Pada Sunyi kita Bercakap
- untuk Agus Noval Rivaldi
…
….
…..
……
…….
……..
Beri sedikit waktu
agar tak ada sesal yang tersisa
Maka kita akan bercakap lagi
pada mimpi
pada angin
akan bercakap
pada air
dan hening
Mari tertawa, selepasnya
tentang makanan di jalan Kerobokan
angkringan Pasar Burung
dan segalanya tentang tawa
selamat jalan sahabat terkasih.
Denpasar, 2024
Percakapan di Tepi Kabut
“Dingin,” katanya.
lantas kita termenung
segelas kopi
peluk hangat tubuhmu
kencang remuk tubuhku
kita pandangi tirai kabut
bisik dahan, rintih ranting
duduk berdamping
“sampai kapan?” katanya lagi.
lekas, teduh akan hilang
selimut kabut tebal
tak lagi hangat
kopi sudah dingin
mari kita beranjak.
Bedugul, 2024
Peluk Terakhir di Tepi Karang
Rambutmu menari di pelukan angin,
menerpa wajahmu yang pucat.
Kau mengusapnya dengan jari,
aku memeluknya dengan pandang.
Bolehkah aku berlabuh,
di peluk hangatmu untuk yang terakhir?
Kita menukar janji-janji pada angin dan pasir.
Kau genggam pinggangku dari belakang,
kita tertawa, aku tetap berlayar.
“Ini yang terakhir,” bisikmu.
Seketika, cinta menjelma serpihan kaca.
Ombak tak lagi tenang,
perahu kita hancur ditelan karang.
Pantai Karang, 2025
.
Penulis: Satria Aditya
Editor: Adnyana Ole



























