Lebaran Bersama Tuhan
Takbirku menyusup di antara ladang dosa di bawah timbunan mimpi
Wiridku tak pernah putus oleh genderang duniawi berjibun janji
Doaku meruah di tengah gelisah yang tiada sudah
Sujudku menghormat tunduk pada Engkau yang sejumput lagi membersamai
Syukurku meresap lisan di antara nikmat yang kudapat
Tasbihku menguntai mutiara tiada henti pada puja-puji
Esok ketika mentari menyapa angkasa
Aku ingin surur yang tenang dan jernih di jiwa
Aku ingin lebaran bersama Engkau ya Tuhan
Sajak Sepotong Pagi
Apa lagi yang kau rindukan tentang pagi
Aku telah merayap di atasnya
Semburat merah adalah tapak bukan jejak
Biarkan menari di suanya
Apa lagi yang kau risaukan tentang pagi
Aku telah melangkah di ujungnya
Temaram jingga adalah derap bukan harap
Biarkan mencari di sudahnya
Apa lagi yang kau hindari selain pagi
Aku sudah berlari menjemputnya
Kicau burung adalah tembang bukan gamang
Biarlah berpeluk di mesranya
Ada Lagi Jalan
Bukan belati yang kemarin menikam gelap malam
Tercecer darah membentang jalan
Terkoyak luka batin mendusta kata
Zikirmu menyeruak di hitungan tabah
Berharap seribu bulan dalam genggaman
Berhajat malaikat mencerap tadarus dan ampunan
Nestapa tak lagi bicara alunan cinta
Ada jalan yang tak selalu berdua
Karena sunyi tak lagi sendiri menanti fitri
Purwokerto, Ramadan 2026
Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole




























