31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan Dalam Sinema di Living World Denpasar, Tayangkan 12 Film Peran Perempuan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
April 28, 2025
in Panggung
Perempuan Dalam Sinema di Living World Denpasar, Tayangkan 12 Film Peran Perempuan

Acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

ACARA pemutaran film dalam ajang bertajuk “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam, serasa menonton layar tancap tempo dulu. Suasana itu tampak, sebelum acara pemutaran 12 film itu dimulai. Penonton yang hadir masih berdiri ngobrol, menungga acara dimulai. Sebagian lagi, ada yang duduk sambil ngemil, dan ada pula yang menandai tempat duduk agar tidak diambil oleh penonton yang baru datang.

Sementara anak-anak bermaian-main di depan layar yang memang lebih terang dari tempat lainnya. Anak-anak itu berlari, ada yang duduk manis, dan ada yang bergerak-gerak seperti aksi penari di pentas. Setelah lalu, Canda Dewi dan Wijaya Kusuma yang memandu acara mencoba mike mereka, ibu-ibu orang tua anak-anak itu langsung naik ke atas stage mengajak anak mereka turun stage. Ada yang menggendengong anaknya, untuk lebih cepat sampai di luar stage.

Salah satu film yang diputar dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Canda Dewi dan Wijaya Kusuma langsung menyapa para penonton yang hadir, sekaligus menjelaskan acara “Perempuan Dalam Sinema” yang dipersembahkan oleh Komunitas Sanur Cinema Creative untuk memaknai Hari Kartini 2025. Disebutkan pula, program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Living World Denpasar serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV serta dukungan dari berbagai lembaga dan komunitas.

Diantaranya Badan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar, Balai Media Kebudayaan – Indonesiana.TV, Luar Kotak Production, HMP Animasi FSRD ISI Bali, Prodi PFTV FSRD ISI Bali, BROFI SKENSA – SMKN 1 Denpasar,  Dersik – SMKN 6 Denpasar, Komunitas Rumah Produksi Ottororin, Heirloom Studio, Edisi Production, Andana Creative, Dokdo Studio, serta film animasi hasil kompetisi Sastra Saraswati Sewana – Yayasan Puri Kauhan Ubud.

“Perempuan Dalam Sinema ini sebuah program penayangan film pendek yang menyoroti peran perempuan, baik di balik layar maupun dalam narasi cerita yang dikemas dalam ragam film fiksi, dokumenter, dan animasi yang disutradarai oleh perempuan atau mengangkat kisah tentang perempuan,” kata Direktur Sanur Cinema Creative (SRCO), Putu Bagus Windhi Santika disela-sela acara tersebut.

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Canda Dewi dan Wijaya Kusuma lalu mengajak para sutradara dari 12 film yang akan ditayangkan itu untuk naik ke atas panggung menerima piagam dan penghargaan. Selanjutnya, memanggil media partner naik ke atas panggung untuk diberikan piagam penghargaan, kemudian dilanjutkan kepada para pendukung acara. Penonton yang awalnya berdiri, pelan-pelan menempati tempat duduk yang masih kosong.

Film pun mulai diputar, diawali dengan Film TANTRI yang diproduksi tahun 2023. TANTRI merupakan film fiksi dengan durasi 12 menit yang mengisahkan perjuangan seorang remaja perempuan dalam menantang dominasi dunia seni rupa yang maskulin melalui karya lukis. Film yang disutradara oleh Vanesa Martida dan diproduksi Sanur Cinema Creative & Indonesiana.TV menampilkan pemain; Luh Pratiwi, Ni Made Suci, G. Pinno Confessa, Luh Yesi Candrika, Ketut Sadia, Wayan Diana, Komunitas Baturulangun Batuan.

Lalu Film WINGKANG RANU (2024) merupakan film fiksi dengan durasi 12 menit. Film ini disutradara Adi Artama dan diproduksi Sanur Cinema Creative & Indonesiana.TV yang mengisahkan seorang gadis muda yang berjuang menyelamatkan danau dan pertanian keluarganya dari dampak perubahan iklim. Film ini didukung oleh pemain yang berpengalaman, seperti Thaly Kasih, Aryani Willems, Ketut Rina, Kumirawati, Dayu Kiran Sandra, Wayan Adnyana, Agus Widia Purnamia

Setelah dua film itu, acara diisi dengan door prize bagi pengunjung yang mampu menjawab pertanyaan di seputar acara tersebut. Acara ini mendapat apresiasi yang positif dari penonton, sehingga setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh perwakilan Balai Media Kebudayaan – Indonesiana.TV sebagai pemandu acara dijawab benar. Sebagian penonton meminta lagi, agar bisa mendapatkan hadiah.     

Salah satu film yang diputar dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Penayangan film dilanjiutkan dengan INI JUGA BALI (2025) merupakan film animasi dengan durasi 12 menit, mengisahkan seorang gadis Jakarta mencoba menyambung kembali identitasnya dengan akar budaya Bali melalui seni. Film ini disutradara Tanaya Nayaka & I Wayan Kalani Kekai Kastawa, diproduksi Heirloom Studio & Prodi Animasi FSRD ISI Bali.

DEVADHAMMA JATAKA (2025) merupakan film animasi verdurasi 11 menit yang mengadaptasi cerita Jataka,menyoroti nilai-nilai kebajikan dan refleksi spiritual dari masa lalu seorang Bhikkhu. Film ini disutradarai Tanaya Nayaka dan diproduksi Saddhamma Group.

OHAYO (2018) merupakan film animasi dengan durasi 1 menit mengisahkan sebuah animasi bergaya anime klasik yang menggambarkan rutinitas pagi dua gadis muda dengan penuh kehangatan dan keceriaan, dan disutradara oleh Tanaya Nayaka dan diproduksi Ottororin.

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

DESA CILIK (2024) jenis film animasi durasi waktu 7 menit disutradarai oleh Intan Swandari dan diproduksi Edisi Production & Sastra Saraswati Sewana – Yayasan Puri Kauhan Ubud. Film ini mengangkat kisah seorang pemimpin yang putus asa menemukan kembali arah hidupnya setelah pertemuan sunyi, namun bermakna dengan seorang orang suci di sebuah gubuk sederhana.

#ILUH PASO (2025) merupakan film fiksi durasi 9 meni disutradarai oleh Dewi Estede & Ngurah Ucil, dan diproduksi Andana Creative. Kisahnya, Iluh Sekar yang tengah berjuang mencari pekerjaan menolak meneruskan usaha ibunya sebagai pengrajin gerabah. Namun, gerabah akhirnya membantunya menemukan kembali jati dirinya sebagai orang Bali.

OMANG DAN PERJALANAN WAKTU (2024) merupakan film animasi berdurasi 14 menit mengisagkan, Omang, anak kota yang tinggal di desa, menemukan portal waktu di lemari kamar neneknya yang membawanya ke masa lalu dan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan desa. Film ini disutradarai Ade Devindra Rajeshwari R.S dan diproduksi: DOKDO Studio & Prodi Animasi FSRD ISI Bali.

TERBIT CAHAYA ANDHARA (2021) merupakan film fiksi berdurasi 15 menit yang disutradarai oleh Mertha Ambara dan diproduksi Program Studi Produksi Film dan Televisi ISI Bali. Thalia, seorang ibu tunggal, khawatir akan masa depan putrinya yang buta. Tapi lewat permainan biola Andhara, lahir secercah harapan akan kemandirian sang anak. sebagai pemeran, yakni Dewi Pradewi, Sari Dewi, Padma Dewi, Gilang Aditya, Sri Andayani, Evita Parwati

CLARITY (2025) merupakan film fiksi berdurasi 4 menit yang disutradara oleh Komang Ayu Intan Triana Dewi dan dipproduksi BROFI SKENSA. Adapun kisahnya, Komang, seniman muda baligrafi, menemukan kepercayaan diri dan kesuksesan lewat eksplorasi karya digitalnya yang viral, membuktikan bahwa keberanian berinovasi membuka jalan pengakuan.

KAWYAGITA MANDALA (2023) sebuah film documenter dengan durasi 10 menit disutradara Nyoman Lia Susanthi dan diproduksi Sanur Cinema Creative. Film ini mengeksplorasi gamelan sakral Gong Luang dan usaha pelestariannya melalui penciptaan film musik bertajuk “Kawyagita Mandala” sebagai musik pengantar roh menuju Sang Pencipta.

Lalu SILA (2025) sebuah film fiksi berdurasi 15 menit yang disutradara oleh Zakira Maysoniya, dan diproduksi Dersik Production (SMKN 6 Denpasar). Film ini mengisahkan, seorang fotografer menyimpan kenangan lewat bidikan kameranya, namun di balik setiap foto tersimpan perjalanan emosional yang lebih dalam dari sekadar gambar diam.

Para sineas dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Putu Bagus Windhi Santika mengatakan, melalui pendekatan visual yang peka dan narasi yang intim, film-film dalam program ini merefleksikan dunia dari lensa yang jarang mendapat sorotan dalam sinema arus utama. “Perspektif perempuan menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam, emosional, dan kompleks, menantang stereotip serta memperkaya keragaman cerita dalam lanskap perfilman Indonesia,” jelasnya.

Menurut Putu Bagus Windhi Santika film adalah cermin peradaban. Ketika semakin banyak perempuan berbicara melalui karya film, kita mendapatkan cermin yang lebih jujur dan utuh tentang kehidupan. “Melalui kegiatan ini, Sanur Cinema Creative menghadirkan panggung bagi karya-karya dari para filmmaker perempuan serta suara-suara tentang perempuan, agar dapat diapresiasi oleh publik yang lebih luas,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Sanur Cinema Creative turut memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan trofi kepada para filmmaker muda Bali, sebagai penyemangat agar terus berkarya dan menghidupkan keberagaman perspektif dalam dunia perfilman.

Sementara itu, kurator program Vanesa Martida menjelaskan, acara ini merupakan bentuk perayaan dan pengakuan terhadap suara-suara perempuan dalam dunia kreatif. “Sebanyak 12 film diputar dalam program ini, menampilkan beragam perspektif dan ekspresi dari sineas perempuan maupun karya yang mengangkat isu-isu perempuan. Program ini lahir dari keresahan akan terbatasnya ruang bagi sineas perempuan, dan harapan bahwa ruang ini akan memperluas akses, menciptakan dialog, serta menyemai keberanian untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Vanesa menambahkan, melalui Perempuan dalam Sinema, maka Sanur Cinema Creative mengajak publik untuk menyadari bahwa sinema bukan sekadar tontonan, melainkan medium representasi, empati, dan pembentukan budaya. “Ketika perempuan diberi ruang untuk bercerita, kita semua memperoleh cara pandang yang lebih kaya terhadap dunia. Sebanyak 12 Film itu buktinya,” katanya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Membawa Sinema Indonesia ke Dunia: Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025
Film “Teba Modern” dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati: Tentang Langkah Kecil Pengelolaan Sampah
Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali
Tags: filmPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalaman Awal Mula Didiagnosa Skizofrenia

Next Post

Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails
Next Post
Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co