22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenali Dulu “Satua” Bali, Lalu Gambarlah Tokoh-tokoh Ceritanya   |   Dari Lomba Ngambar Bulan Bahasa Bali VII

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 5, 2025
in Budaya
Kenali Dulu “Satua” Bali, Lalu Gambarlah Tokoh-tokoh Ceritanya   |   Dari Lomba Ngambar Bulan Bahasa Bali VII

Anak-anak antusias mengikuti lomba ngambar satua Bali | Foto: tatkala.co/Bud

LOMBA “ngambar” atau menggambar berdasarkan satua atau cerita rakyat Bali ini serasa lomba lari. Hanya saja, ketika diberi aba-aba, bukan kakinya yang bergerak cepat, melainkan tangannya.

Gerak tangan yang cepat itu, bukan tak beraturan. Justru sangat lembut, terkadang halus bahkan dengan penuh rasa. Mula-mula menggerakan pensil, lalu krayon, hingga kuas dan lap tangan yang penuh perhitungan.

Itulah kecekatan anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) saat mengikuti Wimbakara (Lomba) Ngambar (menggambar) Satua Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali (BBB) VII di Lantai Bawah Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali (BBB), Rabu 5 Pebruari 2025.

Lomba kali ini diikuti sebanyak 59 peserta dari SD se-Bali dengan menggambar bersumber pada satua atau cerita rakyat Bali. Artinya, anak-anak harus mengenal satua Bali terlebih dahulu, baru kemudian menggambar tokoh-tokohnya, termasuk suasananya. Ini bisa disebut sebagai menggambar ilustrasi cerita rakyat Bali.

Anak-anak peserta lomba, baik yang laki-laki ataupun perempuan duduk berbaris rapi menyelesaikan karya seninya.

Sejumlah anak terlihat menggambar monyet atau kera atau lutung. Anak-anak itu sepertinya terinspirasi dari cerita-cerita fabel tentang lutung yang memang banyak ragamnya di Bali.

Yang menarik, anak-anak sekarang punya imajinasi yang cekup liar dalam menggambar monyet. Ini barangkali karena pengaruh tontonan di TV atau media sosial. Misalnya, ada anak-anak yang menggambar monyet seperti tokoh Kera Sakti dalam cerita China, yaitu Perjalanan ke Barat Mencari kitab Suci.

Ada pula anak-anak yang menggambar burung bangau dengan ketu (semacam mahkota untuk orang suci) di kepalanya. Anak itu isa dipastikan terinspirasi dari cerita Pedanda Baka atau Cangak Maketu dari cerita Tantri yang memang terkenal di Bali.

Ada juga anak yang menggambar tokoh-tokoh dalam cerita atau legenda terbentuknya Selat Bali, yakni Cerita Manik Angkeran. Dan banyak lagi gambar-gambar lain yang dilukis berdasarkan ingatan mereka terhadap satua atau cerita rakyat Bali.

Anak-anak antusias mengikuti lomba ngambar satua Bali | Foto: tatkala.co/Bud

Dewan Juri, Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, MFA mengatakan, anak-anak setingkat SD ini memiliki teknik dan menawarkan ide yang sangat menarik. “Kalau dilihat dari proses yang dilakukan sampai saat ini, mereka cendrung diinspirasi dari gambar-gambar sebelumnya. Baik itu, dari melihat buku-buku atau tempat lain, sehingga ada pengulangan dari unsur cerita,” ucapnya.

Anak-anak sangat membanggakan, mereka mermiliki keterampilan teknis yang terus berkembang, bahkan mengalami perkembangan sangat jauh. Termasuk kemampuan untuk mengolah bahan sangat menarik, dan melukis yang semakin cepat. “Kepekaan mereka semakin kelihatan. Jujur, saya melihat ada peningkatan yang bisa dilihat dari hasil gambar mereka,” ucap dosen ISI Denpasar ini.

Menariknya, karya-karya mereka cenderung dipegaruhi seni digital. Semisal pengaruh seni animasi yang sangat kelihatan. “Kalau kembali pada jaman dulu, apa yang kita lihat maka itu yang dibuat, dan apa yang dilukis sebelumnya itu pyla yang dibuat. Beda dengan anak-anak ini mereka sudah melakukan penggabungan dengan hasil teknologi jaman sekarang ini,” sebutnya.

Hal tersebut tampak kentara dari gaya gambarnya. Entah mereka terinspirasi dari melihat, dari menonton atau melihat buku. Seperti itulah yang dilakukan anak-anak di jaman ini. “Itu karena, mereka menjadi anak jamannya sekarang. Mereka tampak kreatif dengan menggabungkan gaya tempo dulu dengan gaya di jaman mereka saat ini,” tegas pria asal Penestanan Ubud ini.

Satu hal yang membuat Prof. Karja sangat bangga adalah kemampuan dari anak-anak yang tidak takut menggunakan bahan. Kalau dulu, mungkin takut karena bahannya mahal dan susah didapat. Tetapi, sekarang kelihatannya mereka bebas sekali menggambar tanpa memikirkan bahan. “Itu juga yang menarik dalam lomba ini,” ujarnya.

Namun, Prof. Karja sangat merindukan dari proses menggambar ini. Cara bagaimana mereka menangkap tema. Bagaimana tema diberikan itu bisa menjadi bahan stimulant buat mereka. Artinya, mereka menangkap tema dengan baik. “Mereka memang sudah menangkap tema, tetapi mereka lebih cendrung ke havalan. Apa yang dilihat sebelumnya dari buku, komik atau digital, itu yang ia ambil,” paparnya.

Maka, usul Prof. Karja yang perlu dikembangkan adalah kecepatan menangkap tema itu. Tema diberikan, entah diterima atau tidak, entah mengeti atau tidak, tetapi dia subah mnembawa bekal dari rumah. “Kalaupun tema itu sudah disosialisasikan, tetap perlu dievalisai seberapa kuat sosialisasi tentang tema itu. Justru, kalau untuk membuka kreativitas dan wawasan, maka kecekatan dalam menangkap tema itu yang menjadi kunci,” jelasnya.

Lomba menggambar satwa Bali ini bukan hanya menulis cerita, tetapi ada persiapan sejak awal, mulai membaca cerita, lalu menulis cerita, sehingga nantinya bisa membuat sinopisis, sehingga ajang ini akan menjadi semakin komplit, yakni menggambar bisa, menulis bisa, menghayalkan suatu cerita bisa dengan cepat. Maka proses mengenal aksara, sastra dan bahasa akan dilalui.

Menurutnya, menggambar ini hanya sebagai pintu masuk secara visual, karena dari melihat itu akan bisa menulis cerita dan menceritakan. Ini penting untuk melestarakan budaya karena Bali tak hanya mermiliki budaya visual, tetapi juga memiliki budaya cerita malah nanti bisa menjadi drama. Sebab, media seni rupa itu tak hanya kertas dan krayon serta keterampilan, tetapi ini sebagau dasar pintu masuk untuk berkembang,” paparnya.

Anak-anak antusias mengikuti lomba ngambar satua Bali | Foto: tatkala.co/Bud

Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Kebudayaan I Made Dana Tanaya mengatakan, lomba ini sebagai salah satu cara untuk memotivasi anak-anak kita mengeluarkan ide dan gagasan, dan khusus dalam pelaksaaan BBB ini untuk meningkatkan kreativitas seni. “Jumlah peserta yang hadir sangat antusias dan sangat siap mengikuti ajang lomba ini. Para peserta ini melakukan pendaftaran secara online yang hampir semuanya memiliki bakat dalam bidang seni khususnya menggambar,” paparnya.

Menurut Dana Tanaya, lomba menggambar ini sengaja mengangkat satwa (cerita) Bali sebagai upaya mengenalkan aksara, sastra dan bahasa Bali kepada anak-anak sejak dini. Untuk mendapatkan ide, mereka mesti terlebih dahulu mendengar, melihat dan membaca cerita, baik itu cerita bergambar atau lainnya. “Lomba ini sebagai upaya agar anak-anak memahami seni dan budaya yang salah satunya cerita bergambar berbasaha Bali,” ungkapnya.

Acara lomba menjadi semakin seru karena disii dengan lomba kuis. Saat menunggi pengumuman pemenang, Gek Diah memberikan kuis terkait nama-nama warna dalam bahasa Bali, lalu menuliskan dalam hurup Bali. Ada yang melukis topeng dan kegiatan menyanyi. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Meisya Ariasthi Juara Nyurat Aksara — Inilah Para Juara Bulan Bahasa Bali di Buleleng …
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan
Bulan Bahasa Bali 2025 : Merayakan Bahasa Lokal  dengan Akrab dan Dekat Sekali
Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni
Kisah “Watugunung Runtuh” Mencair di Tangan Kokar Bali pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VII
Tags: anak-anakBahasa BaliBulan Bahasa Balicerita rakyat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarak Lomba-lomba Bulan Bahasa Bali 2025 di UPMI Bali — Ini Dia Jawaranya

Next Post

“Culture Shock” Mahasiswa Bali di Yogyakarta: Makanan Murah yang Bisa Bikin Boros dan Lain-lain

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
“Culture Shock” Mahasiswa Bali di Yogyakarta: Makanan Murah yang Bisa Bikin Boros dan Lain-lain

“Culture Shock” Mahasiswa Bali di Yogyakarta: Makanan Murah yang Bisa Bikin Boros dan Lain-lain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co