6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

tatkala by tatkala
September 5, 2025
in Ekonomi
Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

Hairudin

HAIRUDIN, lelaki 57 tahun itu, tetap setia pada tempe. Setia juga membuatnya secara tradisional, meski alat-alat modern kini begitu mudah didapat.

“Saya sudah dari sejak muda ikut bantu orang tua bikin tempe. Sampai sekarang tetap  saya lanjutkan,” ujar Hairudin, Jumat, 5 September 2025.

Hairudin membuat tempe di rumahnya, di pesisir Pantai Taman Sari, tepatnya di Jalan Pulau Sugara Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Kabupaten Buleleng-Bali.

Di tempat itulah ia menjalani proses panjang-pendek membuat tempe, satu jenis makanan yang sungguh asli Indonesia.

Jika hendak berkunjung ke tempat itu, siap-siap menghirup aroma khas kedelai, atau terasa sudah menghirup aroma tempe yang ditopong-potong di atas talenan.

Hairundin bisa ditemui sedang melakukan kegiatan yang berurusan dengan kedelai. Kedelai yang dibersihkan, kedelai yang difermentasi. Atau kita bisa temui dia sedang mengemas tempe yang siap dipasarkan ke para pelangan.

Usaha pembuatan tempe itu memang sudah dikelola sejak tahun 1970. Awalnya dibuat oleh ayahnya, kini sudah menjadi  warisan usaha untuk dirinya.

Semangatnya untuk menjaga cita rasa tempe tradisional tak pernah surut. Bahkan, ia melibatkan enam tetangganya sebagai karyawan. Tiga untuk membantu proses produksi tempe, tiga lainnya untuk tahu, produk sampingan berbahan dasar kedelai yang juga ia produksi.

Kabupaten Buleleng sendiri dikenal sebagai wilayah yang mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Berdasarkan data klasifikasi usaha yang bersumber pada satu data Pemkab Buleleng, jumlah usaha kecil di Buleleng meningkat dari sekitar 9.576 pada tahun 2020 menjadi 12.107 pada tahun 2024. Lingkungan yang mendukung ini turut memberikan ruang bagi usaha-usaha rumahan seperti milik Hairudin untuk bertahan dan berkembang.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) aktif memfasilitasi pelatihan dan pendampingan agar UMKM lebih berdaya saing.

Dulu, tempe buatan Hairudin dibungkus dengan daun pisang yang memberi aroma khas dan kesan alami. Kini, bungkus plastik menjadi pilihan utama karena lebih praktis dan mudah  didapatkan.

Namun demikian, proses pembuatan tempe masih mempertahankan unsur manual yang diwariskan secara turun-temurun. Mesin hanya digunakan untuk beberapa tahap, seperti menggiling kedelai atau mengaduk adonan.

“Kita tetap pakai cara lama. Tapi untuk efisiensi waktu, beberapa proses dibantu mesin,” jelasnya.

Proses pembuatan tempe dimulai dari merendam dan merebus kedelai, mengupas kulitnya, lalu dikeringkan sebelum dicampur dengan ragi.

Menariknya, Hairudin menggunakan dua jenis ragi sekaligus, ialah ragi instan dan ragi alami yang berasal dari pohon waru. Campuran tersebut kemudian dibungkus dan disimpan untuk fermentasi selama empat hari.

“Kalau cuaca cerah, tempe jadi lebih cepat. Tapi kalau mendung, fermentasinya lambat, jadi raginya saya tambah,” ujarnya.

Hairudin memproduksi sekitar 100 kilogram tempe setiap harinya. Penjualannya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga sekitar yang membeli langsung ke rumah produksi hingga pedagang pasar yang datang membeli dalam jumlah besar.

Selain itu, ia juga menerima pesanan secara online. Beberapa kali ia bahkan mengirim pesanan dalam jumlah besar ke luar wilayah pusat kota, seperti Lovina dan Bebetin.

 “Itu yang paling jauh saya pernah antar,” ucapnya. 

Harga jualnya pun bervariasi sesuai ukuran, untuk tempe berukuran kecil dihargai sebesar Rp4.000, ukuran sedang Rp7.000, dan ukuran besar seharga Rp9.000 per potong sehingga dapat dijangkau oleh konsumen dari berbagai kalangan. 

Salah satu pelanggan tetapnya, Ketut Eti mengaku telah membeli tempe dari Hairudin selama bertahun-tahun.

“Tempe Pak Hairudin itu beda rasanya, lebih gurih dan awet. Saya sudah coba beli dari tempat lain, tapi tetap balik lagi ke sini,” ujarnya.

Meski proses pembuatan tempe belum bisa sepenuhnya dimodernisasi, terutama karena belum ada alat yang dapat mempercepat fermentasi Hairudin tetap optimis.

Ia berharap kelak anak cucunya mau melanjutkan usaha keluarga ini. “Saya ingin usaha ini tetap jalan, jangan sampai berhenti di saya. Ini warisan keluarga,” kata Hairudin.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Hairudin membuktikan bahwa tradisi bisa tetap hidup jika diiringi semangat menjaga kualitas, kesederhanaan, dan ketulusan. Tempe Hairudin adalah hasil dari kerja keras dan dari pewarisan nilai-nilai dari generasi ke generasi. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis Kominfosanti Buleleng
Editor: Budarsana

Tags: bulelengtempe
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Next Post

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

by tatkala
October 22, 2025
0
Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi...

Read moreDetails

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

SUBAK di Bali bukan hanya soal air. Ia adalah filosofi hidup. Air mengalir dari hulu ke hilir, melintasi sawah, membawa...

Read moreDetails

Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

BULDE Wine, dengan memanfaatkan anggur dari petani Buleleng, perlahan menjadi jenis minuman yang berkelas. Minuman ini tak bisa disebut sebagai...

Read moreDetails

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

by Rusdy Ulu
August 10, 2025
0
Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

PAGI di kawasan pantai, di Buleleng bagian timur, sinar matahari menghangatkan orang-orang yang pergi untuk bekerja di pantai. Aroma laut...

Read moreDetails

Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

by tatkala
June 23, 2025
0
Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

SEIRING meningkatnya antusiasme warga membuka tabungan haji di beberapa cabang Bank Syariah Indonesia Tbk yang ada di Bali, khususnya Buleleng, ...

Read moreDetails

Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

by tatkala
May 16, 2025
0
Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

ANTUSIASME masyarakat  Muslim Bali untuk merencanakan ibadah haji sejak dini terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari rata-rata pembukaan rekening...

Read moreDetails

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

by Ananta Kurnia
April 29, 2024
0
1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

JEMBRANA | TATKALA.CO -- Langkah monumental terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan penyerahan Sertifikat Halal kepada 1000 pelaku Usaha Mikro,...

Read moreDetails

Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 15, 2024
0
Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

ADA wine yang diproduksi dari bahan anggur Buleleng. Nama merk-nya, Bulde Wine. Bulde artinya Buleleng Dessert. Yang menarik, minuman ini...

Read moreDetails

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

by Rusdy Ulu
February 19, 2024
0
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

PASAR itu tak harus bangunan megah, bertingkat dan luas. Pasar bisa diciptakan dengan inisiatif yang sederhana, namun dibuka dengan konsep...

Read moreDetails

Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

by Redaksi Tatkala Buleleng
January 23, 2024
0
Di Buleleng, Pelaku Usaha Hiburan Diberi Insentif Fiskal Pajak Hiburan

BULELENG | TATKALA.CO -- Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana memberikan insentif fiskal pajak daerah kepada para pelaku usaha hiburan...

Read moreDetails
Next Post
Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co