6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 22, 2020
in Esai
Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Awal tahun baru (tahun 2020) penuh dengan harapan. Harapan untuk menjadi lebih baik, seperti karier yang lebih baik, rejeki makin bertambah, dapat jodoh, menikah dan sejenisnya. Intinya semua doa yang terpanjatkan tujuan untuk menjadi lebih baik. Tiba-tiba harapan itu mendapat respon dari semesta raya. Respon yang mengejutkan karena semesta raya sedang kedatangan tamu yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Tamu itu adalah virus corona (covid-19). Virus ini mendadak akrab di telinga masyarakat. Semua media informasi menayangkan tamu ini. Di koran, TV, media on line, media cetak, dan paling hangat dan seru tamu ini diperbincangkan di media sosial. Berbagai informasi berseliweran hadir hingga membuat handphone hang, karena hampir semua group wa berlomba-lomba menampilkan informasi terbaru  seputar corona.

Pandemi global virus corona dikhawatirkan dan diprediksi akan merusak harapan. Baik harapan pemerintah, harapan perusahaan dan pada akhirnya berimbas pada harapan masyarakat. Perusahaan sudah memulai menghitung opportunity cost akibat adanya virus corona. Opportunity cost adalah biaya/kesempatan yang hilang sebagai akibat memilih keputusan yang lain. Tentunya keputusan yang dipilih adalah keputusan yang memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Saat ini, keputusan untuk berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah adalah sebuah pilihan. Secara ekonomi, sekali lagi secara ekonomi pilihan ini “menimbulkan kerugian”. Dikatakan rugi, karena pilihan ini, membuat perusahaan tidak mampu berproduksi dengan optimal. Pilihan ini merupakan anomali jika dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari perusahaan. Sekali lagi, itu jika dilihat dari kaca mata ekonomi.

Jika dilihat dari dimensi yang lain, seperti kesehatan tentu pilihan ini sangat rasional. Kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah yang utama, sedangkan urusan ekonomi nomor berikutnya. Lagi-lagi ini tentang pilihan. Negara Indonesia sudah pasti memilih pilihan yang pertama yakni menyelamatkan manusia Indonesia.

Corona menimbulkan keresahan baik di kota maupun di desa. Corona juga menimbulkan kecemasan bagi berbagai profesi, terutama profesi yang bersinggungan dengan pariwisata, pengacara, politisi, pedagang, PNS dan profesi lainnya. Keresahan dan kecemasan hadir dimana-mana. Meskipun keduanya hadir pada saat bersamaan, tapi tingkat kegundahan masing-masing individu relatif berbeda.

PNS mungkin cemas tapi tingkat kecemasannya jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pelaku UKM benar-benar harus memutar otak untuk memastikan usahanya bisa tetap bertahan. Jika pun mengalami penurunan, harapannya tidak sampai pada titik nadir. Sederhanaya yang penting bisa berjalan meskipun dalam kondisi sempoyongan.

Pelaku UKM cemas dan gelisah karena memikirkan utang perbankan. Seperti diketahui, dunia perbankan adalah dunia yang susah diajak “menyama braya”. Aturan perbankan sangat ketat serta sangat rigit mengatur hak dan kewajiban, seperti tanggal pembayaran angsuran, suku bunga serta denda jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Sebagai informasi pembanding, pelaku UKM di Australia mendapat perhatian dan perlakuan khusus dari pihak perbankan. Asosiasi Perbankan Australia (ABA) memberikan keringanan bagi UKM untuk tidak bayar utang selama enam bulan. Kebijakan ini sangat membantu pelaku UKM untuk memastikan bahwa usahanya masih bisa bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Selain itu, salah satu jaringan bank besar di Australia NAB (National Australia Bank) mengumumkan bahwa nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa/diperbolehkan menunda pembayaran cicilan selama enam bulan. Bank ini juga menurunkan tingkat suku bunga pinjaman.

Suku bunga yang sekarang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah perekonomian Australia. Tindakan tersebut diambil untuk mencegah negeri tersebut ke jurang resesi karena penyebaran virus. Bank Sentral Australia juga memberikan fasilitas pinjaman selama 3 tahun agar bank swasta bisa memberikan pinjaman lunak kepada nasabah. Negara benar-benar hadir di hati warganya. Bagaimana dengan di Indonesia?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indoesia juga sudah menerbitkan kebijakan pemberian stimulus bagi perekonomian dengan menerbitkan POJK No.11/POJK.03.2020. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur yang diperkirakan akan menurun akibat wabah virus corona. Kebijakan ini memberikan keringanan kepada debitur/pelaku UKM yang terkena dampak penyebaran covid-19. Seperti, debitur bisa ditetapkan lancar meskipun yang bersangkutan sebenarnya sedang mengalami penurunan kualitas kredit (restrukturisasi).

Intinya kebijakan ini sebagai langkah antisipatif untuk memastikan agar kinerja perbankan tidak terganggu sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Demikian tujuan mulya yang diharapakn oleh OJK. Seperti diketahui bahwa aturan perbankan sangat rigit. Debitur yang benar-benar akan mendapatkan keringanan ini akan disibukkan dengan persyaratan administrasi yang diminta oleh bank.

Pihak bank akan sangat selektif dalam memilih dan memilah calon debitur yang tepat dan pantas menerima kebijakan ini. Sekali lagi yang tepat dan yang pantas menerima menurut pertimbangan bank bukan menurut debitur. Kadangkala bahkan sering terjadi di lapangan, bahwa pertimbangan debitur dengan pertimbangan bank berbeda. Semoga pelaku UKM bisa menikmati kebijakan dari OJK. Selamat berjuang untuk pelaku UKM.

Bagaimana dengan pelaku UKM di desa yang memanfaatkan pinjaman dana dari LPD? Pelaku UKM yang tinggal di desa juga mengharapkan keringanan dari pihak LPD. Sayangnya, LPD di Bali tidak memiliki atasan struktural seperti di dunia perbankan yang memiliki OJK. Pihak perbankan wajib, sekali lagi wajib hukumnya tunduk kepada OJK, sedangkan LPD tidak harus tunduk kepada lembaga apapun, kecuali pada paruman krama.

Pertanyaan yang patut dilontarkan, apakah krama adat memiliki pemahaman mendalam akan dampak covid-19 terhadap kinerja LPD dan terhadap kinerja perekonomian Bali? Ini persoalan lain yang terjadi di aras bawah. Semoga krama adat eling akan sesuluh nak lingsir tentang ajaran tat twam asi. Ia adalah kamu, saya adalah kamu, dan semua makhluk adalah sama sehingga bila kita menolong orang lain berarti juga menolong diri sendiri. sekaranglah saat yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran itu. Ajaran yang baik adalah ajaran yang dilaksanakan dan ajaran yang dapat membantu meringankan beban hidup.

Salah satu LPD yang sudah mendengar jeritan para debitur adalah LPD Peliatan, Ubud. Tanggal 21 Maret 2020, LPD Desa Adat Peliatan, Ubud mengeluarkan kebijakan yang pemberlakuannya dimulai pada tanggal 1 April sampai dengan akhir bulan Juni 2020.

Adapun kebijakan tersebut adalah 1) Nasabah kredit bisa membayar bunganya saja s/d akhir bulan Juni 2020; 2) Nasabah kredit tidak dibebani biaya denda; 3) Nasabah tabungan dan deposito akan tetap dibayar bunganya sesuai dengan aturan yang berlaku, dan; 4) Kantor LPD buka seperti biasa dan semua transaksi berjalan sebagaimana mestinya. Ini adalah kebijakan yang sangat merakyat.

Surat edaran dari LPD Peliatan, Ubud, Gianyar

Debitur yang merupakan krama desa adat Peliatan pasti menyambut kabar ini dengan gembira. Setidaknya disaat menghadapi “ala” ada sahabat yang hadir dan siap membantu. LPD adalah sahabatnya orang desa. Sahabat hadir untuk memberi solusi dalam menyelesaikan permasalahan krama adat di desa.

Lewat tulisan ini, saya mengajak dan menghimbau kepada 1.433 pemucuk (kepala) LPD) di seluruh Bali agar mulai memikirkan debiturnya yang terkena dampak covid-19 ini. LPD sudah harus mulai memberikan keringanan kepada debiturnya baik berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman dan menghilangkan sementara denda keterlambatan pembayaran. Ini adalah win-win solution. Debitur adalah mitra bisnis sekaligus sumber pendapatan utama bagi LPD sehingga penting dan patut diberikan bantuan disaat terkena musibah. LPD Peliatan sudah memulai dan semoga langkah

LPD Peliatan mampu menginspirasi para pemucuk LPD lainnya untuk memberlakukan hal yang sama yakni memberikan keringanan kepada debitur. Lewat tulisan ini, saya juga mengajak untuk mengingat kembali value atau prinsip unik yang dimiliki LPD yakni prinsip pang pada payu. Semoga kebijakan LPD Peliatan, Ubud menjadi kabar gembira sekaligus menjadi hadiah untuk menyambut hari raya nyepi tahun caka 1942.

Tags: covid 19desa adatLPDUbud
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Kulit Putih, Wajah Glowing, Pakai High Heels – Ah, Cantik Itu Duka

Next Post

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co