Subak adalah sistem pengaturan air di Bali sangat terkenal di Indonesia, bahkan sampai di manca negara.
Sistem Subak di Bali adalah salah satu warisan budaya leluhur Bali terdahulu, mungkin sejak awal sejarah Bali yang masih dilanjutkan di jaman penjajahan dan di jaman kemerdekaan.
Sebagai warisan budaya, leluhur Bali, sampai sekarang Subak masih bisa dilihat, bangunannya, ruang-ruang penyaluran airnya, nama orang-orang dan jabatannya dalam organisasi, bahkan beberapa orang-orangnya masih bisa diajak ngobrol, ditanyakan tentang sistem pengairan Bali yang katanya hebat itu.
Persoalannya justru di saat Indonesia gencar-gencarnya membangun, sejak presiden Soeharto sampai Prabowo, perhatian pada Subak belum pernah menyentuh titik dasar yang paling krusial, yakni, hak dan kewajiban bagi orang-orang yang tergabung dalam oranisasi Subak, batasan wilayah antara Subak satu dengan yang lain dengan segala wewenang yang ada di dalamnya, dalam bingkai negara Kesatuan Indonesia.
Subak sebagai organisasi sistem pengaturan air, melibatkan tiga komponen dasar, yakni: air dan sumber air, anggota organisasi, ruang lingkup yang ditangani, dan sistem pengelolaannya.
Umumnya air mengalir dari dataran tinggi (pegunungan) menuju dataran rendah (laut). Air di pegunungan berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan tanah, ada mengalir melewati sungai- sungai, yang menjadi air permukaan, dan ada masuk ke dalam tanah melalui akar tumbuh-tumhuh yang menjadi air bawah tanah.
Jaman kerajaan Bali Kuno raja-raja yang memerintah, sangat menjaga, memelihara, menghargai dan menyucikan sumber-sumber air, tempat air hadir secara alami. Gunung-gunung juga dijaga dengan menanami pohon-pohon berkayu dengan akar yang kuat menyerap air, dan berusia panjang. Beberapa jenis pohon dilarang untuk ditebang, seperti pohon kemiri, Trengguli, Beringin dan Pohon Bodi.
Bisa dipotong kalau di dataran rendah dan menghalangi sinar matahari di sawah.
Ketika Air Tidak Mengalir
Organisasi Subak di Bali, biasanya mengelola air yang mengalir melewati sungai- sungai, kemudian membaginya berusaha secara adil agar semua tanah, sawah anggota teraliri air, dari tempat yang paling tinggi, sampai yang paling rendah.
Jika ada sawah, ladang baru, biasanya akan dibukakan saluran air baru, yang alirannya mengalir sampai ke laut.
Pekaseh dan petugas-petugasnya akan mengecek jangan sampai ada air yang disumbat, dan yang bocor. Jatah air yang didapat menentukan berapa urunan yang harus dibayar pemakai.
Kini air bisa mengalir dan dialirkan dari sungai, PDAM maupun dari dalam tanah, tetapi tidak semua dialirkan ke laut, ada yang dengan digenangkan dalam kolam, di dalam tangki-tangki air, dalam bak-bak mandi dan pipa-pipa air.
Kalau dulu organisasi Subak yang dipimpin oleh pekaseh bertugas mengelola air yang mengalir melalui sungai-sungai, yang mengairi sawah-sawah, ladang, dan rumah-rumah petani, kini semestinya juga bisa mengelola air hotel-hotel, tempat-tempat bisnis lain yangmengambil air dari sungai maupun dari dalam tanah di wilayahnya. Tugas Pekaseh dan petugasnya bisa ditambahkan untuk menjaga hutan-hutan di dataran tinggi, menanami pohon lagi jika ada yang hilang/mati, mengecek aliran dan membuatkan aliran baru agar semuanya mengalir ke laut, mengecek ketersedian pohon-pohon di wilayahnya agar akarnya menyerap air untuk air di dalam tanah.
Jika hal itu tak bisa, tak mungkin lagi dilakukan oleh organisasi subak, dengan pengelolanya, mari belajar dari kearifan sistem organisasi subak, sistim pengaliran air secara adil dan merata sampai menyentuh tempat yang paling rendah. Kunci air adalah mengalir, ke hilir, sampai ke laut.
Kearifan Sistem Subak
Aliran air dulu itu nyata, menyentuh dan membasahi tanah, dari dataran tinggi sampai dataran rendah. Serupa gunung, atau segitiga, bagian bawah-lah yang paling besar dan luas. Sehingga kalau kearifan sistem organisasi subak bisa diterapkan semua akan makmur bersama, karena air/hasil/ uang/kekayaan dll, akan dinikmati oleh masyarakat umum yang paling banyak, makin ke atas makin sedikit, karena orangnya juga lebih sedikit.
Subak boleh hilang, tapi kearifan sistem Subak bisa kita terapkan kapan saja dan dimana saja. [T]


























