SETIAP pagi sebelum matahari terbit, aroma bumbu khas Bali yang ditumis dan sambal goreng selalu memenuhi warung kecil milik Bu Kadek. Warung kecil sederhana di pelosok desa yang menjual makanan dan kue-kue tradisional seperti jaja laklak (sejenis kue serabi), pisang goreng dan berbagai jenis kue tradisional.
Sejak subuh Bu Kadek sudah menanak nasi, menyiapkan lauk yang akan dijual sambil menyiapkan berbagai kue yang dijual pagi hari, yang disiapkan masih dengan cara tradisional dan tanpa menggunakan tambahan pewarna makanan.
Saya pun kerap kali mampir dan menjadi langganan kue tradisional sebagai pelengkap minum kopi. Warung Bu Kadek lumayan ramai setiap pagi dan menjelang jam jam istirahat atau makan siang. Kue-kue yang dijual itu memang menjadi favorit di pagi hari bagi para para pekerja yang sedari subuh sudah bersiap untuk mengais rejeki sebelum matahari menampakkan senyumnya.
Di balik ramainya pelanggan yang sudah datang dan menunggu dari pagi, ada satu hal yang kerap kali menganggu Bu Kadek, yaitu rasa perih di ulu hati, yang sering kali diabaikan dan dianggap sebagai hal biasa saja. Namun semakin lama keluhan ini seringkali muncul. Kadang munculnya setelah seharian beraktifitas di warung kecilnya. Kadang juga pada saat pelanggan ramai untuk membeli makanan, dan ia sedang semangat berjualan, jam makan seringkali dilupakan. Ia biasa ganti dengan minum kopi untuk mengurangi rasa lelah dan kantuk.
Hal itu sering terjadi pada seseorang yang punya profesi sebagai pedagang makanan, di mana pada saat jam makan sibuk melayani pelanggan, namun ia sendiri melupakan jam makan yang berakibat asam lambung menjadi berlebih dan menimbulkan rasa perih di ulu hati. Dalam beberapa kasus, ini bisa berakibat sampai pingsan dan harus mendapat perawatan di fasilitas kesehatan.
Gangguan lambung, mulai dari maag, gastristis maupun GERD Anxiety memang akhir-akhir ini banyak terjadi. Beberapa kebiasaan yang tanpa kita sadari bisa meenjadipenyebabnya, seperti melewatkan waktu makan terutama waktu sarapan, mencicipi makanan yang pedas, asam dan berminyak yang terlalu sering, minum kopi atau teh yang terlalu pekat untuk menahan kantuk dan lelah setelah beraktivitas yang padat, maupun bisa karena stress dan kelelahan fisik akibat jam kerja yang terlalu panjang atau full day.
Hal seperti ini tanpa kita sadari bisa membuat asam lambung kita menjadi meningkat terutama saat perut kita kosong. Asam lambung yang terlalu banyak atau berlebih bisa menyebabkan luka pada dinding lambung, rasa nyeri yang hebat, mual muntah dan rasa sesak atau panas di dada.
Kembali ke Bu Kadek. Sambil menunggu pesanan kue selesai dibuat, saya menyempatkan ngobrol ringan terkait dengan perubahan-perubahan kecil yang Bu Kadek bisa terapkan.
Iya, perubahan kecil yang bisa membawa dampak yang lebih besar. Bu Kadek saya sarankan untuk memulai pagi dengan cara sarapan sederhana sebelum memulai menyiapkan dagangannya. Sarapan pagi, bisa dengan roti tawar dan air hangat, atau bisa juga dengan sarapan bubur dengan santan yang tidak terlalu banyak. Itu penting, mengingat tubuh kita kan puasa pada saat kita tidur malam sekitar 6 – 8 jam.
Kebiasaan ngopi baru bangun diganti dulu dengan teh manis hangat yang tidak terlalu pekat, atau juga bisa dengan susu rendah lemak dan belajar untuk menyisihkan waktu istirahat dan waktu makan di sela-sela melayani pelanggan yang datang. Bisa juga kita siasati dengan pola makan yang kecil tetapi dengan frekuensi yang lebih sering. Dan usahakan bisa mengunyah dengan lebih lama agar tekstur makanan menjadi lebih lembut dan lunak.
Perubahan kecil ini bisa diterapkan dengan konsisten dan berkesinambungan untuk hasil yang lebih baik.
Gangguan di lambung ini tidak hanya menyerang mereka yang makan sembarangan, makan dengan porsi yang berlebih tetapi bisa juga menyerang mereka yang terlalu sibuk menyiapkan makanan bagi orang lain. Jaga pola makan yang bagus, sempatkan istirahat untuk makan, hindari stress berlebihan serta berikan tubuh kita haknya untuk beristirahat. Ini merupakan investasi kita jangka panjang.
Karena di setiap makanan dan kue yang kita bisa beli dan nikmati tiap pagi, ada perjuangan, ada kerja keras untuk menunjang perekonomian dan yang paling penting adalah ada tubuh kita yang perlu dijaga agar bisa tetap optimal.
Jaga lambung, jaga semangat. [T]
Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole
- BACA artikel lain dari penulis GEDE EKA SUBIARTA


























