6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam

Jaswanto by Jaswanto
May 11, 2023
in Persona
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam

Yoga Pratama saat memutar piringan hitam dalam acara Tatkala May May May 2023, Sabtu (6/5/2023) | Dok. Tatkala.co

PEMUDA DENGAN nama lengkap I Gede Agus Yoga Pratama tampak berbinar seusai memutar beberapa piringan hitam yang memuat lagu-lagu lawas dalam acara pembukaan Tatkala May May May 2023—perayaan hari ulang tahun ke-7 Media Tatkala.co—di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, pada Sabtu (6/5/2023).

Pemuda lulusan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada itu tersenyum lebar setelah apa yang dilakukannya mendapat sambutan meriah dari pengunjung.

Yoga, begitu ia akrab dipanggil. Pria kelahiran 29 Juni 1994 itu menghabiskan masa kecilnya di Kota Singaraja, Bali. Dan pada 2012, ia memutuskan untuk merantau ke Bandung, Jawa Barat, menempuh pendidikan di Institut Teknologi Nasional Bandung dengan mengambil jurusan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota.

Tak puas sampai di situ, pada 2018, setahun setelah merampungkan kuliah di ITN Bandung, ia berangkat ke Yogyakarta. Yoga melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada Program Pasca Sarjna Perencanaan Wilayah dan Kota (Konsentrasi Perkotaan)—dan ia lulus pada 2020 dengan IPK 3.75.

Yoga Pratama saat berbicara tentang piringan hitam dalam acara Tatkala May May May 2023 / Foto: Dok. Tatkala.co

Yoga kembali ke kampung halamannya di Singaraja setelah mendapat banyak ilmu dan pengalaman. Ia pernah menjadi Asisten Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota di beberapa perusahaan, mengerjakan project Pemerintahan Daerah dan Kementrian, di antaranya Rencana Detail Tata Ruang Kota, Real Estate, Zoning Plan, Zoning Regulation dan Site Plan.

Tapi, dari semua hal yang telah dilakukannya, ada satu hal yang memiliki tempat khusus di lubuk hatinya, satu hal tersebut tak lain ialah: lagu lawas yang termuat dalam piringan hitam atau kaset pita.

Ia mengaku, kegemarannya mendengarkan lagu-lagu lawas didapatkan dari orang tuanya. “Kebiasaan orang tua kami, dulu, memutar lagu-lagu era 80-90an dipagi hari, sebelum kami berangkat sekolah. Kenangan itu seakan melekat di telinga,” ujarnya kepada Tatakala.co, Senin (8/5/2023).

Musik, khususnya musik lawas, menurut Yoga, melalui sentuhan sederhananya, sebenarnya membuat setiap orang lebih mudah untuk terhubung. Tetapi, dengan nada sedikit putus asa, Yoga menyesali generasi hari ini yang tak banyak menghargai karya dengan menikmati rekaman fisik.

“Cara yang sudah usang, memang, tapi seakan membawa sepirit baru bagi saya untuk bersenang-senang,” akunya.

Jika ditarik ke belakang, Yoga menambahkan, semangat ini terinspirasi dari album “Kesepakatan dalam Kepekatan” oleh Guruh Gipsy. Dari sana, ia seolah mendengar masa lalu yang bermacam-macam. Ia menjelaskan, cover album tersebut terdapat kaligrafi Dasa Bayu berupa rangkaian 10 aksara Bali.

“Kaligrafi itu—i-a, a-ka-sa, ma-ra, la-wa dan ya-ung—berarti suatu keadaan hampa atau kosong yang kelak akan berubah menjadi kebenaran,” jelas pemuda yang sekarang bekerja di perusahaan asing yang bergerak di bidang 3d modeling arsitektur dari Swiss itu.

Mencoba menekuninya

Di tengah kesibukannya bekerja, Yoga tetap meluangkan waktu untuk memikirkan nasib koleksi piringan hitam dan kaset-kaset pitanya.

Hingga pada 2018, berawal dari Yuda, adiknya, yang sangat gemar dan cinta terhadap rilisan fisik yang bergenre jazz, groove, pop classic, tribe, psychedelic dan funk era 80an, ia memiliki ide untuk mewadahi teman-temannya yang cinta terhadap rilisan fisik.

Kesempatan itu akhirnya muncul pada tahun 2022, saat ia dan kawan-kawannya melihat banyaknya arsip rilisan fisik koleksi RRI Singaraja. Dari sana mereka memutuskan untuk membentuk grup selekta dengan nama Irama Utara.

Irama Utara merupakan group selekta dari kota kecil di Bali Utara yang masih bagian dari Komunitas Hulutara. Grup ini piawai membawakan setlist dengan piringan hitam dan controller digital.

“Jadi, kolektif Hulutara merupakan cikal bakal terbentuknya grup selekta Irama Utara dengan empat anggota: saya, Yuda, Yauk, dan Angga,” jelasnya.

Hulutara dibentuk pada awal tahun 2020 silam, secara tiba-tiba, atas dasar keinginan yang sama, yakni menjelajah Bali Utara. Dengan adanya kolektif budaya semacam ini, mereka berharap bisa mengenal lebih dalam akar mereka dari hulu sampai hilir. Bersama Komunitas Hulutara, Yoga mulai tertarik untuk menekuni piringan hitam dan segala hal tentangnya.

“Hulutara mempunyai visi ke depan untuk mengenal hulu dan hilir di Bali Utara. Maka dari itu, kolektif budaya ini kami namakan Hulutara, hulu Bali Utara. Jadi, Hulutara itu seperti stasiun. Kami punya kereta yang mempunyai tujuan macam-macam, seperti kuliner, berkunjung, dan musik terutama rilisan fisik,” terang Made Aryawan dilansir dari rri.co.id.

Bersama teman-temannya di Hulutara, pada Kamis (10/11/2022), di Museum Sunda Kecil di Pelabuhan Tua Buleleng, impian Yoga untuk mengenalkan lagu-lagu lawas akhirnya terwujud. Sekitar 50 buah piringan hitam dan 100 buah kaset pita ia pamerkan di beberapa titik di dalam museum.

Puluhan piringan hitam mereka “selamatkan” dari arsip RRI Singaraja. Begitu juga dengan ratusan kaset pita yang kini sudah jarang digunakan. Beberapa kaset pita juga ada yang diselamatkan dari perorangan yang memiliki koleksi di rumahnya. Secara sukarela benda-benda tersebut diserahkan kepada komunitas Hulutara berikut dengan alat pemutarnya.

Di sana, Yoga dan kawan-kawannya juga memutar beberapa piringan hitam dengan turntable layaknya menikmati musik Dj masa kini. Mereka kembali memperkenalkan artis-artis lawas dengan lagu-lagunya yang populer pada zaman dulu.  Saat itu, Yoga merasa heran, kendati yang diputar adalah musik-musik lawas, justru yang banyak hadir adalah kaum milenial.

Yoga bersama kawannya di Irama Utara sedang memutar piringan hitam dalam acara Tatkala May May May 2023 / Dok. Tatkala.co

Yoga menjelaskan bahwa kegiatan yang diberi tajuk “Senandung Padu Irama” itu sedikit banyak terpengaruh oleh I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, pendiri Arsip Bali 1928, yang dengan teguh melakukan repatriasi sekaligus restorasi dokumen bersejarah Bali era 1930-an.

“Tokoh yang membuat kami terpantik untuk menggelar acara ini adalah Marlowe Bandem. Banyak dari rilisan fisik yang terkait dengan Bali sudah beliau selamatkan. Penyelamatan rilisan fisik yang beliau lakukan tak terbatas di dalam negeri saja,” ungkap Yoga.

Keinginannya untuk merawat Irama Utara tak lain adalah agar generasi muda yang ada di Bali, khususnya di Singaraja, menikmati buah pikir para musisi atau seniman zaman dulu.

Sebuah tantangan

Kerja-kerja yang dilakukan Yoga tentu bukan sesuatu yang ringan, butuh usaha keras untuk bisa konsisten mempelajari dan mengembangkannya.

Benda semacam piringan hitam dan kaset-kaset pita merupakan produk masa lalu yang harus mendapat perhatian khusus, bukan saja dalam hal perawatan, tapi juga perjuangan dalam mendapatkannya.

“Kami sering mendapatkan piringan hitam dalam kondisi sudah rusak. Covernya sobek, dimakan rayap, dll. Tapi, selama platnya masih bagus, biasanya kami akan membikin cover baru,” terang Yoga.

Dalam hal perawatan piringan hitam, Yoga mengatakan, yang penting disimpan di ruangan yang tidak lembab, sebab itu dapat mengakibatkan plat menjadi jamuran, dan itu bisa berakibat fatal.

“Plat yang sudah rusak parah, misal jamuran parah atau patah, tentu sudah dapat digunakan. Tapi kalau hanya ada goresan-goresan kecil masih bisa diselamatkan,” jelasnya.

Plat piringan hitam / Dok. Tatkala.co

Di tengah maraknya platform musik digital macam Spotify, YouTube Music, JooX, Shazam, Deezer, dan semacamnya, yang mudah didapat, menekuni dan mendengar musik melalui rilisan fisik (piringan hitam dan kaset pita) tentu sebuah tantangan yang berat.

Namun, saat ini, Irama Utara, menurut Yoga, mencoba mengesampingkan faktor-faktor dari luar dahulu. Ia mengatakan, untuk saat ini, ia dan kawan-kawannya mencoba, sebisa mungkin, untuk tetap menjaga energi kolektif terlebih dahulu. Artinya, ia tak terlalu peduli terhadap apakah peminat musik rilisan fisik banyak atau sedikit. Yang jelas, pihaknya akan terus berusaha, tak berhenti berproses.

“Itu tantangan yang harus kami hadapi. Tapi, meskipun begitu, kami juga tak mau pasrah begitu saja. Kami akan terus berjuang atas apa yang telah kami mulai. Sebab, saya menyadari bahwa band atau musisi Indonesia zaman dulu itu tak kalah keren dengan band atau musisi zaman kiwari,” tuturnya.

Semangat Yoga dalam mempelajari, merawat, mengarsipkan, dan mencoba menjadi “berbeda” tampaknya membuat kita sadar bahwa orang memang perlu menerima gelora-geloranya yang kuat, dan tidak kehilangan semangatnya untuk menaklukkan. Ini bagian dari hidup, dan membawa suka cita pada mereka yang ikut berpartisipasi di dalamnya.

Mari mendengar masa lalu dari piringan hitam bersama Yoga.[T]

Tags: game musikmusikmusik kontemporertokoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII : Dua Hari Bicara Bahasa, Aksara dan Sastra Bali

Next Post

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co