27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki potensi yang sangat menjanjikan dalam pasar wisata. Bahkan perilaku berwisata Gen Alpha saat ini sangat menentukan dalam pemilihan destinasi wisata.

Gen Alpha adalah mereka yang lahir pada rentang waktu tahun 2013-2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada sensus penduduk tahun 2020 tercatat 10,88% dari seluruh penduduk Indonesia adalah Gen Alpha atau sejumlah 30,6 juta orang. Diproyeksikan pada tahun 2030 Gen Alpha sekitar 14,8% atau 43 juta orang dengan rentang usia 6-17 tahun.

Angka sebesar itu tentu saja sangat berarti dalam industri pariwisata Tanah Air. Karena pasar wisata akan diwarnai oleh Gen Alpha yang perilaku berwisatanya tentu sangat berbeda dengan Gen Z maupun milenial. Generasi Alpha lahir di era algoritma. Mereka adalah wisatawan digital native sejak lahir.

Mereka tidak akan mengenal dunia tanpa YouTube Kids, Roblox, maupun TikTok. Keputusan berwisata orang tua acapkali dipengaruhi oleh konten yang Gen Alpha tonton. Mereka sudah menjadi mikro influencer untuk keluarga. Kamar hotel yang sudah dipesan orang tua dapat berubah oleh video yang ditonton anak usia 9 atau 12 tahun.

Industri pariwisata memang belum menangkap secara serius perilaku berwisata Gen Alpha. Bahkan riset tentang Gen Alpha dalam pariwisata pun masih langka. Semua masih berkutat pada Gen Z dan milenial. Padahal Gen Alpha ini yang menjadi penentu pilihan destinasi pada saat ini dan akan datang.

Orang tua mereka adalah Gen Z dan milenial dengan pola berwisata yang telah berubah. Mereka tidak menyukai paket wisata yang kaku. Berwisata bagi Gen Alpha adalah yang kid friendly, instagramable, dan edukatif. Mereka tidak mencari pantai yang indah dan viral, tapi destinasi yang ada di game Roblox maupun Minecraft. Jika orang tua mereka masih peduli pada destinasi yang estetik dan punya vibes, maka Gen Alpha memilih destinasi yang dapat untuk bermain dan diposting.

Perilaku Berwisata Gen Alpha

Gen Alpha tumbuh dengan logika game. Ada misi, ada level, ada hadiah. Destinasi wisata yang hanya menampilkan objek yang diam akan membosankan bagi mereka. Objek wisata seperti Kidzania di Jepang, Jakarta, maupun Surabaya menawarkan kepada anak-anak untuk bermain peran (role playing) lebih dari 100 profesi seperti dokter, polisi, pemadam kebakaran, dan mencoba membuat makanan. Mereka juga dapat belajar bekerja, merasakan simulasi kota mini, dan mendapat gaji berupa KidZos.

Biasanya orang tua merasa merekalah yang harus memilih destinasi wisata. Padahal sesungguhnya keputusan awal untuk berwisata datang dari konten yang ditonton anak berdasarkan algoritma. Destinasi wisata tanpa konten visual yang kuat kurang dipertimbangkan Gen Alpha. Tak peduli seindah apa pun alamnya, jika tidak dapat dijadikan video 15 detik akan diabaikan mereka.

Bila Gen Z mencari destinasi wisata yang estetik, maka Gen Alpha mencari yang bergerak dan berwarna. Gen Alpha tidak peduli sunset yang indah di pantai bila tidak ada elemen bergerak untuk direkam. Bukan berarti Gen Alpha tidak peduli dengan alam. Namun alam harus mempunyai trigger visual yang kuat.

Pergeseran perilaku berwisata pada Gen Alpha ini tentu perlu dicermati oleh pelaku bisnis pariwisata. Orang tua mereka rela membayar mahal untuk hotel yang bertema anak, vila dengan arena permainan anak, dan paket wisata yang menyertakan aktivitas anak. Kabarnya, hotel yang bertema anak mengalami kenaikan okupansi sepanjang tahun 2024-2025.

Dampak bagi Pariwisata Indonesia

Industri pariwisata harus bergerak cepat merespons perilaku berwisata Gen Alpha ini. Desa wisata tidak hanya mengandalkan pemandangan alam. Pengelola desa wisata harus menambahkan aktivitas berwisata bagi anak-anak, seperti petik buah, bermain lumpur, dan ketangkasan, agar anak dapat bercerita dan berbagi konten. Bila tidak, desa wisata akan kalah bersaing dengan waterpark yang ada di kota.

Kalangan perhotelan harus mendesain zona anak yang interaktif, fotogenik, dan aman. Saat ini hotel yang tidak memiliki zona anak akan ditinggalkan oleh keluarga muda. Padahal bila berkaca dari statistik, pangsa pasar wisata ke depan akan didominasi oleh keluarga muda Gen Z dan milenial yang akan membawa serta Gen Alpha.

Pemerintah daerah juga harus mengubah kanal promosi wisatanya. Promosi melalui baliho maupun brosur tidak akan sampai pada Gen Alpha. Promosi yang diterima adalah datang dari kidfluencer yang memiliki 50 ribu hingga 200 ribu follower. Mereka lebih dipercaya oleh anak-anak ketimbang promosi oleh dinas pariwisata.

Meski banyak membawa perubahan, namun perilaku berwisata Gen Alpha mengandung risiko dan dampak dalam pariwisata. Mereka datang ke objek wisata, merekam selama lima menit, lantas pulang. Ada yang hilang, yaitu pengalaman berwisata yang direduksi menjadi bahan untuk konten media sosial.

Pariwisata Indonesia masa depan sedang dibentuk sekarang oleh keberadaan Gen Alpha. Mereka akan menjadi wisatawan dewasa di tahun 2035. Sedangkan wisatawan Gen Alpha juga akan terus bertambah setiap tahunnya. Maka kebiasaan berwisata yang terbentuk sekarang akan menentukan berkembang atau tidaknya destinasi wisata 10 tahun mendatang.

Destinasi wisata yang hanya mengandalkan keindahan alam tanpa interaksi akan kalah bersaing di pasar wisata. Pemenangnya adalah destinasi yang mengerti cara membuat anak usia 9 tahun meminta kepada orang tuanya untuk kembali lagi ke destinasi itu.

Industri pariwisata kini dihadapkan pada dua pilihan. Menunggu sampai Gen Alpha besar dan mengubah perilaku berwisatanya sendiri; atau mulai memahami mereka sekarang, dan mendesain pengalaman yang relevan dalam berwisata.[T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

Next Post

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co