13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arak & Boemi Poetra

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 2, 2021
in Esai
Arak & Boemi Poetra

Buku BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden - 1920.

— Catatan Harian Sugi Lanus 17 Maret 2019

Kadang ada yang bertanya: Apakah arak bagian dari budaya Bali?

Jawaban singkat saya biasanya begini:

Arak dahulunya banyak digunakan untuk pengobatan. Contoh dalam lontar Usada Cukildaki dan lontar Usada Tenung Laya menyebut Arak sebagai media pencampur obat. Arak konon dibawa ketika perang sebagai penahan sakit kalau luka, kena tombak, atau pembunuh kuman yang efektif ketika terluka.

Arak sejarahnya bukan minuman harian yang dipakai mabuk-mabukan di jalan atau sembarang tempat. Arak menjadi bagian kehidupan pedesaan Bali ketika Bali masih tidak ada motor dan mobil.

Poster diskusi di Rumah Sanur tentang bagaimana minum tapi bertanggungjawab. Bertanggung jawab pada keselamatan diri, keselamatan orang lain, dan menghormati ketentraman masyarakat sekitar. Drinking responsibly.

Arak menjadi sangat membahayakan ketika dicampur dengan mobil dan motor: Minum arak lalu naik motor. Minum arak lalu nyetir truk. Arak aman-aman saja kalau dalam kesendirian dan tidak dalam kerumunan atau dalam berkendaraan. Karena kendaraan bermotor tidak ada dulu di jaman kerajaan atau jaman sebelum kemerdekaan, jadi arak ya aman-aman saja. Sekarang kasus kecelakaan karena alkohol cukup signifikan di Bali. Jadi bukan soal haram, tapi bisa mencelakai (harm).

Dulu orang Bali minum di acara-acara khusus saja dan tidak naik mobil atau motor pulangnya, paling jalan kaki atau minum di tetangga. Kalau mereka terjatuh mabok juga hanya masuk selokan atau terantuk pematang sawah. Jadi tak ada data sebelum kemerdekaan orang Bali mati minum arak naik motor. Sekarang? Arak dicampur naik motor yang sangat membahayakan.

Terlebih sekarang Arak membutakan dan membunuh karena dicampur metanol Dicampur obat nyamuk. Dicampur penguat dll. Dulu tidak ada pebisnis dan distributor main-main melipatganda keuntungan dengan mencampur alkohol obat lupa atau metanol lainnya sehingga tidak ada orang Bali sebelum kemerdekaan mati karena arak metanol.

Budaya minum juga dulu diawasi oleh teman-teman di desa, di penggak, tiga bulanan, atau pernikahan. Minum dengan tetangga dan keluarga, ketawa-ketawa, dan tidur di tempat. Sekarang anak-anak minum di trotoar atau depan ruko yang tutup, dengan orang yang tidak dikenal atau malah bertanding, jadi tidak saling jaga, tapi adu jago campur obat nyamuk, dll berujung maut mati karena oplosan atau mati kebut-kebutan dan kecelakaan akibat usai minum di trotoar langsung naik motor.

Yang harus diregulasi adalah bagaimana menurunkan resiko-resiko tersebut. Jadi harus diawasi peredaran dan tempat-tempat mana saja boleh minum. Arak bukan hanya urusan berjualan ke wisatawan asing, tapi faktor resiko dampak mematikan dan budaya minum tak bertanggungjawab ini harus diregulasi dan ditegakkan dengan team khusus.

Mesti ada penyuluhan bagaimana berkesadaran untuk tidak mengendarai setelah menegak minuman beralkohol. Harus ada penegakan bahwa 21 tahun baru seseorang secara hukum dianggap legal minum minuman beralkohol, dan sebelum itu melanggar.

Bazar di desa-desa di Bali pun harus memikirkan dampak dan aturan hukum ini.

Kalau mau mulai, mulailah ketika buat bazar di banjar/desa dengan membuat ruang khusus dewasa di atas 21 tahun yang ada alkoholnya, dan ruang atau meja-meja non alkohol.

Itulah jawaban singkat saya.

Lalu pertanyaan lain muncul: Semenjak kapan ada pelarangan atau mulai ada kepedulian terhadap bahaya alkohol?

Saya menemukan buku tertua berbahasa Melayu (terjemahan Belanda) yang saya temukan khusus terkait kepedulian alkohol ada dicetak di tahun 1920.

Judulnya:

BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden – 1920.

Silahkan simak pendahuluannya:

PENDAHOELOEAN

Mengeloewarkan kitab ini ijalah dengan doewa maksoed, pertama: akan memberi pemandangan jang ringkas tentang masalah minoeman keras, teroetama sekali dapat dipakai oentoek Hindia-Belanda dan bergoena sekali bagi orang-orang jang hendak mengetahoeinja; dan kedoewa: akan memberi keterangan bagi goeroe-goeroe Boemipoetera jang hendak memperkatakan perkara ini pada waktoe ija mengadjar.

Segala jang dipergoenakan oentoek karangan ini teroetama sekali diambil dari kitab jang bernama „Het alcohol-vraagstuk”, karangan toewan Dr. H. Buringh Boekhoudt, jang disoedahkan oléh toewan „A. J. van der Weyde” (dikeloewarkan oléh G. J. Slothouwer di Amersfoort), dan djoega dari Rapport toewan A. J. N. Engelenberg, Residén Bangka dan daérah ta’loeknja tentang pemeriksaannja (alcohol-enquête) dalam tahoen 1915; dalam pada itoepoen ada lagi diperhatikan isi nota (soerat) tentang hal ini karangan toewan Hoofdinspecteur der In- en Uitvoerrechten en Accijnzen (pebijan) di’alamatkan kepada Pemerintah, dan tertoelis pada tanggal 13 boelan Augustus tahoen 19172). Atoeran karangan ini hampir sama benar dengan karangan toewan Dr. H. Buringh Boekhoudt itoe.

Barang sijapa hendak mengetahoei lebih djaoeh hal alcohol jang ada di Hindia Belanda ini dan apa-apa nasihat (keterangan jang telah diberi oléh beberapa toewan-toewan atau perkoempoelan-perkoempoelan dalam hal mentjegah ketagihan minoem alcohol itoe, baiklah ija membatja rapport toewan Engelenberg itoe.

Akan tetapi haroeslah diingat djoega djoemlah-djoemlah tentang banjaknja alcohol jang terseboet dalam rapport itoe beloemlah djoemlah jang sebenar-benarnja, karena:

1. djoemlah djiwa koerang terang;

2. banjak alcohol jang dibawa orang masoek ke Hindia ini dalam satoe-satoe tahoen berlain-lainan, jaïtoe sebab berhoeboengan dengan pelbagai matjam keadaan (misalnja: dalam tahoen 1892 ada kira-kira 600.000 liter lebih banjak dibawa orang ke Hindia ini dari pada dalam tahoen 1891 dan 1893, sebabnja ij al ah karena ada maksoed Pemerintah akan mempemaik bija minoeman keras jang dibawa masoek ke Hindia ini.

3. Oléh toewan Engelenberg itoe ta’ tetap dimasoekkannja dalam perhitoengannja barang-barang tiroean (lantjoeng), jang atjap amat dipergoenakan toewan-toewan saudagar (oemp: sekarang atjap amat arak itoe didjoewal orang akan djadi tiroean jenever (sopi), cognac (berendi) whisky.(wesM) jang datang dari Eropah jaïtoe sesoedah dipermatjam-matjamkannja dahoeloe. (Lihatlah bab V dalam karangan ini!). Sepatah lagi dari hal isi karangan ini!

Bahwa sanja adalah pelbagai matjam keberatan jang dirasaï orang bilamana ija hendak memperbintjangkan sesoewatoe hal, jang boléh dikatakan masih „baroe” bagi Boemipoetera ini.

Lebih dahoeloe haroeslah diterangkan kepada pembatja apaapa jang akan diperkatakan itoe, kemoedijan haroeslah kita bekerdja dengan seringkas-ringkasnja, goenanja akan mendjaga soepaja pembatja-pembatja, jang beloem mengetahoei beberapa hal, djangan bertjabang pikirannja; djikalau demikijan nistjajalah koerang tadjam makan karangan kita. Sebagai poela ta’ perloe lagi kepada si pembatja itoe dengan setjoekoeptjoekoepnja diterangkan akan keadaan alcohol ini, karena dalam beberapa hal djaoeh- sekali berlainan keadaan di Hindia ini dengan keadaan jang di Eropah.

Berhoeboengan dengan jang terseboet diatas, maka dalam kitab ini hanja dengan ringkas sadjalah diperkatakan halhalnja jang oetama; jang dinjatakan benar ijalah jang perloe sadja dan perkara-perkara jang soedah ‘oemoem dipandang sah. Dalam pada itoepoeri tijadalah poela diloepakan oedjoed karangan ini.

Maka adalah djoega termaksoed akan memperkatakan pasal ini lebih djaoeh dalam soerat jang beloem berwaktoe-waktoe atau dalam boekoe sebaran (brochure, batja: brosjoer), jaïtoe tentang beberapa bahagian-bahagiannja jang amat penting. Djika hendak membatja soerat dan boekoe sebaran jang akan diadakan itoe, maka kitab inipoen boléhlah didjadikan sesoewatoe penoendjoek djalan (voor studie) bagi itoe. Barang sijapa jang telah mengetahoei isi kitab ini, nistjajalah dengan lekas sadja ija mengerti atau tahoe akan segala isi karang-karangan itoe, jang dalamnja lebih djaoeh diperkatakan bahagian-bahagian pasal itoe, serta ada poela diperbintjangkan keadaan-keadaan di negeri asing.

PENDAHOELOEAN, Buku BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden – 1920.

Catatan kaki dari pendahuluan ini:

1) Djikalau oentoek jang sedemikijan, kitab inipoen boléhlah didjadikan soewatoe tambahan jang amat perloe bagi kitab Pantja Warna jang kelima karangan jang mengarang kitab ini djoega. Dalam kitab jang terseboet itoe pasal ini hanja dengan ringkas sadja diperkatakan sekadar perloe bagi sekolah rendah Boemipoetera sadja.

2) Kalau hendak menjelidiki perkara alcohol ini boléh bergoena benar keterangan toewan A. Don dan Th. W. van der Woude. „Het boek van den alcohol” namanja, (tjétakan kedoewa, Amsterdam, oléh S. L. van Looy).

J. Kats adalah ahli Bahasa Kawi (Jawa Kuno) yang ternama. Karya terkenalnya adalah “Sang Hyang Kamahayanikan: Oud-Javaansche Tekst mit Inleiding, Vertaling, en Aanteekeningen”. Diterbitkan oleh penerbuit: ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff, 1910. [T]

Tags: arakarak baliBelandaBukuminuman beralkohol
Share330TweetSendShareSend
Previous Post

Dokter & Dukun, Tujuan Sama, Satu Naik Heli, Satu Naik Boat, Tidaklah Bertabrakan…

Next Post

Garis Waktu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Garis Waktu

Garis Waktu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co