat kecenderungannya, lalu mengkatalogisasinya menjadi satuan ukuran dalam bangunan panggung yang ingin aku buat” kata Dedek yang ternyata dari tadi memperhatikan gerakan Jecko dengan seksama, sembari mencatata kemungkinan ruang yang bisa ia wujudkan.

Menuju 5 tahun saya belajar di Teater Kalangan, merupakan suatu pencapaian yang cukup mengejutkan. jika diibaratkan Teater Kalangan adalah suatu ilmu, kami sedang menyusun kurikulum, sampai saat ini pun belum ketemu bagaimana cara menyampaikannya secara lugas dan sistematis, sebab ilmu ini  sedang kami raba-raba bersama dengan berbagai cara pandang yang kami amini. Jika diibaratkan Teater Kalangan adalah sebuah warung kami sedang sibuk di dapur, memilih bahan premium, memilih alat-alat yang ideal, menata letak kompor, piring, dan lain sebagainya agar kerja kami ergonomis dan efisien.

Kami juga sedang bertengkar menyusun menu, serta bagaimana cara menyajikannya ke pelanggan. Pengibaratan yang saya katakan bukan berarti semua anggota Kalangan adalah orang yang baru belajar, sekali lagi bukan. Justru kawan-kawan saya ini sudah memiliki pisaunya masing-masing dalam estetikanya berkesenian. Maka dari itu susah sekali menyatukan pisau ini, eh atau jangan-jangan tidak perlu di satukan  ya ?.

“Guru, lalu bagaimana misalnya jika suatu tumbuhan tidak mampu beradaptasi, apa yang terjadi?” tanya Iin yang sedari tadi asik mencatat apa yang dikatakan Guru itu.

Guru itu menjelaskan bahwa tumbuhan itu sama saja dengan tubuh kita, yang sedang memakai pakaian. Pakaian itu ialah ruang tumbuh si tumbuhan, jika tubuh tumbuh maka pakaian yang digunakan harus sesuai dengan ruang gerak  tumbuhan itu.  Maka dari itu pakaian haruslah menyesuaikan bila perlu memiliki berbagai kemungkinan  yang tidak bisa ditebak, atau pakaian itu mempunyai support sistem yang bagus, dengan segala juangnya untuk menjaga tubuh agar tetap tumbuh dengan leluasa. Namun jika pakaian tidak mendukung, lingkungan yang tidak selaras dengan apa yang diperlukan tumbuhan, Maka tumbuhan akan mati, depresi.

“Lalu berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat baju yang serba siaga itu,” kata Devy yang sudah mulai menghitung biaya gono-gininya

Jika diibaratkan Teater Kalangan sebagai sebuah ruang, seperti baju itu, kami tengah berinvestasi jor-joran untuk menciptakan ruangan yang baik, bagi masa tumbuh yang menjanjikan. Investasi tenaga, waktu, uang dan juga segala upaya yang melingkupinya. Ruangan yang saya maksud bukan ruangan imajiner ya, melainkan sistem yang berjalan agar segala komponen dalam ruang itu terjaga ketahanannya. 

Berangkat dari premis itu, kami pun sepakat untuk membangun nyata ruang yang kami inginkan itu, salah satunya membentuk badan usaha jualan. Sebab roda produksi tidak akan bergerak jika aliran dana masih bergantung pada pihak ketiga, Tahun 2021 ini kami menatap teater sebagai dunia nyata, dunia yang bisa menghidupi kami secara  batin maupun lahiriah

Tidak dinyana Manik sudah menyodorkan desain baju Teater Kalangan, untuk dijual secara massive kepada publik.  Ia presentasi ke depan kelas menggantikan Guru itu.

“Ini logo kalangan dengan sebuah pohon yang tumbuh, desain ini berdasarkan interpretasiku terhadap pelajarannya Guru itu. Betul juga, kita semua ini pohon-pohon kecil yang ingin tumbuh berlebih, tapi semua butuh waktu, butuh ruang sendiri yang mapan, kita mulai dengan jualan baju ini ya” kata Manik menggebu.

“Kuang warnain dik don ne, Nik, jang di pinggir desain ne, logone kuang gede,” komentar Suma

“Siaaaaaaaap, Kak Maniiiiik,” kata Aguk sambil mengacungkan jempol berkali-kali.

“Inilaaaaah Manik, penyaiiiiir kitaa,” kata Agus.

“Aku ngikut aja, bagus!” kata Jecko

“Nanti dicetak di stella aja, Nik, pasti dapet diskon,” saran Devy

“Sistem ordernya aku yang urus,” ujar Iin

“Oooo gitu, kerjaanku apa dong,” sergah Dedek

Kira-kira begitulah kami bersembilan belajar dalam kurun waktu yang tidak ditentukan, ya namanya juga kelas, pasti ada yang naik kelas, ketinggalan kelas,  pindah kelas, dispen dan lain sebagainya. itu wajar

Pada 2021 yang kita harapkan baik-baik saja ini, tidak ada resolusi yang tercatat di desktop, tidak ada juga note-note muluk  kinerja untuk ke depan, yang ada adalah kerja nyata, kerja dalam batasan realitas. Teater bukan lagi semacam hobi yang bisa ditinggalkan jika masanya usai, lalu dimainkan lagi ketika musimnya datang. Bukan hobi melayangan yang muncul karena perhitungan musim angin. Teaterlah yang menggerakkan musim. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekologisme Batur | Kenakalan Berpikir Jero Penyarikan Duuran Batur

Next Post

Bulan Bahasa Bali | Sebulan Prasara 89 Karya Prasi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bulan Bahasa Bali | Sebulan Prasara 89 Karya  Prasi

Bulan Bahasa Bali | Sebulan Prasara 89 Karya Prasi

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co