2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Lagu Indonesia Raya: Membangun dengan Jiwa-Raga dan Hati

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 27, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

TIDAK ADA yang tidak pernah mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu itu selalu dikumandangkan pada setiap acara di wilayah NKRI. Bahkan acara-acara di luar negeri yang melibatkan Indonesia, terdengar pula lagu Indonesia Raya.

Setiap mendengar lagu kebangsaan itu, rasa nasionalisme kita terbangun dan membuat semangat bergelora. Saya sendiri seakan merasakan sesuatu yang ajaib ketika mendengar dan menyanyikan lagu ini. Entah karena apa, bulu kuduk terasa berdiri, dan saya yakin tidak sedikit masyarakat juga merasakan hal itu juga.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pada  saat ia berumur 21 tahun. Secara perdana lagu itu dikumandangkan saat malam penutupan Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia.

Seiring waktu lagu ini dikenal secara masif dan pada setiap acara-acara kongres organisasi selalulah lagu itu dikumandangkan. Saat itu pemerintah Hindia Belanda merasa panik dan menyita seluruh piringan hitam, hingga akhirnya pada tahun 1930 lagu Indonesia Raya dilarang untuk dinyanyikan secara publik sebab dikhawatirkan lagu ini akan memicu semangat kemerdekaan atau pemberontakan.

Dan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, lagu itu dikumandangkan dan semenjak itu lagu Indonesia Raya dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Indonesia Raya memang hanya sebuah lagu, tapi lagu itu terasa hidup dan benar-benar hidup hingga saat ini, dan akan tetap hidup selamanya. Dan inilah salah satu contoh karya seni manusia yang penuh jiwa.

Dalam isi lagu Indonesia Raya, ada bait lagu berbunyi “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya”. Syair itu bukan sekadar syair, tapi memiliki nilai spirit yang sangat dalam maknanya.

Memang, harus diakui. lagu Indonesia Raya ini dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat persatuan. Selain itu, lebih dalam lagi, saya melihat dalam syair itu juga terdapat spirit yang kuat untuk membangun apa pun juga, termasuk membangun daerah.

Agar hidup menjadi bernilai maka kita harus selalu membangun dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi jiwa dan raga. Dan ketika kita hanya memperhatikan raga atau fisik tanpa memperhatikan jiwa atau rohnya, maka karya itu sudah pasti akan kurang memiliki nilai, atau dipastikan tidak akan bertahan lama.

Dalam keseharian kita, baik dalam bekerja, berkomunikasi atau berinteraksi, sering kita dengar bahasa “bekerja dangan hati” dan “komunikasi dengan hati”. Dan, jika benar-benar dilakukan dengan hati, maka pekerjaan, hasil komunikasi dan karya-karya yang dilahirkan benar-benar akan berjiwa dan menjadi hidup.

Yang pasti, karya-karya apapun juga, yang diciptakan pada zaman dulu, dan kita masih tetap lihat hingga saat ini, pasti karya-karya itu dikerjakan dengan spirit hati.

Termasuk juga dalam membangun wilayah atau daerah. Perhatian terhadap jiwa atau roh yang berasal dari  tempat kita membangun itu harus menjadi perhatian utama, seperti bali yang sampai saat ini memiliki taksu dan hidup. Apalagi jika kita hidup di Bali, di mana jiwa atau roh Bali itu ada pada adat budayanya, sehingga perhatian terhadap hal itu jelas sangat penting.

Masing-masing individu punya ciri khas atau gaya yang beda dengan yang lain. Setiap daerah pasti memiliki kharakteristik dan ciri khas yang beda dengan daerah yang lain, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh jiwa atau roh pada individu, atau jiwa dari tempat itu sendiri.

Sering kita mendengar jadilah diri kita sendiri sehingga kita akan bernilai dan dihargai. Berpikirlah dengan hati, berbicara dengan hati dan berprilaku dengan hati, maka sudah pasti jiwa (hati) siapapun pasti akan tersentuh dan di nsitulah nilai itu akan muncul.

Tapi dalam keseharian banyak orang hidup atas bayang-bayang orang lain dan tidak menjadi dirinya sendiri, atau sering ikut-ikutan, maka sudah pasti akan tidak kelihatan atau tidak muncul dan kurang bernilai. Karena ikut-ikutan, berarti dia akan tetap menjadi ikut atau ekor.

Daerah pun seperti itu, membangun daerah itu implementasi dari membangun diri kita sendiri, yaitu hidup jadi diri kita sendiri. Begitu juga daerah memiliki ciri khas, potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Ketika kita mampu menggali potensi itu, mengembangkan potensi itu, maka sudah pasti hal itu akan meningkatkan produktifitas, yang pada akhirnya hasil dari buah penggalian dan pengembangan itu akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.

Saya yakin spirit one vilage one product didapat dari cara berpikir seperti itu.

Spirit “bangunlah jiwanya, bangunlah raganya” dari lagu Indonesia Raya harus bisa diimplementasikan baik untuk diri kita sendiri maupun untuk membangun daerah. Dan bisa dipastikan, dengan spirit itu kita akan menjadi pribadi yang kuat, mandiri dan bernilai.

Membangun daerah jangan lupa membangun jiwa atau roh daerah itu, serta membangun dengan jiwa (dengan hati) kita sendiri dan bukan menjadi pribadi ikut-ikutan yang membuat kita akan tetap di belakang. Karena ikut atau ekor letaknya selalu di belakang.

Jadi, sejatinya, membangun daerah sama dengan membangun diri kita sendiri, yang semuanya dimulai dari diri kita sendiri, jiwa kita sendiri, hati kita sendiri.[T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita
Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati
Buleleng: Dulu Maju, Kini Bisa Lebih Maju
Tags: Indonesia Rayalagu kebangsaanrenunganSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Destinasi Asyik untuk Nongkrong dan Pacaran Anak Muda Singaraja Bali

Next Post

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

LONTAR WAWATEKAN: LONTAR TAHUN PENULISAN LONTAR

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co