6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hargai Kehidupan dan Kematian Tak Meminta Perhatian

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 5, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kita takkan pernah tahu, kapan dan di mana hembusan nafas kita berakhir. Segalanya misteri abadi yang senantiasa disegani. Bahkan jika kematian itu dipersiapkan dan direncanakan sekali pun, sesungguhnya selalu, ia tak pernah diharapakan. Sebuah kematian yang direncanakan dan dipersiapkan pastilah sebuah hukuman. Entah itu oleh orang lain atau pun dari diri sendiri. Eksekusi di tiang gantungan yang disahkan negara, tebasan sadis di leher oleh belati dendam kesumat atau keputusan untuk bunuh diri yang hampa. Kelahiran sebaliknya, selamanya dinanti dan diharapkan. Maka jika ada kelahiran yang tak diharapkan, itu jelas sebuah hukuman yang telah dijatuhkan jauh sebelum kelahiran menyapa. Satu drama kehidupan manusia yang diselimuti segala kesuraman dan selalu menyiksa nurani. Hingga pada baris ini, kalimat yang tertulis masih menggambarkan betapa kematian selalu saja menuntut pengakuan yang tak biasa-biasa saja. Ia adalah kemewahan yang tetap minta untuk selalu disegani, ditakuti dan diperdebatkan bahkan dijadikan alasan untuk berperang.  

Hari ini, dalam kepungan wabah global Covid-19, kematian berdatangan silih berganti dan tak sedikit yang menuntut kemewahannya. Kemewahan sering kali bukan sekutu kebahagiaan, namun dapat pula sebagai wakil alam bawah sadar dari sebuah pemberontakan akan kemiskinan. Ada gelimang  rasa jengah, mungkin rasa bersalah. Atau dapat juga lantaran satu tradisi yang telah menjauhkan hati manusia dengan kehidupan, namun menyanderanya bersama rasa pahit kehilangan akibat kematian. Hati manusia kian jauh dengan kehidupan yang segar berseri, sederhana dan bersahaja namun semakin dekat dengan kematian yang kelam dan penuh kesombongan. Hampir setiap hari petugas  pemulasaraan jenazah bersitegang dan saling salah pengertian dengan keluarga pasien yang meninggal akibat Covid-19 atau terduga. Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah dengan tradisi adat istiadat yang tebal dan mendarah daging seperti di Bali ini. Satu pihak mesti bertahan pada prinsip-prinsip asepsis yang diperintahkan negara sementara tentu saja hal ini dapat meniadakan akses keluarga untuk melaksanakan ritual yang secara tradisional sedemikian penting dan prinsip.

Kematian, sekali lagi, akan selalu misterius dan meninggalkan kita dalam kebingungan. Protokol universal memang telah memisahkan jenazah pengidap Covid-19 dengan keluarganya.  Keduanya tak dapat bertemu dalam spirit budaya mendalam dan penuh emosional yang dalam sejarah tradisi selalu memberi rasa lega. Sedemikian fundametal kah, tradisi itu? Terutama di saat kita dihadapkan pada situasi yang sangat sulit seperti ini? Sebetulnya ada berbagai keadaan yang juga dapat memberikan keadaan seperti ini seperti kematian akibat kecelakaan pesawat terbang, kapal laut, aktivitas di alam seperti mendaki gunung, korban penculikan dan pembunuhan yang dapat melenyapkan jenazah dari keluarganya. Maka, sedemikian jelas tampaknya, kematian takkan bisa kita kuasai tempat dan waktunya. Namun kehidupanlah yang sedang menunggu kita untuk dikuasai dan dimuliakan. 

Kita sering lupa untuk menghargai kehidupan yang menyimpan segala kebaikan, namun sebaliknya, mengagungkan kematian dengan penuh emosional dan tak rasional. Contoh di atas, kematian karena virus Corona, sudah memberi gambaran yang cukup jelas akan hal ini. Kita abai dengan protokol Covid-19 yang begitu sederhana seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sebagian dari kita memilih untuk berdebat dan saling menyalahkan. Bahkan tokoh dunia sekaliber presiden Donald Trump pun punya reputasi buruk menolak dengan skeptis anjuran protokol ini. Dan seperti yang kita ketahui bersama, Trump dan Ivana, ibu negara Paman Sam itu, kini harus menjalani karantian mandiri selama paling tidak 14 hari lantaran terkonfirmasi positif SARS-Cov-2. Tak melulu terkait wabah saat ini, sejujurnya kita memang kurang menghargai kehidupan, alam dan sesama. Entah berapa juta hektar hutan yang telah kita babat tanpa belas kasihan, dan saat banjir atau tanah longsor menyerang balik dan mengambil beberapa nyawa dari kita, kita pun riuh rendah simpati dan memuja nestapa ini berhari-hari.

Pun dengan sesama, kita belum betul-betul sepenuhnya merayakan hidup ini dengan sehebat-hebatnya dalam welas asih dan humanisme. Sebagian dari kita masih sulit menerima perbedaan dalam nilai-nilai pluralisme. Sentimen SARA yang kerap menciptakan konflik rasial masih sering mencorang-coreng kehidupan yang semestinya indah berwarna-warni. Bahkan di sana sini masih terdengar sikap-sikap buruk stigmatisasi terhadap penderita Covid-19 alih-alih mendukung mereka. Di bangsal-bangsal rumah sakit yang penuh penderitaan, tak sedikit orang tua yang kehilangan harapan karena telah ditelantarkan anak-anaknya sendiri. Bukankah perhatian dan kasih sayang semasa mereka hidup jauh lebih bermakna ketimbang hingar bingar dengan biaya besar saat upacara ngaben? Mari kita renungkan bersama gagasan ini. Saat kita telah menghargai dengan kedalaman hati, kehidupan yang sebetulnya sederhana ini, maka kita takkan sekalipun perlu menatap kematian dengan penuh kerumitan. Ia, seharusnya hanyalah akhir dari sebuah cerita film, semua film yang selalu harus ada akhirnya, film-film yang kesemuanya telah meninggalkan kisah cerita yang sangat mengesankan untuk penontonnya.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dayu Ani, “Kenapa Legong?” – Karena Ia Bisa Menjelma Apa Saja

Next Post

Surat Raja Buleleng ke Stamford Raffles —Menelusuri Perjalanan Ketut Jubeleng Budak Buleleng

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Surat Raja Buleleng ke Stamford Raffles —Menelusuri Perjalanan Ketut Jubeleng Budak Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co