24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Kaya Jagat Raya Naya – Ulasan Buku Puisi “Resep Membuat Jagat Raya”

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Ulasan

Diki (anak dari penulis ulasan), Naya (penulis buku puisi "Resep Membuat Jagat Raya"), dan Putik Padi

Judul : Resep Membuat Jagat Raya (kumpulan puisi)
Penulis: Abinaya Ghina Jamela
Penerbit: Kabarita
Tahun : 2017
ISBN : 978-602-721139-1

Biarkan Gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru

Buku “Resep Membuat Jagat Raya” membuat saya takjub. Sampulnya lukisan Kota Paris membawa angan saya ikut terbang tinggi. Setelah beberapa saat bengong menikmati lukisan itu, menimang dan membolak-balik buku yang tebalnya 81 halaman ini, barulah mulai menjelajah isinya lembar demi lembar hingga tuntas. Membaca 80 puisi Naya ini, saya merasakan dan membayangkan setiap pikiran dan pengalaman Naya dalam bait-baitnya.

Naya, sang penulis mengajak saya menjelajah belantaranya yang penuh warna. Perjalanan menjelajah dimulai dari puisi berjudul “Resep Membuat Jagat Raya”: Ambil sebutir proton yang sangat kecil/lebih kecil dari pasir/lalu lempar ke tempat yang jauh/dan meledak lebih hebat dari letusan gunung merapi.

Puisi ini bercerita tentang ledakan dahsyat atau dentuman besar di mana gumpalan superatom meledak memuntahkan isi alam semesta. Big bang melepaskan sejumlah energi di alam semesta yang akhirnya membentuk materi alam semesta. Debu dan awan hidrogen membentuk bintang dan planet-planet serta meteor. Maka lahirlah jagat raya yang indah.

“Aku melihat bintang berkerlap kerlip/ seakan mata yang cerah aku melihat garis hijau serupa kereta yang panjang /bulan seakan semangka perak/meteor-meteor berlingkaran persis mahkota batu di istana.”(Luar Angkasa)

Kemudian Naya mengajak saya berpetualang dengan isi jagat rayanya. Di dalamnya ada makanan kesukaannya : wafer, es krim, selai jeruk, roti lapis dan mi. Ada pula cerita dari buku-buku yang dibaca Naya, film yang ditonton Naya : Arlo, Dori, Dewa Mesir dan Hachiko.

Ada pula naga, putri duyung, tentang cita-cita menjadi penulis, tentang isi laut, tetumbuhan, hewan dan masih banyak lagi. Dalam jagat rayanya, saya diajak mencicipi berbagai rasa, menikmati berbagai momen, berkelana dengan liar imajinasinya yang bahkan menurut saya melampaui usianya.

“Dengan muka menyeramkan ia memasuki tubuhku lewat mulutku/ mengubahku menjadi hitam/ lalu keluar seperti air yang hitam.” (Babadok)

Puisi Naya tak hanya tentang celoteh kanak-kanak yang lucu namun juga tentang kepekaan terhadap lingkungan sosial. Seperti pada puisi yang berjudul “Budak” : Mengapa hidup mereka menyedihkan?/ Apakah karena kulit mereka hitam atau cokelat ?/ Dan orang Eropa menganggap mereka hewan dan dijadikan budak Eropa/ Tetapi bukankah itu tidak diperbolehkan, dijadikan budak?

Selain puisi di atas, puisi berjudul “Catatan Tentang Hutan” bercerita tentang lingkungan alam sekaligus persahabatan yang indah antara gajah, Mowgli, serigala dan macan kumbang.
“Tak ada tempat seindah hutan/ para serigala mengajari Mowgli seperti ayah dan ibu pada anaknya/ Dan Mowgli anak manusia yang pintar/ Ia menjelajah hutan bersama macan kumbang dan sekawan serigala kecil.”

Perjalanan menjelajah masih berlanjut. Setelah bereksplorasi dengan lingkungan, Naya juga tak lupa untuk memperhatikan tubuhnya. Sebab menjaga kesehatan tubuh juga sangat penting.

“Kepalaku sebulat telur
Rambutku selurus kabel listrik….
Kukuku jendela bertirai warna-warni bernama kutek. Sayangnya aku sakit. Sekarang aku akan menjaga tubuhku.” (tubuhku)

Naya juga menulis kesan dan perasaannya saat mendapat hadiah dari orang tercinta, perjumpaannya dengan beberapa penyair juga tentang mimpi-mimpi yang ingin ia gapai. Perjalanan menjelajah jagat raya Naya diakhiri dengan manis lewat ajakan untuk menyayangi lingkungan.

“Sampah seperti semut, juga bisa seperti beruang. Jika dicium baunya membuat hidung sakit. Makanya aku akan selalu membuang sampah di tempatnya. Ingat, jangan buang sampah sembarangan. Sayangi lingkungan!“

Pertemuan demi pertemuan dengan siapapun dan dengan apa pun merupakan pengalaman yang menarik bagi Naya. Setiap momen ia abadikan menjadi sebentuk puisi yang indah. Dalam puisi-puisinya yang kritis saya dapat merasakan kental sifat alami anak-anak. Seperti anak-anak pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu yang besar, yang selalu menikmati setiap momen, selalu ceria berada di masa kini (present) dan penuh dengan imajinasi dan ide.

Segala warna ada dalam jagat raya Naya. Sikap kritis Naya terasah dengan baik melalui pendampingan dan pemberian stimulus/ rangsangan yang tepat. Sungguh betapa kayanya jagat raya Naya. Jagat Raya Naya bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk kita semua.

Akhir kata, semoga jagat raya Naya dapat memberi inisiasi bagi anak-anak untuk menyelami dunia melalui puisi juga bagi hadirnya jagat raya-jagat raya lain dari tangan-tangan mungil di tanah ini.

Semoga Jagat raya Naya dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun bahwa begitu penting kita memperkenalkan, membuka jalan dan memberi tauladan tentang seni berbahagia pada anak-anak. Puisi adalah salah satu jalan untuk mengajarkan seni berbahagia kepada mereka (baca: anak-anak).

Dan akhirnya melalui puisi mereka belajar bagaimana tetap berbahagia dalam himpitan cobaan, bagaimana memiliki kebebasan dalam pekat tekanan dan memulai perjalanan ke dalam diri untuk menemukan dirinya. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang daya ketahanmalangannya (adversity quotient) tangguh dan kuat.

Teruslah berkarya Naya, tumbuhlah Naya-Naya yang lain. Ciptakan jagat rayamu. Bereksplorasilah dalam jagat raya yang kaya. Biarkan gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru. (T)

Tags: anak-anakBukuPuisiresensisastra
Share84TweetSendShareSend
Previous Post

Apa Mungkin Istriku Dewi Sri?

Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co