7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki potensi yang sangat menjanjikan dalam pasar wisata. Bahkan perilaku berwisata Gen Alpha saat ini sangat menentukan dalam pemilihan destinasi wisata.

Gen Alpha adalah mereka yang lahir pada rentang waktu tahun 2013-2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada sensus penduduk tahun 2020 tercatat 10,88% dari seluruh penduduk Indonesia adalah Gen Alpha atau sejumlah 30,6 juta orang. Diproyeksikan pada tahun 2030 Gen Alpha sekitar 14,8% atau 43 juta orang dengan rentang usia 6-17 tahun.

Angka sebesar itu tentu saja sangat berarti dalam industri pariwisata Tanah Air. Karena pasar wisata akan diwarnai oleh Gen Alpha yang perilaku berwisatanya tentu sangat berbeda dengan Gen Z maupun milenial. Generasi Alpha lahir di era algoritma. Mereka adalah wisatawan digital native sejak lahir.

Mereka tidak akan mengenal dunia tanpa YouTube Kids, Roblox, maupun TikTok. Keputusan berwisata orang tua acapkali dipengaruhi oleh konten yang Gen Alpha tonton. Mereka sudah menjadi mikro influencer untuk keluarga. Kamar hotel yang sudah dipesan orang tua dapat berubah oleh video yang ditonton anak usia 9 atau 12 tahun.

Industri pariwisata memang belum menangkap secara serius perilaku berwisata Gen Alpha. Bahkan riset tentang Gen Alpha dalam pariwisata pun masih langka. Semua masih berkutat pada Gen Z dan milenial. Padahal Gen Alpha ini yang menjadi penentu pilihan destinasi pada saat ini dan akan datang.

Orang tua mereka adalah Gen Z dan milenial dengan pola berwisata yang telah berubah. Mereka tidak menyukai paket wisata yang kaku. Berwisata bagi Gen Alpha adalah yang kid friendly, instagramable, dan edukatif. Mereka tidak mencari pantai yang indah dan viral, tapi destinasi yang ada di game Roblox maupun Minecraft. Jika orang tua mereka masih peduli pada destinasi yang estetik dan punya vibes, maka Gen Alpha memilih destinasi yang dapat untuk bermain dan diposting.

Perilaku Berwisata Gen Alpha

Gen Alpha tumbuh dengan logika game. Ada misi, ada level, ada hadiah. Destinasi wisata yang hanya menampilkan objek yang diam akan membosankan bagi mereka. Objek wisata seperti Kidzania di Jepang, Jakarta, maupun Surabaya menawarkan kepada anak-anak untuk bermain peran (role playing) lebih dari 100 profesi seperti dokter, polisi, pemadam kebakaran, dan mencoba membuat makanan. Mereka juga dapat belajar bekerja, merasakan simulasi kota mini, dan mendapat gaji berupa KidZos.

Biasanya orang tua merasa merekalah yang harus memilih destinasi wisata. Padahal sesungguhnya keputusan awal untuk berwisata datang dari konten yang ditonton anak berdasarkan algoritma. Destinasi wisata tanpa konten visual yang kuat kurang dipertimbangkan Gen Alpha. Tak peduli seindah apa pun alamnya, jika tidak dapat dijadikan video 15 detik akan diabaikan mereka.

Bila Gen Z mencari destinasi wisata yang estetik, maka Gen Alpha mencari yang bergerak dan berwarna. Gen Alpha tidak peduli sunset yang indah di pantai bila tidak ada elemen bergerak untuk direkam. Bukan berarti Gen Alpha tidak peduli dengan alam. Namun alam harus mempunyai trigger visual yang kuat.

Pergeseran perilaku berwisata pada Gen Alpha ini tentu perlu dicermati oleh pelaku bisnis pariwisata. Orang tua mereka rela membayar mahal untuk hotel yang bertema anak, vila dengan arena permainan anak, dan paket wisata yang menyertakan aktivitas anak. Kabarnya, hotel yang bertema anak mengalami kenaikan okupansi sepanjang tahun 2024-2025.

Dampak bagi Pariwisata Indonesia

Industri pariwisata harus bergerak cepat merespons perilaku berwisata Gen Alpha ini. Desa wisata tidak hanya mengandalkan pemandangan alam. Pengelola desa wisata harus menambahkan aktivitas berwisata bagi anak-anak, seperti petik buah, bermain lumpur, dan ketangkasan, agar anak dapat bercerita dan berbagi konten. Bila tidak, desa wisata akan kalah bersaing dengan waterpark yang ada di kota.

Kalangan perhotelan harus mendesain zona anak yang interaktif, fotogenik, dan aman. Saat ini hotel yang tidak memiliki zona anak akan ditinggalkan oleh keluarga muda. Padahal bila berkaca dari statistik, pangsa pasar wisata ke depan akan didominasi oleh keluarga muda Gen Z dan milenial yang akan membawa serta Gen Alpha.

Pemerintah daerah juga harus mengubah kanal promosi wisatanya. Promosi melalui baliho maupun brosur tidak akan sampai pada Gen Alpha. Promosi yang diterima adalah datang dari kidfluencer yang memiliki 50 ribu hingga 200 ribu follower. Mereka lebih dipercaya oleh anak-anak ketimbang promosi oleh dinas pariwisata.

Meski banyak membawa perubahan, namun perilaku berwisata Gen Alpha mengandung risiko dan dampak dalam pariwisata. Mereka datang ke objek wisata, merekam selama lima menit, lantas pulang. Ada yang hilang, yaitu pengalaman berwisata yang direduksi menjadi bahan untuk konten media sosial.

Pariwisata Indonesia masa depan sedang dibentuk sekarang oleh keberadaan Gen Alpha. Mereka akan menjadi wisatawan dewasa di tahun 2035. Sedangkan wisatawan Gen Alpha juga akan terus bertambah setiap tahunnya. Maka kebiasaan berwisata yang terbentuk sekarang akan menentukan berkembang atau tidaknya destinasi wisata 10 tahun mendatang.

Destinasi wisata yang hanya mengandalkan keindahan alam tanpa interaksi akan kalah bersaing di pasar wisata. Pemenangnya adalah destinasi yang mengerti cara membuat anak usia 9 tahun meminta kepada orang tuanya untuk kembali lagi ke destinasi itu.

Industri pariwisata kini dihadapkan pada dua pilihan. Menunggu sampai Gen Alpha besar dan mengubah perilaku berwisatanya sendiri; atau mulai memahami mereka sekarang, dan mendesain pengalaman yang relevan dalam berwisata.[T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

Next Post

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co