2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arak & Boemi Poetra

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 2, 2021
in Esai
Arak & Boemi Poetra

Buku BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden - 1920.

— Catatan Harian Sugi Lanus 17 Maret 2019

Kadang ada yang bertanya: Apakah arak bagian dari budaya Bali?

Jawaban singkat saya biasanya begini:

Arak dahulunya banyak digunakan untuk pengobatan. Contoh dalam lontar Usada Cukildaki dan lontar Usada Tenung Laya menyebut Arak sebagai media pencampur obat. Arak konon dibawa ketika perang sebagai penahan sakit kalau luka, kena tombak, atau pembunuh kuman yang efektif ketika terluka.

Arak sejarahnya bukan minuman harian yang dipakai mabuk-mabukan di jalan atau sembarang tempat. Arak menjadi bagian kehidupan pedesaan Bali ketika Bali masih tidak ada motor dan mobil.

Poster diskusi di Rumah Sanur tentang bagaimana minum tapi bertanggungjawab. Bertanggung jawab pada keselamatan diri, keselamatan orang lain, dan menghormati ketentraman masyarakat sekitar. Drinking responsibly.

Arak menjadi sangat membahayakan ketika dicampur dengan mobil dan motor: Minum arak lalu naik motor. Minum arak lalu nyetir truk. Arak aman-aman saja kalau dalam kesendirian dan tidak dalam kerumunan atau dalam berkendaraan. Karena kendaraan bermotor tidak ada dulu di jaman kerajaan atau jaman sebelum kemerdekaan, jadi arak ya aman-aman saja. Sekarang kasus kecelakaan karena alkohol cukup signifikan di Bali. Jadi bukan soal haram, tapi bisa mencelakai (harm).

Dulu orang Bali minum di acara-acara khusus saja dan tidak naik mobil atau motor pulangnya, paling jalan kaki atau minum di tetangga. Kalau mereka terjatuh mabok juga hanya masuk selokan atau terantuk pematang sawah. Jadi tak ada data sebelum kemerdekaan orang Bali mati minum arak naik motor. Sekarang? Arak dicampur naik motor yang sangat membahayakan.

Terlebih sekarang Arak membutakan dan membunuh karena dicampur metanol Dicampur obat nyamuk. Dicampur penguat dll. Dulu tidak ada pebisnis dan distributor main-main melipatganda keuntungan dengan mencampur alkohol obat lupa atau metanol lainnya sehingga tidak ada orang Bali sebelum kemerdekaan mati karena arak metanol.

Budaya minum juga dulu diawasi oleh teman-teman di desa, di penggak, tiga bulanan, atau pernikahan. Minum dengan tetangga dan keluarga, ketawa-ketawa, dan tidur di tempat. Sekarang anak-anak minum di trotoar atau depan ruko yang tutup, dengan orang yang tidak dikenal atau malah bertanding, jadi tidak saling jaga, tapi adu jago campur obat nyamuk, dll berujung maut mati karena oplosan atau mati kebut-kebutan dan kecelakaan akibat usai minum di trotoar langsung naik motor.

Yang harus diregulasi adalah bagaimana menurunkan resiko-resiko tersebut. Jadi harus diawasi peredaran dan tempat-tempat mana saja boleh minum. Arak bukan hanya urusan berjualan ke wisatawan asing, tapi faktor resiko dampak mematikan dan budaya minum tak bertanggungjawab ini harus diregulasi dan ditegakkan dengan team khusus.

Mesti ada penyuluhan bagaimana berkesadaran untuk tidak mengendarai setelah menegak minuman beralkohol. Harus ada penegakan bahwa 21 tahun baru seseorang secara hukum dianggap legal minum minuman beralkohol, dan sebelum itu melanggar.

Bazar di desa-desa di Bali pun harus memikirkan dampak dan aturan hukum ini.

Kalau mau mulai, mulailah ketika buat bazar di banjar/desa dengan membuat ruang khusus dewasa di atas 21 tahun yang ada alkoholnya, dan ruang atau meja-meja non alkohol.

Itulah jawaban singkat saya.

Lalu pertanyaan lain muncul: Semenjak kapan ada pelarangan atau mulai ada kepedulian terhadap bahaya alkohol?

Saya menemukan buku tertua berbahasa Melayu (terjemahan Belanda) yang saya temukan khusus terkait kepedulian alkohol ada dicetak di tahun 1920.

Judulnya:

BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden – 1920.

Silahkan simak pendahuluannya:

PENDAHOELOEAN

Mengeloewarkan kitab ini ijalah dengan doewa maksoed, pertama: akan memberi pemandangan jang ringkas tentang masalah minoeman keras, teroetama sekali dapat dipakai oentoek Hindia-Belanda dan bergoena sekali bagi orang-orang jang hendak mengetahoeinja; dan kedoewa: akan memberi keterangan bagi goeroe-goeroe Boemipoetera jang hendak memperkatakan perkara ini pada waktoe ija mengadjar.

Segala jang dipergoenakan oentoek karangan ini teroetama sekali diambil dari kitab jang bernama „Het alcohol-vraagstuk”, karangan toewan Dr. H. Buringh Boekhoudt, jang disoedahkan oléh toewan „A. J. van der Weyde” (dikeloewarkan oléh G. J. Slothouwer di Amersfoort), dan djoega dari Rapport toewan A. J. N. Engelenberg, Residén Bangka dan daérah ta’loeknja tentang pemeriksaannja (alcohol-enquête) dalam tahoen 1915; dalam pada itoepoen ada lagi diperhatikan isi nota (soerat) tentang hal ini karangan toewan Hoofdinspecteur der In- en Uitvoerrechten en Accijnzen (pebijan) di’alamatkan kepada Pemerintah, dan tertoelis pada tanggal 13 boelan Augustus tahoen 19172). Atoeran karangan ini hampir sama benar dengan karangan toewan Dr. H. Buringh Boekhoudt itoe.

Barang sijapa hendak mengetahoei lebih djaoeh hal alcohol jang ada di Hindia Belanda ini dan apa-apa nasihat (keterangan jang telah diberi oléh beberapa toewan-toewan atau perkoempoelan-perkoempoelan dalam hal mentjegah ketagihan minoem alcohol itoe, baiklah ija membatja rapport toewan Engelenberg itoe.

Akan tetapi haroeslah diingat djoega djoemlah-djoemlah tentang banjaknja alcohol jang terseboet dalam rapport itoe beloemlah djoemlah jang sebenar-benarnja, karena:

1. djoemlah djiwa koerang terang;

2. banjak alcohol jang dibawa orang masoek ke Hindia ini dalam satoe-satoe tahoen berlain-lainan, jaïtoe sebab berhoeboengan dengan pelbagai matjam keadaan (misalnja: dalam tahoen 1892 ada kira-kira 600.000 liter lebih banjak dibawa orang ke Hindia ini dari pada dalam tahoen 1891 dan 1893, sebabnja ij al ah karena ada maksoed Pemerintah akan mempemaik bija minoeman keras jang dibawa masoek ke Hindia ini.

3. Oléh toewan Engelenberg itoe ta’ tetap dimasoekkannja dalam perhitoengannja barang-barang tiroean (lantjoeng), jang atjap amat dipergoenakan toewan-toewan saudagar (oemp: sekarang atjap amat arak itoe didjoewal orang akan djadi tiroean jenever (sopi), cognac (berendi) whisky.(wesM) jang datang dari Eropah jaïtoe sesoedah dipermatjam-matjamkannja dahoeloe. (Lihatlah bab V dalam karangan ini!). Sepatah lagi dari hal isi karangan ini!

Bahwa sanja adalah pelbagai matjam keberatan jang dirasaï orang bilamana ija hendak memperbintjangkan sesoewatoe hal, jang boléh dikatakan masih „baroe” bagi Boemipoetera ini.

Lebih dahoeloe haroeslah diterangkan kepada pembatja apaapa jang akan diperkatakan itoe, kemoedijan haroeslah kita bekerdja dengan seringkas-ringkasnja, goenanja akan mendjaga soepaja pembatja-pembatja, jang beloem mengetahoei beberapa hal, djangan bertjabang pikirannja; djikalau demikijan nistjajalah koerang tadjam makan karangan kita. Sebagai poela ta’ perloe lagi kepada si pembatja itoe dengan setjoekoeptjoekoepnja diterangkan akan keadaan alcohol ini, karena dalam beberapa hal djaoeh- sekali berlainan keadaan di Hindia ini dengan keadaan jang di Eropah.

Berhoeboengan dengan jang terseboet diatas, maka dalam kitab ini hanja dengan ringkas sadjalah diperkatakan halhalnja jang oetama; jang dinjatakan benar ijalah jang perloe sadja dan perkara-perkara jang soedah ‘oemoem dipandang sah. Dalam pada itoepoeri tijadalah poela diloepakan oedjoed karangan ini.

Maka adalah djoega termaksoed akan memperkatakan pasal ini lebih djaoeh dalam soerat jang beloem berwaktoe-waktoe atau dalam boekoe sebaran (brochure, batja: brosjoer), jaïtoe tentang beberapa bahagian-bahagiannja jang amat penting. Djika hendak membatja soerat dan boekoe sebaran jang akan diadakan itoe, maka kitab inipoen boléhlah didjadikan sesoewatoe penoendjoek djalan (voor studie) bagi itoe. Barang sijapa jang telah mengetahoei isi kitab ini, nistjajalah dengan lekas sadja ija mengerti atau tahoe akan segala isi karang-karangan itoe, jang dalamnja lebih djaoeh diperkatakan bahagian-bahagian pasal itoe, serta ada poela diperbintjangkan keadaan-keadaan di negeri asing.

PENDAHOELOEAN, Buku BAHAJA MINOEMAN KERAS serta DAJA OEPAJA MENDJAOEHINJA oleh J. KATS. Dikeloewarkan oléh BALAI POESTAKA Weltevreden – 1920.

Catatan kaki dari pendahuluan ini:

1) Djikalau oentoek jang sedemikijan, kitab inipoen boléhlah didjadikan soewatoe tambahan jang amat perloe bagi kitab Pantja Warna jang kelima karangan jang mengarang kitab ini djoega. Dalam kitab jang terseboet itoe pasal ini hanja dengan ringkas sadja diperkatakan sekadar perloe bagi sekolah rendah Boemipoetera sadja.

2) Kalau hendak menjelidiki perkara alcohol ini boléh bergoena benar keterangan toewan A. Don dan Th. W. van der Woude. „Het boek van den alcohol” namanja, (tjétakan kedoewa, Amsterdam, oléh S. L. van Looy).

J. Kats adalah ahli Bahasa Kawi (Jawa Kuno) yang ternama. Karya terkenalnya adalah “Sang Hyang Kamahayanikan: Oud-Javaansche Tekst mit Inleiding, Vertaling, en Aanteekeningen”. Diterbitkan oleh penerbuit: ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff, 1910. [T]

Tags: arakarak baliBelandaBukuminuman beralkohol
Share330TweetSendShareSend
Previous Post

Dokter & Dukun, Tujuan Sama, Satu Naik Heli, Satu Naik Boat, Tidaklah Bertabrakan…

Next Post

Garis Waktu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Garis Waktu

Garis Waktu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co