ANTUSIASME belum juga surut ketika peserta jalan santai kembali memasuki halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, Selasa, 3 Februari 2026. Kaus masih basah oleh keringat, napas belum sepenuhnya teratur, namun perhatian warga sekolah langsung tertuju pada satu sudut area. Mobil PMI Kota Denpasar baru saja tiba, menandai dimulainya kegiatan donor darah ─ salah satu rangkaian kegiatan dalam pembukaan HUT ke-17 Kesbam.
Tanpa menunggu lama, beberapa peserta langsung mencatatkan nama. Kursi-kursi donor mulai terisi. Senyum bercampur gugup terlihat di wajah para pendonor pemula, sementara mereka yang sudah terbiasa tampak lebih tenang. Suasana perlahan berubah menjadi ruang kepedulian bersama, di mana setetes darah dimaknai lebih dari sekadar prosedur medis.
Kegiatan donor darah ini merupakan kolaborasi Palang Merah Remaja (PMR) Kesbam dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Denpasar. Tercatat sebanyak 34 orang mendaftarkan diri sebagai peserta donor. Dari jumlah tersebut, 21 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya setelah melalui proses skrining, termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb).
PMI Kota Denpasar tiba di sekolah tepat setelah kegiatan jalan santai usai dilaksanakan. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh panitia PMR Kesbam. Mereka membantu proses registrasi, mengarahkan peserta ke meja pemeriksaan, hingga mendampingi pendonor saat proses donor berlangsung. Alur pelayanan berjalan tertib, dengan pengawasan tenaga medis dari PMI Kota Denpasar.

Dalam perayaan HUT ke-17 Kesbam, donor darah bukan sekadar pelengkap perayaan ulang tahun. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa, terutama anggota PMR yang terlibat langsung dalam seluruh tahapan kegiatan.
Pembina PMR Kesbam, Ns. Nyoman Yunita Asrini, S.Kep., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya donor darah di lingkungan sekolah yang bekerja sama dengan PMI Kota Denpasar.
“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi anak-anak PMR untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Secara tidak langsung, Yunita menegaskan bahwa kolaborasi ini memberi pengalaman lapangan yang penting bagi siswa PMR. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pelayanan kemanusiaan. Ia berharap kegiatan donor darah dapat terus berlanjut dan tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
Harapan tersebut sejalan dengan partisipasi para guru yang ikut menjadi pendonor. Salah satunya Made Sita Paramita, S.Pd., yang menyebut kegiatan ini sebagai pengingat untuk saling berbagi.
“Sebagai guru, kami ingin memberi contoh langsung kepada siswa. Donor darah ini bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga tentang menumbuhkan empati dan kepedulian sejak dini,” tuturnya.

Donor darah sendiri dikenal sebagai tindakan altruistik yang mulia. Selain berpotensi menyelamatkan nyawa orang lain, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Dengan mendonorkan darah secara rutin, seseorang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, serta menurunkan risiko berbagai penyakit serius. Di sisi lain, donor darah juga kerap memberi kepuasan emosional dan berdampak positif pada kesehatan mental karena munculnya rasa bermakna setelah membantu sesama.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam keterlibatan aktif anggota PMR Kesbam. Mereka tampak sigap membantu pendataan, mengatur antrean, hingga memastikan pendonor beristirahat setelah pengambilan darah. Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi praktik lapangan yang sesungguhnya ─ belajar melayani, berempati, dan bertanggung jawab.
Di sela-sela proses donor, suasana tetap hangat. Beberapa siswa saling menyemangati sebelum pemeriksaan, sementara para guru berbincang ringan sembari menanti giliran. Petugas PMI Kota Denpasar bekerja profesional memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari skrining kesehatan hingga pengambilan darah.
Dengan 21 orang yang berhasil mendonorkan darahnya, kegiatan ini menjadi salah satu catatan penting dalam rangkaian pembukaan HUT ke-17 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Di tengah euforia perayaan, Kesbam menghadirkan ruang refleksi sosial yang mengajak seluruh warga sekolah berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Menjelang berakhirnya sesi donor, para peserta meninggalkan area dengan plester kecil di lengan ─ tanda sederhana dari sebuah tindakan besar. Melalui kolaborasi PMR Kesbam dan PMI Kota Denpasar, perayaan ulang tahun sekolah tahun ini tidak hanya diisi dengan euforia, tetapi juga dengan aksi kemanusiaan yang memberi makna lebih bagi perjalanan Kesbam di usia ke-17. [T]
Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole
- BACA JUGA:



























