6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Filosofi Luluh Sate

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 26, 2021
in Esai
Hantu Kotak Kosong

Made Adnyana Ole [Ilustrasi Nana Partha]

Dulu, untuk bisa menyantap sate lilit, kita harus memilih dua cara: mengolah sendiri dari awal sampai akhir, atau membeli sate yang sudah jadi. Tapi, kini, ada pilihan alternatif: membeli luluh sate dan katik sate, lalu kita tinggal melilit luluh ke katik-nya, lalu memanggangnya ramai-ramai. Aneh, mungkin di zaman sekarang banyak orang lebih suka bekerja setengah-setengah, sehingga pilihan alternatif itu banyak disukai.

Pada perayaan menyambut Tahun Bari 2021, di sejumlah tempat di tepi jalan di Bali bagian selatan, saya melihat banyak orang menjajakan luluh sate di tepi jalan. Di sisi lain, banyak juga orang menjajakan katik sate. Saya tanya-tanya kepada teman yang saya ajak jalan-jalan. Yang aneh, saya tak banyak menemukan orang menjual sate yang sudah matang. Tentu saja. Seorang teman dari Klungkung sempat memberitahu saya; di malam Tahun Baru banyak pemuda merayakan pergantian tahun dengan ramai-ramai memanggang sate. 

Kenapa mereka tak sekalian memasak ramai-ramai dari awal sampai akhir, atau sekalian membeli sate yang sudah jadi? Selain mempertimbangkan soal biaya, ikut proses full dari awal hingga akhir mungkin dianggap terlalu merepotkan, tapi untuk tidak bekerja sama sekali mungkin juga dianggap terlalu mudah. Mereka tetap harus bekerja, meski hanya memanggang, agar sate lilit itu tetap terasa sebagai buah tangan sendiri, sehingga matang, terlalu matang atau setengah matang, dan sate lilit yang mereka panggang sendiri itu bisa dinikmati dengan rasa bangga. 

Nah, untuk alasan-alasan rumit semacam itulah pedagang luluh sate sangat berguna. Hormat sebesar-besarnya bagi siapa pun yang menemukan ide menjual luluh sate untuk pertamakali di Bali. Menjual luluh sate (adonan untuk kuliner sate lilit) di Bali adalah ide amat brilian. Karena dari ide itu, kemudian muncul ide-ide lain, misalnya banyak orang kemudian menjual katik sate, dan di tempat lain orang menjual bumbu dalam botol. Salah satunya, ya, bumbu sate. Ide untuk menjual bahan-bahan makanan “nyaris jadi” itu telah membuat banyak orang di Bali seakan-akan bisa memasak, lalu memamerkan masakannya di media sosial.

Padahal, jika diintip dengan agak seksama, kini banyak orang tak betul-betul paham bagaimana prosesi memasak dilakukan dari awal hingga makanan siap disantap. Banyak yang mulai gagap jika diminta ke pasar untuk membeli rempah-rempah, memilih daging atau menentukan mana ikan segar dan mana ikan setengah busuk. Atau, jangan-jangan banyak yang tak tahu, mana yang disebut daun salam, mana yang disebut jinten, mana benda kecil yang bernama merica.

Sampai di dapur apalagi, mungkin banyak yang tak tahu cara mengiris daging dengan benar, atau cara mencincang ikan tanpa menyisakan tulang. Soal menggoreng, semua pasti tahu caranya. Tinggal masukkan bahan ke minyak yang sudah dipanaskan dalam cekung penggorengan. Tapi soal seperti apa bahan makanan yang disebut matang, seperti apa disebut setengah matang, masih banyak juga ibu-ibu atau bapak-bapak yang harus tanya sana tanya sini termasuk tanya ke mesin pencari pada aplikasi di smartphone.

Di zaman sekarang, untuk urusan menggoreng daging ayam, lalu membuat sambal kecap dengan sedikit irisan bawang dan cabai mentah, mungkin masih bisa dianggap amat mudah. Tapi untuk urusan menghasilkan menu makanan dengan proses yang ruwet bin ribet, semisal jukut ares, sate lilit dan ayam betutu, tentu memerlukan keahlian dan tingkat kepakaran yang lumayan tinggi. Maka, dulu, di desa-desa di Bali, hanya beberapa orang saja bisa membuat jukut ares, jukut balung, atau sate lilit yang nikmat-maknyus. Ia adalah orang yang langka. Sama langkanya dengan tukang banten, pemangku, atau undagi pembuat bade.

Orang langka yang jago masak itu biasa disebut patus. Seorang patus, sesungguhnya bukan hanya jago memasak. Tapi ia juga lihai dalam memperhitungkan antara banyak sedikitnya undangan dalam sebuah pesta dan upacara dengan seberapa banyak harus membuat lawar, seberapa banyak harus memotong babi, seberapa banyak harus membeli rempah-rempah di pasar. Sehingga, dengan begitu, sebuah pesta atau upacara tak akan menyisakan banyak makanan.

Bayangkan betapa ruwetnya urusan memasak di Bali. Tapi kini semua keruwetan itu seakan ada solusinya. Kini, banyak orang bisa memamerkan masakannya di laman media sosial. Padahal banyak dari mereka tak benar-benar memasak. Mereka hanya mencampur-campur sedikit, menggoreng sedikit, atau mungkin hanya sekadar memanaskan. Mereka bekerja setengah saja, setengahnya lagi sudah tersedia di banyak tempat, dan kita cukup mengambil di rak swalayan atau memesan lewat online. Mau memasak betutu, sambel betutu sudah ada. Bahkan daging yang sudah dipotong-potong bersih pun sudah ada. Tinggal menggoreng ayamnya, lalu mencampur bumbunya. Setelah itu kita bisa berbangga karena semua itu seakan-akan sudah menjadi karya sendiri dan siap dipamerkan kepada teman-teman.

Jadi, luluh sate, dan bahan-bahan makanan setengah jadi, setengah matang, atau setengah ruwet itu, adalah penemuan luar biasa dalam budaya kuliner kita. Penemuan itu menutupi setengah dari masa lalu kita, dan setengah lagi memberi kita peluang untuk tetap tergesa-gesa di zaman modern ini. Atau, jangan-jangan penemuan luluh sate, bumbu rujak dalam botol, atau bumbu basa genep dalam botol itu sudah menutupi setengah dari kemalasan kita, sekaligus menghilangkan setengah dari kesempatan kita untuk belajar. Wah, serius sekali, ya. [T]

  • Esai ini pertama kali dimuat dalam kolom Lolohin Malu, Bali Express (Jawa Pos Group) edisi cetak.
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Okék nyen!” | Mengenal Sekilas Dialek dan Bahasa Desa Kedisan

Next Post

Bermain Ski ala Pandemi di Awal 2021 | Kabar dari Jepang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bermain Ski ala Pandemi di Awal 2021 | Kabar dari Jepang

Bermain Ski ala Pandemi di Awal 2021 | Kabar dari Jepang

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co