11 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
in Pop
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Rejuna Koplo│Dok. RK

Sube tawang, bajang care adine

Mepayas seksi, ngalih bapak medasi

Dini ditu setate ngaku perawan

Nanging mare cobak, hey… jeg mecelempung!

Begitulah lagu ‘Bajang Care Adine’ oleh Rejuna Koplo dibuka. Liriknya mudah diingat, berisi kelakar, serta mengangkat kisah yang dekat dengan fenomena keseharian masyarakat masa kini. Ketika dinyanyikan bersama, bagian ini menjadi penggalan yang mudah diikuti pendengar.

Lagu yang dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026 itu tidak datang dengan cerita cinta yang berakhir manis. Tokohnya seorang pemuda lajang, sebut saja Kacut. Ia bermimpi digigit ular. Dalam kepercayaan masyarakat, hal tersebut kerap dikaitkan sebagai pertanda datangnya jodoh. Mimpi itu dipercaya. Harapan pun tumbuh.

Ketika sedang berolahraga pagi, Kacut melihat seorang perempuan. Ia tertarik. Pertemuan itu kemudian berulang setiap kali ia jogging. Dari sekadar melihat, tumbuh rasa suka. Dari rasa suka, muncul harapan kalau perempuan itu mungkin saja jodoh yang selama ini dinanti.

Tetapi harapan punya cara sendiri untuk mempermainkan orang yang terlalu cepat percaya.

Suatu hari, Kacut melihat perempuan itu bersama seorang lelaki yang usianya jauh lebih tua. Harapannya runtuh. Mimpi yang semula ia yakini sebagai pertanda jodoh ternyata tidak membawa dirinya ke akhir cerita yang ia bayangkan.

Cerita semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam musik populer Bali. Terlebih belakangan ini, koplo menjadi salah satu bahasa musik yang mudah dijumpai dalam berbagai ruang hiburan. Ia menawarkan suatu inovasi baru dalam belantika musik Bali. Daya tariknya bukan semata-mata pada dentuman ritmisnya, tetapi pada kemampuan membuat lagu segera dikenali, mudah diikuti, dan cepat menjadi milik bersama.

Risikonya, ketika sebuah formula sudah terlalu sering dipakai, musik itu mudah terdengar seperti pengulangan dari apa yang telah lebih dulu populer. Rejuna Koplo pun masuk ke wilayah itu, tetapi tidak sepenuhnya tergerus pada hal yang sama.

Mereka sendiri menyebut musik yang dimainkan sebagai folk koplo. Formasinya pun tidak berhenti pada susunan band dengan gitar, bass, dan drum sebagaimana lazimnya kelompok musik populer. Rejuna Koplo terdiri atas enam personel: Yancul sebagai vokalis sekaligus gitaris ritme, Suwena pada kendang, Lionx pada bass, Ryan pada ukulele, Dek Yon pada lead guitar, serta Fajar pada simbal dan tamborin.

Susunan tersebut memberi gambaran tentang karakter musik yang ingin mereka bangun. Kendang menjadi salah satu penggerak utama ritme koplo, sementara ukulele menghadirkan warna yang berbeda dari dominasi gitar elektrik. Simbal dan tamborin memperkaya pukulan ritmis, sementara dua gitar membagi fungsi antara pengiring dan melodi. Hasilnya bukan sekadar lagu yang dipasangi irama koplo. Ada usaha untuk mempertemukan karakter musik folk dengan energi koplo.

Rejuna Koplo│Dok. RK

Rejuna Koplo sendiri bukan kelompok yang tiba-tiba muncul. Band ini terbentuk pada 2022 dan pertama kali tampil pada dalam perayaan ulang tahun organisasi pemuda-pemudi di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Gianyar. Keenam personelnya berasal dari lingkungan yang sama.

‘Bajang Care Adine’ kemudian menjadi langkah mereka masuk lebih jauh ke proses produksi rekaman. Lagu itu digarap sekitar delapan bulan, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026. Namun, sebelum masuk studio, lagu tersebut telah lebih dulu diuji di ruang yang paling dekat dengan mereka, yaitu panggung pernikahan seorang teman di Banjar Telabah.

“Sebelum memasuki tahap rekaman, lagu ini pertama kali dibawakan dalam acara pernikahan salah seorang teman di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Sambutan hangat dan antusiasme masyarakat setiap kali lagu ini dibawakan menjadi penyemangat bagi Rejuna Koplo untuk menggarapnya secara lebih serius hingga memasuki proses produksi di dapur rekaman,” ujar Yancul.

Proses menuju rekaman juga membuat lagu ini mengalami perubahan. Pada awalnya, judulnya adalah ‘Bajang Care Janine’. Pada Juni 2026, judul tersebut diubah menjadi ‘Bajang Care Adine’, sekaligus diikuti penyesuaian sejumlah bagian lirik. Perubahan itu dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih santun, komunikatif, dan mudah diterima tanpa menghilangkan karakter lagu.

Rekaman audio kemudian dikerjakan Made Pasek Krisna atau De Krisna di studio rekamannya di Banjar Jungut, Desa Batuan. Pada bagian lead guitar, Rejuna Koplo dibantu Hermanlly, gitaris band Matanai, untuk memperkaya aransemen.

Ada hal lain yang menarik dari proses kelahiran lagu ini. Hampir seluruh produksinya bergerak dari lingkungan yang sama. Video klip diarahkan Rafly J’Flames (Rafly), yang juga berasal dari Sukawati. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Desa Sukawati, seperti Sudamala Jogging Track, kediaman Wayan Qi, dan Warung Bubun. Talenta yang terlibat pun sebagian besar merupakan warga setempat.

Dengan begitu, ‘Bajang Care Adine’ tidak hanya bercerita tentang seorang pemuda yang salah membaca pertanda. Ia juga memperlihatkan bagaimana sebuah band tumbuh dari lingkungan sosialnya sendiri. Lagu dibuat, dimainkan, diuji, kemudian diproduksi dengan melibatkan orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Itu pula yang membuat karakter Rejuna Koplo menarik untuk diamati di tengah menjamurnya musik koplo di Bali. Mereka tidak mencoba menjauh dari musik yang sedang digemari. Sebaliknya, mereka masuk ke dalamnya dengan membawa cerita lokal, humor sehari-hari, formasi instrumen yang tidak sepenuhnya lazim untuk koplo, dan pendekatan folk yang memberi ruang lebih besar bagi gitar, ukulele, serta permainan ritmis non-drum.

Ketika bagian pembuka ‘Bajang Care Adine’ dinyanyikan bersama-sama, kisah Kacut tidak lagi menjadi milik Kacut. Ia berubah menjadi bahan tertawaan bersama. Sebuah cerita tentang berharap terlalu jauh, salah membaca keadaan, lalu tetap bisa menyanyi setelah semuanya tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Selain ‘Bajang Care Adine’, Rejuna Koplo sendiri telah menyiapkan sejumlah lagu lain yang akan dirilis bertahap. Jika mendapat sambutan baik, karya-karya tersebut direncanakan dihimpun menjadi sebuah mini album (EP).

Musik bernuansa koplo di Bali memang sudah terlalu ramai. Namun, sepertinya masih tersisa ruang untuk satu nama lagi, yakni Rejuna Koplo. Kini, ‘Bajang Care Adine’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Video klipnya juga dapat disaksikan di kanal YouTube Rejuna Koplo, dengan visual yang mengemas cerita Kacut dalam adegan-adegan penuh humor.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Lagu Pop Balimusikmusik baliRejuna Koplo
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

Next Post

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

by Angga Wijaya
April 29, 2026
0
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails

Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

by Dede Putra Wiguna
March 21, 2026
0
Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

UNIT rock tunanetra Filla kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik lewat perilisan single terbaru berjudul I’m a Fire yang kini...

Read moreDetails

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

by Dede Putra Wiguna
March 12, 2026
0
‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta
Ulas Rupa

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

by Hartanto
August 11, 2026
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu
Ulas Rupa

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka
Esai

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
Telenovela
Esai

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

by Angga Wijaya
August 11, 2026
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali
Pop

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli
Panggung

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”
Budaya

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

by tatkala
August 10, 2026
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co