24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
November 25, 2020
in Esai
“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Foto ilustrasi dari penulis

Tempo hari seusai saya mengikuti kelas perkuliahan tentang manajemen perubahan, ada satu poin yang saya tangkap dari materi hari itu bahwa ternyata “paksaan” adalah satu-satunya metode terampuh untuk bisa mengubah kebiasaan buruk (baca: malas) seseorang. Seperti misal malas belajar, malas membeli buku, malas bangun pagi dan malas-malasan lainnya, setidaknya itulah fakta yang diketahui sejauh ini.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena saya merasa bahwa memang benar begitu adanya. Masyarakat kita memang masih lekat dengan budaya malasnya, maka mau tidak mau sebuah paksaan menjadi “obat” yang sangat dianjurkan untuk mengobati rasa malas tersebut.

Berangkat dari topik diskusi perkuliahan tersebut, saya jadi teringat dengan sebuah pernyataan yang diucapkan oleh Sujiwo Tejo, seorang budayawan dalam sebuah acara TV bahwasannya beliau sangat membenci sebuah kata yang saat ini sedang trend dimana kata tersebut secara tidak sadar adalah salah satu bentuk pencucian otak.

Disisi lain, pernyataan Sujiwo Tejo tentang kata yang dimaksudkan tersebut juga saya alami dalam keseharian saya bahkan saya menemukan kata tambahan selain apa yang diberitahukan oleh Sujiwo Tejo sebelumnya. “Jangan Baper” adalah kata ampuh yang Sujiwo Tejo yakini dan “Minta tolong” ialah kata yang saya yakini juga sangat berpotensi menjadi mesin pencuci otak terbaik dalam dunia kerja.

Namun, sebelum menapak lebih jauh, terlebih dahulu saya akan memberikan contoh tentang fenomena penghalusan makna kata yang terjadi disekitar kita tanpa disadari. Contoh:

“Saya wajibkan kalian untuk membawa buku ini minggu depan. Jika tidak, kalian tidak boleh mengikuti perkuliahan”

Setelah menyimak contoh diatas, apa yang muncul dalam benak kalian para pembaca? Kata “wajib” lebih nyaman digunakan daripada secara tegas menggunakan kata “paksa”. Coba pembaca bayangkan jika kata “wajib” pada contoh diatas diganti dengan kata “paksa”, pasti terkesan agak gimana-gimana gitu kan? Benar, semua ini hanya tentang diksi dan efek psikologis yang diakibatkannya. Ini hanya contoh awal tentang apa inti yang akan kita diskusikan dalam tulisan ini.

Beberapa atasan dalam sebuah perusahaan/organisasi yang saya jumpai atau atasan ditempat teman saya bekerja yang mungkin mengetahui metode paksaan ini, pasti memiliki trik jitu juga agar metode tersebut bisa dijalankan tetapi image diri mereka tetap terjaga seolah mereka masih seperti atasan yang baik, hehe. Salah satu kuncinya adalah dengan menggunakan diksi yang tepat yang memiliki efek psikologis yang manjur. Sebuah diksi dimana ketika karyawan mendengarkan diksi tersebut maka akan muncul perasaan ingin mengerjakan dan sungkan untuk menolaknya.

Eitss, teruntuk atasan yang secara sengaja, saya ulangi SECARA SENGAJA dengan liciknya memanfaatkan 2 diksi tersebut, jangan senang dulu. Tulisan ini hadir sebagai “malaikat tanpa sayap” bagi para karyawan baik yang kalian manfaatkan sebegitunya diluar sana.

Diksi “minta tolong” sangat mungkin digunakan untuk mencuci otak para karyawan karena kata “tolong” secara sisi kemanusiaan, mampu membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ingin membantu orang yang meminta tolong tersebut. Semisal:

“Minta tolong dong, buat laporan keuangan 5 tahun terakhir ya. Dikumpul besok”

Daripada secara langsung menyuruh (baca: memaksa) karyawan tersebut untuk melaksanakan perintahnya, atasan tersebut lebih memilih menambahkan kata “minta tolong” sebelumnya agar terkesan baik dan efek psikologisnya lebih dahsyat jika didengar oleh karyawan.

Lalu, ini adalah diksi yang dimaksudkan oleh Sujiwo Tejo, “jangan baper”. Diksi “jangan baper” juga memiliki dampak yang sama bahkan boleh saya katakan lebih mematikan daripada diksi “minta tolong”. Menurut Sujiwo Tejo, munculnya kata “jangan baper” saat ini sebenarnya secara tak langsung mematikan seseorang jika ingin mengekspresikan diri mereka terhadap sesuatu. Benar, saya pun setuju. Contoh:

“Jangan baper dulu ya, tapi ini emang penting buat kamu. Kayaknya, kamu memang harus olahraga deh soalnya pelanggan risih lihat penampilan kamu”

Nah, kalau sudah dibeginikan, bagaimana karyawan bisa berekspresi atau memberikan pendapat mereka? Karena sedari awal pembicaraan sudah dicegah dengan kata “jangan baper” yang secara halus berarti menyuruh karyawan untuk tidak berargumen apapun meskipun mereka tidak setuju atau ingin menyangga ucapan atasannya.

Jika kedua kata tersebut sering diutarakan kepada karyawan, maka secara tidak disadari itu akan memengaruhi bagaimana pola pikir atau mindset karyawan terhadap segala perintah yang diberikan kepada mereka. Karyawan akan menganggap bahwa semua itu baik-baik saja dan wajar- wajar saja.

Namun, itulah sesungguhnya tujuan dari pencucian otak tersebut. Atasan ingin membuat karyawan berpikir bahwa hal tersebut memang wajar saja. Wajar kalau karyawan membantu atasan yang meminta tolong, wajar kalau karyawan mengalah saat berdiskusi dengan atasan karena tidak boleh bawa perasaan saat diberikan masukan (yang belum tentu juga membangun).

Namun sebelum tulisan ini saya sudahi, saya ingin menggaris bawahi bahwa tidak semua penggunaan diksi tersebut berdampak negative alias mampu mencuci otak orang lain. Akan tetapi layaknya sebuah pisau, ia bisa digunakan untuk memotong buah juga bisa untuk membunuh seseorang.

Sama halnya dengan sebuah kata-kata yang bisa dimanfaatkan dengan bijak atau digunakan dengan licik (ada tujuan tertentu). Semua kembali ke diri kita masing-masing. Kata hanyalah kata, namun mulut bisa mengubah kata menjadi pisau tajam. Waspadalah, jangan sampai otak kalian dicuci!

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekologi dalam Kata

Next Post

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co