6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 4, 2019
in Opini
Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

Penulis bersama siswa-siswanya

Profesi sebagai guru merupakan profesi yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kisah-kisah guru dari cara mengajarnya, kehidupan di dalam dunia pendidikanya, dan bahkan kisah kehidupan pribadinya. Tak khayal profesi guru ini sering menjadi sorotan dalam media jika ada hal-hal yang unik dimilikinya.

Berdasarkan jumlahnya, profesi guru menduduki  urutan pertama dari jumlah ASN dalam bidang profesi. Jumlah guru ASN per tahun 2019 sebanyak 1,6 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan jabatan fungsional yang lain seperti fungsional teknis sebanyak 372 ribu , dan tenaga kesehatan sebanyak 264 ribu jiwa. Jumlah yang banyak tersebut sangat memungkinkan untuk mendapatkan minimal 3 atau 4 kursi dalam DPR RI. Namun sayang, itu sangat jarang terjadi.

Selama 9 tahun saya menjadi guru banyak sekali perilaku guru yang perlu kita perhatikan bersama untuk bagaimana meningkatkan profesionalismenya menjadi guru yang benar-benar sejati. Sering kali para guru berkilah kalau kualitas siswanya rendah dan akan saling menyalahkan satu tingkat guru di pendidikan sebelumnya.

Misalnya di SMA siswanya lambat mengikuti pelajaran, tidak jarang guru menyalahkan bahwa input dari SMP sudah tidak bagus. Lalu guru di SMP pun seperti itu menuding input SD yang tidak bagus. Bahkan ada kelas 8 SMP yang belum bisa menghitung perkalian 1 sampai 100 dengan lancar. Lalu siapa yang disalahkan oleh guru SD? Kalau hal tersebut terjadi maka bukan tidak mungkin adanya suatu hal yang perlu kita benahi bersama untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Budaya saling menyalahkan dalam dunia pendidikan sebaiknya perlu kita hindari bersama. Sebagai seorang pendidik, kita perlu untuk saling merefleksi diri agar hal-hal tersebut tidak terjadi. Budaya ini sebenarnya dapat ditepis bahkan dihilangkan sama sekali dengan hati yang lebih terbuka dan komunikasi yang baik antar sesama pendidik.

Guru yang profesional tidak hanya dilihat dari kemampuan dia mengajar di kelas secara baik namun guru yang profesional diharapkan memiliki 4 kompetensi yang harus dilalui yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Selama ini yang saya perhatikan adalah pengujian kompetensi guru hanya pada 2 aspek pokok yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi professional. Kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian sangat jarang dinilai.

Penilaian 2 kompetensi terakhir paling hanya di PKG saja. Tingkah laku guru hanya dinilai oleh kepala sekolah saja. Penilaian teman sejawat dan oleh peserta didik perlu untuk dimaksimalkan bersama agar perilaku guru bisa lebih melayani siswa secara maksimal.

Perilaku guru dalam melayani siswa selama ini masih perlu ditingkatkan. Perilaku guru yang memposisikan diri lebih tinggi kedudukanya dengan siswa terkadang membuat guru menjadi jumawa. Tak pelak guru merasa sangat superior bila sudah berada di dalam kelas. Sangat jarang guru bisa membaur bersama di kelas, masuk menyelami ke dalam dunia siswa dan secara bersama-sama membangun pengetahuan dengan gaya belajar siswa masing-masing.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dari output siswa yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh bagaimana profesionalisme guru. Hampir 30% keberhasilan seorang siswa dipengaruhi oleh guru. Pada guru yang berkualitas diharapkan tentunya akan menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas dan juga bertalenta pula guru merupakan aktor dan kunci penting dari kualitas pendidikan. selama ini guru masih kurang diperhatikan dari sisi kesejahteraan dan juga seperti di anak tirikan dibandingkan dengan pegawai-pegawai yang lain.

Untuk itu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap guru diharapkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap guru juga terus dilakukan. Kebijakan tersebut misalnya mempermudah ataupun memperlancar tunjangan profesi guru yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru. Kalau guru masih berkutat pada tingkat kesejahteraan mereka, maka akan mengganggu konsentrasi dan juga tidak fokus akan mengajar. Kalau guru belum bebas terhadap tingkat kesejahteraan maka kualitas pendidikan atau mutu siswa menjadi terabaikan di satu sisi yang lainnya adalah bagaimana kemampuan seorang guru tersebut harus lebih merata di setiap sekolah di mana guru-guru yang berkualitas diharapkan mampu mengimbas ke guru-guru yang lain melalui kolega dalam MGMP.

Disamping itu juga pemerataan kualitas guru dapat dilakukan dengan melalui analisis kebutuhan dan juga mutasi guru sehingga dengan adanya mutasi guru yang merata diharapkan nanti kualitas pendidikan juga menjadi lebih merata.

Selain itu terjadi paradoks di kalangan guru bahwa terdapat guru yang terlalu fokus untuk mengajar dan tidak punya waktu untuk mengembangkan profesionalnya. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya kualitas guru kita.

Seperti pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan pada tahun 2015 rata-rata UKG nasional 53,02, sedangkan pemerintah menargetkan rata-rata nilai di angka 55. Selain itu, rerata nilai profesional 54,77, sedangkan nilai rata-rata kompetensi pendagogik 48,94. Masih rendahnya nilai UKG ini menunjukkan bahwa masih lemahnya kompetensi professional dan pedagogik guru dalam mengajar. Perlu dilakukan suatu terobosan dalam pelatihan-pelatihan guru sehingga nilai UKG dapat meningkat. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai pada UKG yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kompetensi, kemampuan literasi dan profesionalisme.

Dapat dipahami bersama bahwa, rendahnya kualitas guru tidak bisa dijawab dengan mengganti kurikulum, mengganti menteri, ataupun mengganti buku-buku pendidikan. Kualitas pendidikan hanya bisa dijawab oleh kualitas guru. Guru yang profesional, guru yang berkualitas adalah jaminannya. Tanpa perbaikan kualitas guru maka kualitas pendidikan akan tetap “jauh panggang dari api”, akan tidak memadai.

Kebijakan gonta-ganti kurikulum yang begitu cepat, tidak serta merta menyelesaikan permasalahan mutu pendidikan di Indonesia. Tak pelak guru malah menjadi kebingungan dan cenderung hangat-hangat tai ayam saja dalam melaksanakan kurikulum baru. Di awal saja sesuai kurikulum, namun setelah program selesai maka kembali dengan pelaksanaan pembelajaran yang masih tradisional. Untuk itu, kunci penting dalam peningkatan kualitas adalah perubahan guru. Upaya meningkatkan kompetensi guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas sangatlah penting. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.

Bagaimanapun juga, profesi guru adalah profesi yang mulia. Mencerdaskan anak-anak bangsa untuk kehidupan mereka yang lebih baik merupakan tujuan utama. Jangan sampai anak-anak kita merasa terkekang oleh pelajaran yang fana. Jangan sampai siswa kita menjadi asing di dalam dunia kelas yang nyata. Laku guru perlu lebih banyak melayani sesama, bukan superioritas egaliter dalam kelas semata. Tapi lebih pada menyentuh perasaan dari lubuk hati siswa sebagai mahluk yang mulia. Semoga. [T]

Tags: guruPendidikansekolah
Share256TweetSendShareSend
Previous Post

Taman Bumi & Etis Pemuja Gambar Diri —Pesan Amat Penting bagi Pendaki Batur

Next Post

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

Read moreDetails

Toa Lagi Toa Lagi

by Khairul A. El Maliky
February 23, 2026
0
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

PENDAHULUAN Saat bulan Ramadhan tiba setiap tahunnya, suasana keislaman menyelimuti hampir setiap sudut kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke,...

Read moreDetails

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

by I Gede Joni Suhartawan
February 19, 2026
0
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

SIDANG RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) yang digawangi I Dewa Gede Palguna dengan Komisi III...

Read moreDetails

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

by I Made Pria Dharsana
February 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah bukan sekadar objek hak atau sertifikat, tetapi ruang hidup bersama yang menentukan masa depan keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis...

Read moreDetails

Degradasi Moral Elite Politik dalam Perspektif Etika Demokrasi

by I Made Pria Dharsana
January 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

ETIKA politik di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan serius yang bersifat multidimensional. Krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik, menguatnya pragmatisme...

Read moreDetails

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

by I Made Pria Dharsana
January 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KETIKA hak memilih pemimpin daerah tidak lagi berada di tangan rakyat, di situlah demokrasi lokal mulai kehilangan maknanya. Wacana pengembalian...

Read moreDetails

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

by Ruben Cornelius Siagian
January 16, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

WACANA pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka, dengan dalih klasik, yaitu sah secara konstitusi, lebih efisien, dan...

Read moreDetails

Tanah dan Apartemen untuk Orang Asing di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
January 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

- kajian kritis atas berlakunya Omnibus Law PERKEMBANGAN globalisasi  adalah keniscayaan. Dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilisasi orang...

Read moreDetails

Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

by Ikrom F.
January 8, 2026
0
Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

Shinta Athaya Gadiza menulis opini berjudul Budaya Viral dan Krisis Kedalaman, Ketika Validasi Publik Menggeser Nalar Kritis yang dimuat di...

Read moreDetails

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNA terhadap Status Hak Milik atas Tanah

by I Made Pria Dharsana
January 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co