2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Silaturahmi Topeng, Teater, Ibu, dan Lain-lain #Catatan Pentas di Melaka Malaysia

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 3, 2019
in Khas
Silaturahmi Topeng, Teater, Ibu, dan Lain-lain #Catatan Pentas di Melaka Malaysia

Kolaborasi dengan seniman Malaysia

Tahun lalu, Oktober 2018, seorang Profesor dari Universiti Putra Malaysia menjadi salah satu pembicara kunci di seminar internasional di kampus saya. Namanya Profesor Jayakaran Munkundan. Saya mengenal beliau karena sering mengikuti konferensi internasional yang menghadirkan beliau sebagai pembicara kunci, dan juga karena setahun sebelumnya, 2017, saya menjadi pembicara juga di konferensi yang digelar beliau di Melaka.

Namun bedanya, kali ini ketika beliau ke Singaraja, kebetulan di kampus saya sedang hadir Dr. Carmencita Palermo (saya terbiasa memanggilnya Carmencita saja), seorang seniman topeng asal Italia, yang sedang mencari data dalam risetnya mengenai projek saya saat itu 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah, dimana Carmencita juga selain sebagai peneliti juga terlibat dalam proses latihan beberapa kali.

Nah, pertemuan Prof. Jayakaran dan Carmencita berbuah sebuah diskusi tentang projek saya yang akan direspon dalam bentuk pertunjukan. Sebagai seorang penyelenggara konferensi yang terkenal bertangan dingin, Prof. Jayakaran langsung punya ide mementaskan projek saya sebagai bagian dari konferensi tahun ini, International Conference on Creative Teaching, Assessment and Research, di Melaka Malaysia yang baru saja berakhir kemarin, 28 Juni 2019.


Usai pementasan

Singkat cerita, sesungguhnya tak ada yang terlalu singkat dalam sebuah proses. Perkenalan saya dengan Carmencita Palermo, adalah sebuah proses panjang. Diawali dengan sebuah tulisan saya yang pernah terbit di situs ini, tentang perempuan Bali, yang berujung viral dan berujung gaduh, yang diakhiri dengan dicabutnya tulisan itu. Sejak itu Carmencita mencari saya, karya saya, dan mewawancarai saya. Pertemuan saya pertama dengannya terjadi di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, saya ingat saat itu saya pulang kampung, dan Carmencita bersikukuh bertemu dengan saya. Mengingat dia terbang jauh-jauh hanya untuk ketemu saya, lalu sayapun bersedia diwawancarai.

Akhirnya setelah itu, kami sering berdiskusi baik lewat pesan-pesan di email, whatsapp, maupun di darat karena Carmencita sangat tertarik dengan apapun isu mengenai perempuan Bali. Lalu di projek saya 11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah saya memberitahu Carmencita bahwa ini adalah projek mendengar perempuan dan membuat perempuan bersuara melalui pendekatan teater dokumenter. Saya menjadi terharu sebab Carmencita ikut terlibat di dua produksi dari 11 produksi teater saya.


Pentas

Dia hadir memberi kesegaran baru, memberi usul, pertimbangan bahkan masukan. Saya menerimanya dengan terbuka. Sebab semua kemungkinan sepanjang bermakna, sangat penting untuk pertumbuhan teater yang saya kerjakan. Semuanya organik saja, alami dan spontan dari hati. Kembali ke soal undangan pementasan di Melaka, Malaysia, kami akhirnya diundang sebagai featured speakers bersama nama-nama besar dan para pakar dunia pendidikan Bahasa Inggris yang buku-bukunya menjadi santapan kuliah sehari-hari saya, seperti Prof. Alan Maley, Prof. Diane Larsen Freeman, Carolyn Graham dan Dr. Willy Renandya. Bagi yang penasaran siapa mereka silakan google nama mereka.

Singkat cerita, datanglah masa-masa persiapan kami berangkat. Meskipun penunjukan bahwa kami akan pentas sudah setahun lalu, namun proses menuju pentas benar-benar hanya 3 hari sebelum berangkat. Mengapa. Tentu karena kami berada di dua benua berbeda. Carmencita di Italia dan saya di Bali.  

Lalu, satu lagi tim kami adalah Ibu Dr. Made Ratminingsih, M.A., seorang senior, guru saya sekaligus kini menjadi kolega di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Karakter akademisi yang kental dan penuh struktur membuat Ibu Ratmi sedikit panik, ketika seminggu sebelum berangkat belum tampak ada persiapan. Saya sih santai karena tahu Carmencita dan kami sudah pernah berproses bersama di projek saya. Namun dengan Bu Ratmi belum pernah.



Sehingga terjadilah ketegangan sebelum keberangkatan. Kami seniman terbiasa spontan dan sangat mengandalkan intuisi dan mood, sedangkan Bu Ratmi lebih mengedepankan struktur. Kami berkomunikasi intens, dua hari latihan. Menjelang keberangkatan, mulai ada titik terang dalam konsep pertunjukan kami. Konsep sederhanya begini, Carmencita menari, saya menyanyi, Bu Ratmi menabuh. Ada pula konsep melibatkan audiens dan kami tentu belum bisa mencobakannya di Bali. Karena konsep pelibatan audiens harus live dan spontan. Dan tentulah kenyataannya tidak sesederhana itu.

Akhirnya beginilah pertunjukan itu dibuka. Dengan kidung yang saya nyanyikan.

Sang Hyang Candra tarantaka

Pinaka dipa

Mamadhangi ri kala wengi

Perlahan sekali Carmencita masuk, bernafas, membuka kain penutup topengnya dan perlahan sekali membuka tarian.

Lalu lanjut

Sang Hyang Surya

Sedeng prabhasa maka dipa

Mamadhangi ri bumi mandala

Demikian lah. Setelah kidung mengalir, lalu saya membaca puisi.

Bagian demi bagian mengalir. Yang menarik adalah bagian intermezzo dimana saya melibatkan audiens membaca bagian naskah 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah, satu naskah diwakili satu kalimat saja. Ini pekerjaan sulit dari perspektif saya sebagai penulis naskah dimana satu naskah besar harus diperas jadi satu kalimat saja. Akhirnya ada 11 kalimat dari 11 naskah. Salah duanya adalah; “He almost killed me, I almost killed him; We divorced.”; “I build houses, but I don’t have my own.”

Kalimat ini kami bagikan sebelum pementasan dan kami cobakan audiens mengucapkannya. Saya beri kode kapan saat mereka harus membaca lembut, keras, bersama, dan berhenti. Spontan seperti mengajari orang bernyanyi. Saya merasa ini bagian teruniknya. Semua penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Mereka kami titipi ‘suara’ 11 Ibu yang mereka ‘suarakan’.

Bagian kedua saya isi puisi saya “Tonight is not Fine”. Puisi ini direspon oleh Carmencita dengan gerak ritmis dan begitupun tabuh Bu Ratmi, sangat dinamis.  

Bagian ketiga saya isi kidung Wargasari Ida Ratu dan  puisi saya “Let Her Go”. Akhirnya ditutup manis  dengan nyanyian dan tarian janger. Prof. Jayakaran kami undang menari dan menimbulkan gelak tawa audiens.

Link beberapa video ada disini :

https://www.instagram.com/p/BzctoXuhkpK/?igshid=1h747483yq5zf

Keseluruhan pentas memakan waktu kira-kira 35-40 menit. Lalu diskusi. Nah pada diskusi inilah ada sekitar 10 pertanyaan dari audiens yang merespons pentas kami dari segi isu feminisme, isu budaya, dan isu terkait lainnya.

Jika tidak dihentikan, pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir deras. Akhirnya diskusi resmi ditutup namun diskusi non resmi terus berlangsung. Beberapa peserta yang hadir dan bertahan masih menunggu kami untuk diajak ngobrol. Di antaranya adalah Prof. Jayakaran, Prof. Diane Larsen Freeman, Prof. Ghouse, Dr. Lee Su Kim, Rosnan Rahman, dan Shujata. Juga ada peserta konferensi dari Malaysia, beberapa dari India, dari Iran, dan beberapa dari Indonesia.

Namun yang terjadi kemudian setelah diskusi dan hampir semua peserta sudah meninggalkan ruangan adalah kolaborasi spontan yang terjadi antara kami; saya, Carmencita, dan Bu Ratmi dengan dua seniman Malaysia yaitu Prof. Ghouse, dan Rosnan Rahman. Prof. Ghouse ahli seni pertunjukan dan Rosnan Rahman adalah penari pakyong dari Kelantan. Pertunjukan spontan yang terjadi adalah saya menyanyi kidung Bali, Rosnan menyanyi lagu tradisional Kelantan, Carmencita menari topeng, Prof. Ghouse memainkan rebab, Bu Ratmi menabuh kendang.

Spontanitas ini dapat dilihat di link:

https://www.instagram.com/tv/BzSxz2nAi_h/?igshid=1848hg1r7dyu6

Demikianlah yang terjadi.

Kemungkinan lain dari pementasan ini adalah adanya tali silaturahmi budaya yang lebih kental, dimana batas-batas akademik jadi lebur, dan persahabatan terjalin lebih rileks dan alami. Hal ini kemudian menjadi sebuah oleh-oleh batin yang melekat dalam memori melebihi memori lainnya.   [T]

Tags: MalaysiaTeatertopeng
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Don Quixote di Semarang

Next Post

Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co