2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Son Lomri by Son Lomri
December 6, 2024
in Khas
Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Anya Nisrina, mahasiswa ITB yang magang di Studio Pagi motley | Foto: tatkala.co/Son

DI ruang produksi milik Pagi Motley, sebuah usaha pencelupan kain dengan warna alami, di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, para karyawan tampak sibuk.

Suara air di kolam tergibas kain dan terus terdengar gemericiknya. Seseorang mengobrol saling memberi instruksi, bergema sesekali agar tak salah celup warna satu sama lain. Mereka saling bekerja sama sangat baik. Hangat.

Pula soal kualitas, Pagi Motley sebagai tempat produksi kain ramah lingkungan memang cukup konsisten dengan pewarnaannya yang alami—warna yang bersumber dari daun dan kayu—juga pada kerja yang tak pernah main-main. Sehingga hasilnya sangat serius.

Karyawan Pagi Motley sedang bekerja | Foto: tatkala.co/Son

Sebagai founder, I Made Andika Putra telah berjuang memang untuk itu hingga Pagi Motley dikenal serius tak hanya disukai oleh konsumen domestik, tetapi juga dalam skala mancanegara yang luas. Bahkan, menjadi tempat rujukan untuk beberapa mahasiswa magang secara serius mengenal kain. Mengenal warna. Alami.

Tentang bagaimana suasana belajar di Pagi Motley, rupanya tidak kalah sibuk antara para pekerja itu dengan 11 mahasiswa magang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang menyelesaikan projeknya yang sudah dekat pada tenggat. Ada yang sedang jemur kain. Ada yang mencuci kain. Ada yang sedang memanaskan warna. Ada yang sibuk di belakang dapur.

“Para mahasiswa cukup serius saat belajar, dan sekarang mereka membawa temannya sendiri-sendiri. Saya hanya memperkenalkan bagaimana meramu warna, kemudian cara memilih kain dan banyak lagi terkait teknis. Mereka menyimak dengan baik,” kata Andika Putra, founder Pagi Motley itu.

Tentang keseriusan, salah satunya ada pada Anya Nisrina (20). Ia masih semester 5 jurusan Kriya. Perempuan itu lahir di Bandung, 29 Juli 2004. Magang di Pagi Motley sebagai peserta dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Anya dan founder Pagi Motley, Andika Putra | Foto; tatkala.co/Son

Sebelumnya, Anya telah menghabiskan waktu selama dua bulan untuk membatik, dari Agustus hingga November, di Rumah Batik Komar, Bandung. Di sana, ia lebih banyak mengeksplor atau belajar teknik kombinasi antara batik menggunakan lilin (cetak) dan manual menggunakan canting dengan tema flora.

Sedang di Pagi Motley sejak 28 Oktober lalu, ia mencoba mengembangkan tekniknya yang lain tentang kain dan warna lebih eksploratif.

Di Pagi Motley, Anya mengambil konsep untold feelings, yaitu sebuah fenomena rasa terpendam pada seseorang tentang sesuatu. Tidak mudah diungkapkan.

Berat. Tema ini sangat berat. Apakah Eceu sedang memendam sesuatu dan itu tidak bisa diceritakan?

Sedikit senyum kecil dan malu tipis-tipis. Tentang cintanya yang kelam, katanya, belum bisa terlupakan sampai sekarang.

“Rasa kecewa. Tapi aku berpikir, itu adalah fase. Aku melampiaskannya di konsep ini, jadi, ya, sedikit emosional,” kata Anya, sedikit malu bercerita dan menepis jika dirinya gagal move on.

Retak-retak pada kain | Foto: tatkala.co/Son

Sebelum kain dibubuhkan warna, terlebih perempuan itu menabur aci tarigu alias tepung terigu di kain yang hendak diwarnai itu. Tepung dicairkan seperti membuat kue, lalu ditabur rata pada kain sepanjang dua meter dan mendiamkannya hingga kering beberapa waktu.

Lalu saya bertanya dengan nada paling serius. Misalnya ini mah, Ceu, kata saya, setelah selesai di kain, itu boleh gak dijadiin cilok tepungnya? Atau cimol?

“Haha. Gak boleh atuh. Udah terkontaminasi hehe…,” kata Anya humor.

Setelah kering tepung pada kain, Anya mulai memukulnya hingga retak, atau sampai menimbulkan efek pecah seperti guratan petir di atas langit, atau seperti bentuk akar pada tumbuhan. Pelan. Tapi ekspresif sebagaimana ia menggebuk kecil kain itu dengan kuas di tangan kanannya setelah proses pemberian warna.

Warna yang digunakan pada konsep ini merupakan warna-warna yang dominan gelap. Sebagai simbol, atau gambaran, suasana dari perasaan seseorang yang masih memendam sesuatu tetapi tidak bisa mengungkapkannya.

Sementara pada efek retak pada kain itu, lanjut Anya. “Retakan-retakan yang ada pada kain menggambarkan bahwa perasaan terpendam yang ada sudah berlebihan sehingga muncul retakan yang sedikit demi sedikit akan hancur.”

Hasil pewarnaan kain dengan konsep Untold Fealing | Foto: tatkala.co/Son

Setelah proses selesai dan atau semua warna sudah menempel dan kering, kain akan dibersihkan dari tepung yang membandel. Dicuci bersih kemudian dikeringkan, dan setelah kering itu, abrah kadabrah…, motif shibori smock dan motif ecoprint akan terlihat.

Itulah yang dicari. Motif itu memiliki makna perasaan bingung dan kehilangan arah, tidak tahu apa yang harus dilakukan, seperti ada kabut yang menghalangi. Aduh! Begitulah kira-kira batin Anya. Eh, maksud saya kata Anya hehe…punten ngiring ngalangkung…

Oiya, BTW, teknik tepung terigu yang digunakan Anya dan beberapa temannya itu, akan dicoba oleh Pagi Motley sebagai teknik yang baru. Uh. Selamat Anya, juga teman-teman lainnya yang penuh inspiratif. Salam. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Ruang Harmonisasi Alami di Studio Pagi Motley
Bagaimana Dina Widiawan Membangun Din’z Handmade
Nyoman Saptala Mandala: Melukis Kain Dengan Pewarna Alami
Tags: bulelengITBPagi Motleywarna alami
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sensibilitas dan Inklusivitas Angga Wijaya – Pengantar Buku “Mahalini Tidak Sendiri”

Next Post

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co