24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tuhan di Atas Kita

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
February 19, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tuhan di Atas Kita

TUHAN DI ATAS KITA

“di mana kau sembunyi, adam?” tanya tuhan
–adam di balik belukar sorga–

tapi di mana kita sembunyi sekarang
tuhan di atas kita
dan tak ada belukar di bumi
kecuali selembar daun
secarik kain dan kertas yang gampang berterbangan
dihembus angin
tuhan di atas kita
menatap ke mana-mana

“kenapa kau sembunyi, adam?” tanya tuhan
–adam telah makan buah larangan–

tapi apa yang bisa kita sembunyikan sekarang
tuhan di atas kita
dan tak ada belukar di bumi
kecuali selembar daun
secarik kain dan kertas yang gampang berterbangan
dihembus angin
tuhan di atas kita
menatap ke mana-mana

GOA GAJAH

tapi bukit-bukit dan padang ilalang
tak pernah bercerita tentang kaki gajah
yang telah meruntuhkan bukit
di bawah sana
dan mengukir wajahnya di tebing keras

tapi tanah-tanah runtuh
jurang-jurang menganga
mengalir air di ceruk-ceruk curam

tapi para turis berdatangan
dengan mata tustel
dengan sepatu berdaki

tapi para dewa dalam goa gelap
yang bertapa di sisi pelita kecil
tak pernah peduli
tak pernah

MUSIM HUJAN

musim yang menggantung
di bawah langit
hari ini
kuyup
burung-burung menghitung mimpinya
satu-satu
beku

sudah malam, ujarmu sambil menutup pintu
angin tiba-tiba berhenti
bisu
kaku
beku

sementara malam lama sudah berlalu
menerjang pepohonan
menerjang belukar
menerjang mimpi
beku

di dalam kita masih sibuk
menghitung waktu
:adakah sudah berganti?

KALAU MAUT

I
kalau maut datang menjemput
yang berjalan berjalan sendiri dengan bayangan
yang bicara bicara sendiri dengan bayangan
yang menangis menangis sendiri dengan bayangan

dan monumen cerita yang tertulis dalam agenda
jadi teman setia
ketika sepi ketika malam ketika mimpi
menggantikan tangis agar tak berkepanjangan

II
kalau maut turun di jalan
jejak terendam di lumpur di jalan
mati satu-satu tanpa doa

kaukah yang menggigil di bawah angin?
mati satu-satu
terbawa musim terus lewat
terbawa angin dan melayang jauh

sampai mimpi tinggal bayangan
tak kau kenal pun baunya sangat asing
tiba-tiba saja kau dibuatnya terjerat
(suatu saat waktu kau tak ingat)

ZIARAH

i
lama sudah
doa ini kupersembahkan di sini
di atas kuburmu
di sisi nisan
tapi kenapa masih utuh sampai sekarang

ii
hanya bunga yang bisa kupersembahkan sebagai sesaji
hanya bunga dengan doa
maafkan, tanpa kusertai cinta
karena cintaku telah kering di dasar hati

BANJIR

merpati yang kau lepas lewat jendela kemarin
telah kembali
di paruhnya terjepit selembar daun
(pertanda banjir telah surut)
ujarnya setelah menyerahkan daun:
–banjir telah surut
tapi banjir air-mata di jiwa
makin menjadi
lantaran hati manusia
tak lagi mampu membendung dosa-dosa yang tiba

APALAGI YANG KAU HARAP

apalagi yang kau harap dari tuhan
selain rahmat?
ampunan?
o sia-sia
karena doa-doa
kini juga berlumur dosa

EPISODE DOA

1
(yang kukubur)

yang kukubur di bawah semak
hanya jejak dan bayangan-mu, tuhan
yang sisa sebelum terguyur hujan sore
sementara mimpi-mimpi tentang diri-mu yang terlanjur tumbuh
masih kugenggam erat
meski hingga kini sama sekali tak kumengerti
di mana kau berada

2
(isyarat)

tuhan
jika kau lewat dalam mimpiku
berilah aku isyarat
agar aku tahu kalau kau yang datang
agar aku bisa melihat-mu
meski hanya sekilas

3
(tangan)

tangan yang menadah
di bawah-mu
telah lama kering
tapi, tuhan, yang kutunggu-tunggu
setetespun belum terjatuh

4
(daun yang melayang)

daun kering yang melayang
dekat jendela kemarin
turut terbawa mimpi-mu
dan ketika akhirnya terjatuh di tanah
bercerita pada angin apa saja yang kau impikan
(maafkan aku, tuhan
aku juga turut mendengarkan
karena itu aku jadi tahu
sesungguhnya bukan aku yang ada dalam mimpi-mu)

SAJAK TENTANG ANAK-ANAK

“akulah tuhan”
“aku malaikat”
“aku dokter”
“aku ayah”
“siapa yang jadi anak?”

(adam turun di padang ilalang memburu mimpi
sementara eva menangis kehabisan air susu
tapi anak-anak di halaman tak pernah tahu
apa arti matahari untuk hari ini
pun seonggok sampah penuh timbunan
penyakit, jadi tempat mainan)

“kalau mati aku pilih masuk sorga”
“aku juga”
“enakan di neraka, bisa lihat bintang film”
“aku juga pilih di neraka”
“kalau kalian mati, aku yang menghabiskan kembang gula di laci”

(sementara eva menatap firdaus yang tenggelam
dalam kedinginan kabut
adam mempertahankan mimpi di bibir jurang
tapi anak-anak di halaman tak pernah tahu
berlarian ke jalan mereka melepas tawa)

NYANYIAN KANAK – KANAK

suara kanak-kanak tanpa kata
yang di atas embun pagi harinya hanya gema
menyusup dalam matamu cahya pun mati
dan sajak-sajak bertinta hitam tak kau mengerti

tak ada dunia murni pagi hari
tangan kanak-kanak telah melempar ke alam mimpi
yang lewat kemudian hanya kaki-kaki lelah
tak mengenal tangis pun tak ada istirah

yang ada kini: dulu mainan kesukaan kanak-kanak
yang ada kini: dulu dunia permainan kanak-kanak
tapi kini kaubikin doa di tengah dunia
tapi kata-kata tak lagi sejernih air mata

_____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAIN

Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding

_____

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tenggang Rasa dalam “Tresna Tuara Teked”

Next Post

Satriani | Cerpen Kadek Desi Nurani

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Satriani | Cerpen Kadek Desi Nurani

Satriani | Cerpen Kadek Desi Nurani

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co