4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Detik-detik UN di Rumah, Detik-detik yang Kemudian Hilang

Penulis Cerita Katagori Siswa by Penulis Cerita Katagori Siswa
March 30, 2020
in Esai
Detik-detik UN di Rumah, Detik-detik yang Kemudian Hilang

Detik-detik UN di Rumah, Detik-detik yang Kemudian Hilang/ Oleh Kariasa, SMAN Bali Mandara

Oleh: I Gede Kariasa — SMAN Bali Mandara


Seperti tahun-tahun sebelumnya ujian nasional merupakan ajang yang ditunggu-tunggu oleh siswa kelas 12 untuk mengikuti tes yang sudah dipersiapkan selama 3 tahun. Ujian nasional merupakan salah satu syarat untuk menentukan kelulusan siswa-siswi khususnya di tingkat SMA. Namun berbeda halnya dengan UN tahun 2020, tahun ini Kemendikbud memutuskan untuk meniadakan ujian nasional karena adanya wabah Virus Corona (COVID-19).

Mendengar kata Corona mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat di seluruh dunia. Corona menjadi topik yang sangat hangat dibahas pada saat ini. Penyakit Corona atau yang sering kita sebut sebagai Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Penyakit ini pertama kali ditemukan di daerah Wuhan, Cina tepatnya pada tahun 2019. 

Saya sebagai kelas 12 SMA merasakan betapa berbedanya belajar ditengah wabah virus Corona yang telah banyak merenggut nyawa masyarakat di berbagai belahan dunia. Saya yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional tahun 2020 merasakan hal yang begitu berbeda dengan kakak kelas tahun sebelumnya. Awal mula saya mendengar ujian nasional dibatalkan ketika saya sedang mengikuti ujian sekolah yang dilaksanakan di SMAN Bali Mandara.

Ketika kami siswa SMAN Bali Mandara sedang melaksanakan ujian sekolah, kami dikejutkan dengan adanya surat edaran dari Pemprov Bali tentang meniadakan pembelajaran di sekolah dan membelajar rumahkan seluruh siswa-siswi.

Waktu itu saya dan teman-teman sedang mengerjakan ujian sekolah mata pelajaran bahasa Bali, ada teman yang berkata, “Teman-teman tau info gak,  katanya ujian SMA diundur lho!”

Tatapan semua orang yang ada dalam ruangan itu menuju ke sumber informasi tersebut. Dalam hati saya “Wahhh ada apa ini kok ujian nasional diundur ya???”

Semua teman-teman langsung bersorak-sorang mendengar informasi tersebut. Sambil melanjutkan ujian sekolah guru-guru kami melaksanakan rapat mengenai membelajar rumahkan siswa-siswi dan kami pun sangat bersemangat mengerjakan tes yang telah diberikan.

Setelah menyelesaikan tes, diinformasikan bahwa kami semua dibelajarrumahkan selama 2 minggu semasih pandemi virus corona. Seluruh siswa bersemangat menelpon orang tua masing-masing untuk menjemput keesokan harinya, kebetulan sekolah kami sekolah berasrama. Sore harinya saya mempersiapkan barang-barang yang akan saya bawa pulang seperti, baju, tas dan yang tidak saya lupakan tentunya buku detik-detik ujian nasional tahun 2020.

Keesokan harinya pagi-pagi buta sudah banyak orang tua siswa yang menunggu untuk menjemput anak-anaknya. Sebelum pulang kerumah masing-masing kami semua dikumpulkan di aula sekolah dan diberikan beberapa informasi mengenai pandemi virus Corona dan sistem pembelajaran yang akan kami gunakan pada saat dirumah. Setelah dikumpulkan dan diberikan pengarahan kami semua dipersilakan pulang kerumah.

Senang rasanya bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga tapi saya merasa sedih karena ujian nasional sudah dekat namun persiapan belajar yang masih kurang. Sesampainya dirumah saya langsung menyusun jadwal kegiatan yang akan saya lakukan, mulai dari menyusun materi yang akan dibahas sampai latihan-latihan soal ujian nasional.

Setelah beberapa hari liburan berlalu entah kenapa mulai ada rasa bosan ketika saya belajar dirumah karena banyak materi yang saya kurang paham dan tidak ada teman ataupun guru yang bisa ditanyakan. “Huhhh kalo seperti ini mungkin saja nanti nilai ujian saya nanti semua kecil-kecil,” begitu  pikir saya.

Seketika itu saya mengambil Handphone dan membuka WhatsApp, saya melihat ada perbincangan yang begitu rame di group angkatan entah apa yang dibahas. Saya terkejut melihat ada informasi bahwa ujian nasional ditiadakan. “Wowww” dalam hati saya berpikir.

Terus saya membaca pesan yang ada di WhatsApp tersebut sampai-sampai saya menghubungi guru disekolah untuk menanyakan kebenaran mengenai peniadaan ujian nasional tahun 2020. Setelah saya tanya kepada guru yang ada disekolah ternyata memang sudah resmi dari hasil rapat Kemendikbud sepakat untuk meniadakan ujian nasional.

“Wahhh saya merasakan bahwa ini merupakan hadiah yang diberikan di tengah-tengah pandemi virus Corona yang meresahkan masyarakat Indonesia dan persiapan ujian nasional yang begitu singkat saya merasa senang mendengar informasi itu”.

Terima kasih pemerintah yang telah mengertikan keadaan kami sebagai siswa, walaupun ujian ditiadakan tetapi saya tetap belajar dan bisa lebih fokus untuk mempersiapan diri masuk keperguruan tinggi. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Kebahagiaan Memperkuat Imunitas Melawan Covid-19

Next Post

Dari Rumah, Menanti Kabar yang Tak Pasti

Penulis Cerita Katagori Siswa

Penulis Cerita Katagori Siswa

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori siswa

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Rumah, Menanti Kabar yang Tak Pasti

Dari Rumah, Menanti Kabar yang Tak Pasti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co