6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nuryana Asmaudi SA# Lelaki Abstrak, Perempuan di Pediangan, Pewarta Cinta

Nuryana Asmaudi SA by Nuryana Asmaudi SA
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Rajah 2

LELAKI ABSTRAK

 

Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus

menjadi wara-warni pelangi gugusan mega

awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari

siluet senja halimun anggun burung terbang oleng

gulita gurita malam raut leak seringai butakala

rumah reot kubah tua sarang laba-laba pohon tumbang

ngarai bebukitan bunga mekar bibir ranum kebaya tanggal

ranjang bergetar rimbun hijau semak kering daun gugur

ranting luruh kafilah garis patah abstraksi hati leleh.

 

Kau menari di sana menjadi bayangan tak teraba

menjadi kata tak terucap menjadi noktah tak terbaca

Aku si tuli bisu menyaksikanmu menjadi juru kunci

ranah sunyimu: penjaga kebun bercinta dengan pohon

perawat taman yang tak sempat menikmati bunga mekar

Kupu-kupu dungu kalah berebut madu dengan kumbang liar

Pungguk merindukan-dirindukan bulan di taman

malam zikir cinta di Snerayuza.

 

PEWARTA CINTA

 

Dara itu masih terlalu muda dipinang cinta

darimana segala bermula

mula tak berakhir hulu tak berhilir

tapi titah telah tertatah sekar terlanjur mekar

di taman takdir tersurat cerita dalam lontar

 

kepada bumi yang membesarkan ia berkata:

kesabaranku belum sampai pada-Nya!

bumi yang sedang berduka berfatwa:

“Kerelaan membuka jalan cinta

yang menganugerahi keutamaan

cinta yang memberimu firman.

Butakan matamu tulikan telingamu

pada segala yang bikin sakit

karena di sana maut numpang lewat

Langit memberkati. Ibu merestui!”

 

karma baik tak berakhir pada jalan buruk

cinta memilih permaisuri anak asuh bumi

bumi yang tersakiti berabad menanti

para khalifah penuntun jalan fitrah

syuhada yang menyediakan dirinya

jadi tumbal penyelamat kehidupan

 

Kau yang dijanjikan waktu tanyakan

kepada cinta yang mempermaisurimu:

titah apa hendak difirman?

 

Dara penggema gentakala pewarta cinta

sulukkanlah kasih di bumi lara.

Sebelum pergi singgah dulu

di rumah rindu peziarah kalbu

berbincang dengan waktu

membuka gerbang siang

menguak rahasia malam

malam berbunga-bunga

Malam Yang Cinta

 

 

 LELAKI PEMIMPI

 

Kenangan kanak-kanak itu hadir kembali

dalam mimpinya: “Angin nakal, Bu

ia renggut layanganku dibawa ke barat

tapi besok kami akan bermain layangan lagi,”

ia dengar temannya mengadu pada ibunya

 

Bocah miskin-nelangsa yang sering kalah berebut mainan

tak bisa membuat layangan tak mampu membeli benang

tapi ingin bermain layangan seperti temannya yang lain.

Ia cari daun gadung diterbangkan dengan serat batang pisang

“Lihat Mak, layanganku bisa terbang!” pekiknya girang.

Emak tersedusedan melihat layangan daun gadung

anak lanang terbang sempoyongan.

 

Kenangan kanak itu datang lagi dalam mimpi semalam

bayangan suram masa silam si lanang lajang

serupa suratan hidupnya yang gagal sekarang

hingga subuh membangunkannya dengan azan

 

Subuh tak sampai hati membiarkan lelaki

pemimpi itu mati terbunuh mimpinya sendiri.

 

 

PERAWAT IKAN

 

Perawat ikan itu meninggalkan perusahaan yang

tak menghargai karyawan. Ikan-ikan mogok makan

karena kangen. Akuarium besar tempat tinggal induk ikan

pecah ditubruk kucing bunting ngidam lohan.

 

Perawat ikan membaca tulisan di koran:

“Ribuan ikan hias mogok makan karena ditinggal

 pergi perawatnya. Pemilik perusahaan ikan hias

 (juragan kikir yang sombong) frustasi

lalu gantung diri di kebun kemangi.

 

“Ini pasti bukan kabar burung, tapi kabar ikan

Bukan pula mimpi, tapi cerita ilusi seorang

lelaki sepi yang mendambakan istri.”

Perawat ikan yang telah kembali ke azal sunyi

terkekeh-kekeh: “Sayang aku telah bersuami

sayang aku telah dipermaisuri puisi!”

 

 

PEREMPUAN DI PEDIANGAN

 

perempuan di pediangan itu mungkin api

yang menjaga bara agar tetap nyala

sebab hawa begitu dingin

setelah ditinggal adam

 

sewaktu-waktu ia pasti bosan menyala

menyembunyikan sisa bara atau benar-benar mati

menjadi abu dipermainkan angin atau ditelan hujan

hingga kau kehilangan kehangatan dan bara jiwa

 

tak ada lagi cahaya tak ada lagi bara cinta

dan kau menggigil dalam kegelapan

diterkam dingin dicekik sunyi

diri yang tak lagi kau kenali

 

 

KEPADA MARIA

 

Kita telah memulai sejak lama Maria

dan cinta tak pernah berakhir.

Di negeri jahiliyah jasad kita akan dijagal

Darah bercucuran. Menjelma domba

Menjadi biri-biri gembala

Bergolong-golong. Bermarga-marga

Domba-domba sahaya di bukit cahaya

Biri-biri bestari di lembah sunyi

Yang tak gentar melawan lapar

Tak takut direnggut maut.

 

Roh kita mi’raj ke langit. Ke mihrab jiwa

Bergandengan-bermesraan sepanjang jalan

Serupa laron kehilangan sayap beriringan

ke lobang persemayaman menyatu dengan tanah

Hingga masa kebangkitan menjadi laron lagi

atau menjelma makhluk lain. Menjalani

hidup baru di taman-taman hati.

 

Cinta adalah bunga Ilahi, Maria

Tak layu dirayu waktu. Tak gugur di liang kubur

Maka rekah-rekahkan cinta. Mendawamkan

zikir dan nyanyian Kudus dengan kekhusukan

iman dan ketabahan hati sebelum tiba saat

jasad kita dijagal para algojo jahiliyah.

 

Kita telah mengawali segala dengan cinta

Dan takkan pernah mengakhirinya

Sebab cinta hidup selamanya.

 

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah

Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” – Bali Lestari oleh Rasa Takut

Nuryana Asmaudi SA

Nuryana Asmaudi SA

Baru saja menerbitkan buku kumpulan puisi "Doa Bulan untuk Pungguk" (Akar Indonesia, 2016). Selain menulis puisi juga menulis esai dan cerpen. Kini menjadi wartawan dan tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” - Bali Lestari oleh Rasa Takut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co