6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Son Lomri by Son Lomri
November 24, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Sonhaji Abdullah

DI DEPANMU CERMIN

Terus urai rambutmu, Luh
Dimana saja
Sampai ditiup angin
Mengurai. Mengurai

Rontok. Mati. Jatuh jatuh
Dan tumbuh. Hidup hidup

Adalah keniscayaan

Sementara keringat tetes menggigil garam
Dari matahari siang utara. Gibaskan itu, rambutmu

Percayalah pada bening kasih di sela kulitmu menguar wangi di kepala
Menguar itu Dewa Dewi memberkati setiap pikiran
Penuh cinta. Penuh perasaan

Di cermin,
Dan matamu bening di cermin
Menandakan kedalaman hatimu
Bukan dongeng

O, urai terus rambutmu, Luh
Urai terus
Sampai ke bawah
Sampai ke bawah
Mengurai. Mengurai

Dan antarkan aku mengurai rambutmu dekat
Lebih lama. Lebih lembut. Lebih dalam

O, Antarkan aku ke sana, Luh. Antarkan aku
Atau kemana saja yang kau mau

Singaraja, 13 November 2024

DERU NAFAS KITA SALING MEMBURU

Angin malam tak lagi dingin
Dan laut sedang pasang pasangnya
Senyap. Kita saling menatap
Dan kejang tubuhku–tubuhmu
Tubuh kita semakin panas, Sayang
Dalam pelukkan

Biarlah, katamu. Biarkan itu darah kita mengalir cepat

Dan Kita tak mesti peduli kepada kepiting berjalan di atas pasir tersapu ombak lalu terseret itu
Atau paus orcha di laut lepas
Sedang tidur pulas atau mimpi buruk tanpa kerlip bintang tidur di permukaan laut

Sementara di tepian,
Di balik hotel orang bule di tepian;

Pantai begitu sepi seketika dan senyap
Selain hanya ada orang mabuk di gang sedang teler berat

Sementara seseorang di dalam mobil, pergi ke dalam hotel entah ke lantai berapa ia berjalan.

Dan kita, masih bertahan memburu yang lain dan memberi makna. Yang,
Lebih mabuk pula dari mereka di gang menghabiskan waktu tawarnya itu gelap

O, Nafasku semakin memburu
Dan kita saling memburu deru dekat
Bibirmu manis. Paling puisi di bawah malam kita paling coklat di bibir

Aku bernafas di nafasmu malam ini
Dan kita saling mendekap. Meminjam. Menyesap. Panas

Kemudian menggigil setelahnya, dan Kita kembali memeluk. Angin menyapu kita dingin sepanjang jalan pulang mabuk cinta. Laut menjadi surut

“Sebait lagi, Sayang. O, sebait lagi di kuda besi. Lebih erat.”

Singaraja, 13 November 2024

TERBUNUHNYA PERLAHAN SEORANG SELIR

Di bawah langit paling lepas itu membujur kaku pasir
Cinta. Sangat mungkin tidak ada kemungkinannya, katamu

O, Nasib menjadi seorang selir, kataku
Cinta hanya setengah di ujung malam. Dan,
Hidup benar benar menderaku berlebihan

Dan tak satupun bintang jatuh menghibur itu di malam terakhir untuk berdoa di hadapan laut yang suci

O, wajah bulan remang yang pelit memintalkan cahaya di rambutmu saat kuurai lembut.
Kau menciumiku dengan kesedihan dan tatapanmu berat. Yang sedih

Merupa bayangan kematianku sendiri paling duka di matamu berair
Yang diantarkan ombak angin dengan dingin menusuk itu sampai ke tulang rusuk

Sementara melepas baju jirah pertaruhanku pada hidup. Tentu. Sesungguhnya paling kecut nasibku ini. Di malam itu
Juga pada setiap pelukan yang lama. Atau sebentar kita beberapa malam

Adalah potongan cinta kecil kecil yang kupungut tanpa rumah
Yang akan tumbuh itu menjadi hutan rimba kesunyian paling lebat di kemudian hari kepadaku

O, perlahan mati aku. Tanpa ampun. Dimana saja. Perlahan

Singaraja, 20 November 2024

WALAUPUN AKU PENGECUT. TAPI AKU INGIN TERUS BERTARUH, BUNG!

Untuk Sutan Syahrir

Manusia akan meninggalkan tanggal hidupnya bersama abu ditiup angin
Atau meninggalkan jejak bayangannya sendiri
Di pohon muda basah gundukkan tanah sebotol air. Tinggal di tanah
Tutup usia itu sambil teler makna,
Atau kosong tanpa tualang yang kering masa muda

“Dan aku memilih pertaruhan!”

Sebelum mati. Kapan saja aku masih hidup, Bung. Percayalah—
Mimpi ku timbun ke Banda Naira bersama perempuan paling kasih

Dan kepada Tuhan,
Benamkan Aku disana kapan aku mati saat kalah-bertaruh tanpa cinta itu

Sunyikan aku di jalan. Sunyikan aku di kapal

“Atau kabulkan doaku; Ia mau diajak ke sana setelah merdeka dirinya dari seorang lelaki yang menawannya. Kalau belum?”

Bersama darah pejuang di masa lalu yang diasingkan. Teteskan saja darahku di sana sendiri di sebuah benteng tua: dengan sunyi. Di tanah

“Kubawa kekalahan sendiri. Hanya sendiri. Bukankah aku selalu begitu, Bung?”
Ketawalah di langit dengan nada mengejek

Tapi berdoalah sesekali untukku,
Kemerdekaan semoga menyertainya segera. Semoga

Singaraja, 19 November 2024.

JALANAN SUNYI DESEMBER

Aku tak begitu siap dengan kesunyian akhir tahun.
Dan sebagaimana pengecut, bawalah aku ke tempat paling rahasia
“Tuhan tak mesti tahu. Atau ia tak mesti tahu!”

Aku ingin bersulang. O, aku ingin bersulang

Buleleng, 18 November 2024

  • BACA puisi-puisi dari PENYAIR LAIN
  • BACA artikel dan puisi lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Ingatanku Kepada Kematian
Puisi-puisi IGA Darma Putra dari Paris | Kepada Sunyi, Kabut, Hujan
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meninggalkan Hiruk-Pikuk Kota dengan Keindahan Sederhana di Bali Farm House, Pancasari-Buleleng

Next Post

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co