12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Silaturahmi Topeng, Teater, Ibu, dan Lain-lain #Catatan Pentas di Melaka Malaysia

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 3, 2019
in Khas
Silaturahmi Topeng, Teater, Ibu, dan Lain-lain #Catatan Pentas di Melaka Malaysia

Kolaborasi dengan seniman Malaysia

Tahun lalu, Oktober 2018, seorang Profesor dari Universiti Putra Malaysia menjadi salah satu pembicara kunci di seminar internasional di kampus saya. Namanya Profesor Jayakaran Munkundan. Saya mengenal beliau karena sering mengikuti konferensi internasional yang menghadirkan beliau sebagai pembicara kunci, dan juga karena setahun sebelumnya, 2017, saya menjadi pembicara juga di konferensi yang digelar beliau di Melaka.

Namun bedanya, kali ini ketika beliau ke Singaraja, kebetulan di kampus saya sedang hadir Dr. Carmencita Palermo (saya terbiasa memanggilnya Carmencita saja), seorang seniman topeng asal Italia, yang sedang mencari data dalam risetnya mengenai projek saya saat itu 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah, dimana Carmencita juga selain sebagai peneliti juga terlibat dalam proses latihan beberapa kali.

Nah, pertemuan Prof. Jayakaran dan Carmencita berbuah sebuah diskusi tentang projek saya yang akan direspon dalam bentuk pertunjukan. Sebagai seorang penyelenggara konferensi yang terkenal bertangan dingin, Prof. Jayakaran langsung punya ide mementaskan projek saya sebagai bagian dari konferensi tahun ini, International Conference on Creative Teaching, Assessment and Research, di Melaka Malaysia yang baru saja berakhir kemarin, 28 Juni 2019.


Usai pementasan

Singkat cerita, sesungguhnya tak ada yang terlalu singkat dalam sebuah proses. Perkenalan saya dengan Carmencita Palermo, adalah sebuah proses panjang. Diawali dengan sebuah tulisan saya yang pernah terbit di situs ini, tentang perempuan Bali, yang berujung viral dan berujung gaduh, yang diakhiri dengan dicabutnya tulisan itu. Sejak itu Carmencita mencari saya, karya saya, dan mewawancarai saya. Pertemuan saya pertama dengannya terjadi di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, saya ingat saat itu saya pulang kampung, dan Carmencita bersikukuh bertemu dengan saya. Mengingat dia terbang jauh-jauh hanya untuk ketemu saya, lalu sayapun bersedia diwawancarai.

Akhirnya setelah itu, kami sering berdiskusi baik lewat pesan-pesan di email, whatsapp, maupun di darat karena Carmencita sangat tertarik dengan apapun isu mengenai perempuan Bali. Lalu di projek saya 11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah saya memberitahu Carmencita bahwa ini adalah projek mendengar perempuan dan membuat perempuan bersuara melalui pendekatan teater dokumenter. Saya menjadi terharu sebab Carmencita ikut terlibat di dua produksi dari 11 produksi teater saya.


Pentas

Dia hadir memberi kesegaran baru, memberi usul, pertimbangan bahkan masukan. Saya menerimanya dengan terbuka. Sebab semua kemungkinan sepanjang bermakna, sangat penting untuk pertumbuhan teater yang saya kerjakan. Semuanya organik saja, alami dan spontan dari hati. Kembali ke soal undangan pementasan di Melaka, Malaysia, kami akhirnya diundang sebagai featured speakers bersama nama-nama besar dan para pakar dunia pendidikan Bahasa Inggris yang buku-bukunya menjadi santapan kuliah sehari-hari saya, seperti Prof. Alan Maley, Prof. Diane Larsen Freeman, Carolyn Graham dan Dr. Willy Renandya. Bagi yang penasaran siapa mereka silakan google nama mereka.

Singkat cerita, datanglah masa-masa persiapan kami berangkat. Meskipun penunjukan bahwa kami akan pentas sudah setahun lalu, namun proses menuju pentas benar-benar hanya 3 hari sebelum berangkat. Mengapa. Tentu karena kami berada di dua benua berbeda. Carmencita di Italia dan saya di Bali.  

Lalu, satu lagi tim kami adalah Ibu Dr. Made Ratminingsih, M.A., seorang senior, guru saya sekaligus kini menjadi kolega di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Karakter akademisi yang kental dan penuh struktur membuat Ibu Ratmi sedikit panik, ketika seminggu sebelum berangkat belum tampak ada persiapan. Saya sih santai karena tahu Carmencita dan kami sudah pernah berproses bersama di projek saya. Namun dengan Bu Ratmi belum pernah.



Sehingga terjadilah ketegangan sebelum keberangkatan. Kami seniman terbiasa spontan dan sangat mengandalkan intuisi dan mood, sedangkan Bu Ratmi lebih mengedepankan struktur. Kami berkomunikasi intens, dua hari latihan. Menjelang keberangkatan, mulai ada titik terang dalam konsep pertunjukan kami. Konsep sederhanya begini, Carmencita menari, saya menyanyi, Bu Ratmi menabuh. Ada pula konsep melibatkan audiens dan kami tentu belum bisa mencobakannya di Bali. Karena konsep pelibatan audiens harus live dan spontan. Dan tentulah kenyataannya tidak sesederhana itu.

Akhirnya beginilah pertunjukan itu dibuka. Dengan kidung yang saya nyanyikan.

Sang Hyang Candra tarantaka

Pinaka dipa

Mamadhangi ri kala wengi

Perlahan sekali Carmencita masuk, bernafas, membuka kain penutup topengnya dan perlahan sekali membuka tarian.

Lalu lanjut

Sang Hyang Surya

Sedeng prabhasa maka dipa

Mamadhangi ri bumi mandala

Demikian lah. Setelah kidung mengalir, lalu saya membaca puisi.

Bagian demi bagian mengalir. Yang menarik adalah bagian intermezzo dimana saya melibatkan audiens membaca bagian naskah 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah, satu naskah diwakili satu kalimat saja. Ini pekerjaan sulit dari perspektif saya sebagai penulis naskah dimana satu naskah besar harus diperas jadi satu kalimat saja. Akhirnya ada 11 kalimat dari 11 naskah. Salah duanya adalah; “He almost killed me, I almost killed him; We divorced.”; “I build houses, but I don’t have my own.”

Kalimat ini kami bagikan sebelum pementasan dan kami cobakan audiens mengucapkannya. Saya beri kode kapan saat mereka harus membaca lembut, keras, bersama, dan berhenti. Spontan seperti mengajari orang bernyanyi. Saya merasa ini bagian teruniknya. Semua penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Mereka kami titipi ‘suara’ 11 Ibu yang mereka ‘suarakan’.

Bagian kedua saya isi puisi saya “Tonight is not Fine”. Puisi ini direspon oleh Carmencita dengan gerak ritmis dan begitupun tabuh Bu Ratmi, sangat dinamis.  

Bagian ketiga saya isi kidung Wargasari Ida Ratu dan  puisi saya “Let Her Go”. Akhirnya ditutup manis  dengan nyanyian dan tarian janger. Prof. Jayakaran kami undang menari dan menimbulkan gelak tawa audiens.

Link beberapa video ada disini :

https://www.instagram.com/p/BzctoXuhkpK/?igshid=1h747483yq5zf

Keseluruhan pentas memakan waktu kira-kira 35-40 menit. Lalu diskusi. Nah pada diskusi inilah ada sekitar 10 pertanyaan dari audiens yang merespons pentas kami dari segi isu feminisme, isu budaya, dan isu terkait lainnya.

Jika tidak dihentikan, pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir deras. Akhirnya diskusi resmi ditutup namun diskusi non resmi terus berlangsung. Beberapa peserta yang hadir dan bertahan masih menunggu kami untuk diajak ngobrol. Di antaranya adalah Prof. Jayakaran, Prof. Diane Larsen Freeman, Prof. Ghouse, Dr. Lee Su Kim, Rosnan Rahman, dan Shujata. Juga ada peserta konferensi dari Malaysia, beberapa dari India, dari Iran, dan beberapa dari Indonesia.

Namun yang terjadi kemudian setelah diskusi dan hampir semua peserta sudah meninggalkan ruangan adalah kolaborasi spontan yang terjadi antara kami; saya, Carmencita, dan Bu Ratmi dengan dua seniman Malaysia yaitu Prof. Ghouse, dan Rosnan Rahman. Prof. Ghouse ahli seni pertunjukan dan Rosnan Rahman adalah penari pakyong dari Kelantan. Pertunjukan spontan yang terjadi adalah saya menyanyi kidung Bali, Rosnan menyanyi lagu tradisional Kelantan, Carmencita menari topeng, Prof. Ghouse memainkan rebab, Bu Ratmi menabuh kendang.

Spontanitas ini dapat dilihat di link:

https://www.instagram.com/tv/BzSxz2nAi_h/?igshid=1848hg1r7dyu6

Demikianlah yang terjadi.

Kemungkinan lain dari pementasan ini adalah adanya tali silaturahmi budaya yang lebih kental, dimana batas-batas akademik jadi lebur, dan persahabatan terjalin lebih rileks dan alami. Hal ini kemudian menjadi sebuah oleh-oleh batin yang melekat dalam memori melebihi memori lainnya.   [T]

Tags: MalaysiaTeatertopeng
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Don Quixote di Semarang

Next Post

Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Tren Kekinian Memutihkan Gigi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co