FLOW KOPLO merilis single terbaru berjudul “Mikir Kidz”, menandai langkah lanjutan mereka dalam meramaikan industri musik dengan karya orisinal bernuansa lintas genre.
Single ini menjadi rilisan kedua mereka setelah sebelumnya menyapa penikmat musik lewat “Persimpangan Cinta”. Video klip “Mikir Kidz” sekaligus menjadi karya visual kedua Flow Koplo yang menggunakan bahasa Indonesia. Lagu ini telah dirilis di channel YouTube Flow Koplo dan berupaya menyasar fenomena yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.
“Mikir Kidz” mengangkat tema hubungan asmara anak-anak zaman sekarang yang kerap dipenuhi sikap posesif, cemburu berlebihan, sensitif, pikiran negatif, hingga overthinking yang berujung pada konflik berkepanjangan. Tema tersebut dikemas dalam balutan musik hip-hop dengan lirik kekinian, menggunakan campuran bahasa Indonesia dan Inggris.
Lagu ini diciptakan oleh Nathaswara atau A.J. Inspirasi judulnya lahir dari celetukan penyanyi Bali, Carmen, yang berkiprah bersama girlband Korea Hearts to Hearts (H2H). Saat itu Carmen tengah bosan menunggu pengumuman audisi dan spontan mengucapkan kata ‘mikir kids’, yang kemudian diangkat menjadi judul lagu.
Istilah ‘mikir kids’ sendiri merupakan bahasa gaul di kalangan anak muda. Ungkapan ini bisa dimaknai sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan situasi dengan tenang, terutama ketika menghadapi sikap berlebihan atau kekanak-kanakan dalam hubungan.
“Overthinking, pertengkaran, semua dipatahkan dengan sebuah kalimat kamu kebanyakan mikir,” ungkap A.J saat konferensi pers di Foodcourt 88 Denpasar, Kamis (5/2).
Flow Koplo sendiri berdiri pada 11 November 2025. Grup ini terdiri dari empat personel, yakni A.J (vokal), A.L atau Dikal (vokal), Archis (vokal), dan FDJ Jelita (DJ music). Mengusung konsep lintas generasi dari Milenial hingga Gen Z, mereka menghadirkan warna musik yang tidak sepenuhnya koplo.
Secara musikalitas, Flow Koplo memadukan hipdut, trapdut, skadut, hingga hip-hop dengan sentuhan trap. Meski nama koplo melekat pada identitas band, unsur tersebut tidak selalu dominan. Kendang koplo tetap dimasukkan sebagai ciri khas, namun dikombinasikan dengan berbagai genre lain.
“Tidak semua lagu Flow Koplo mengandung esensi koplo. Campuran trap, hip hop, ska yang kita kombinasikan dengan musik tradisional kendang,” tegas A.J.
Band yang berdiri di akhir 2025 ini juga menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan karya orisinal. “Kebanyakan DJ Koplo membawakan lagu cover atau lagu orang, tapi kita membawakan lagu original ciptaan kita sendiri,” pungkasnya. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana



























