22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

KKN PPM Unud 2018 di Mas Ubud: Dengan Melukis, Perangi Sampah Plastik

Julio Saputra by Julio Saputra
February 22, 2018
in Khas
KKN PPM Unud 2018 di Mas Ubud:  Dengan Melukis, Perangi Sampah Plastik

Karya lukisan anak-anak binaan mahasiswa KKN PPM Unud 2018 di Mas Ubud

“Siapa yang bercita-cita menjadi seorang pelukis?” tanya Ryan, salah seorang mahasiswa KKN PPM XVI Universitas Udayana Tahun 2018, kepada 47 orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Mas, Ubud, di suatu sore yang cerah.

Setengah dari mereka, bahkan lebih, mengangkat tangan tinggi-tinggi, ada yang mengangkat tangan kiri, ada juga yang mengangkat tangan kanan, sambil menjawab dengan keras dan lantang “Saya, Kak. Saya….,”

Wajar saja banyak yang mengangkat tangan. Mereka dan tentu saja masyarakat Desa Mas lainnya, mulai dari kalangan muda, hingga dewasa, juga para orang tua, sudah menjadikan patung dan lukisan sebagai bagian hidup mereka sebagai tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Tak heran jika banyak generasi muda terutama anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar bercita-cita sebagai seorang pemahat atau pelukis. Anak-anak SD Negeri 2 Mas yang ditanya Ryan tadi contohnya.

Lalu, apa yang harus diberikan kepada orang yang ingin menjadi pelukis? Tentu saja jawabannya adalah alat-alat melukis, seperti kanvas, kuas, cat, dan lain sebagainya. Namun, apa jadinya jika orang tersebut diberikan setumpuk sampah plastik? Hah, plastik? Yang benar saja. Bagaimana mungkin? Tapi percaya atau tidak, itulah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM XVI Universitas Udayana Tahun 2018 di Desa Mas, Ubud, Gianyar melalui kegiatan yang bertajuk “Aku Generasi Muda Mas, Generasi Recycle Art” yang dilaksanakan pada 10-17 Februari 2018 kemarin,

Mereka mengawali dengan memberikan sosialisasi kepada 47 orang tersebut mengenai bahaya sampah plastik yang mencakup dampak dari penglohan sampah yang tidak baik, kemudian dilanjutkan dengan cara membuat lukisan dari sampah plastik yang dibimbing secara langsung. Sampah-sampah plastik yang digunakan oleh mereka ternyata adalah sampah plastik yang dibuang secara sembarangan di beberapa sudut Desa Mas. Kepala Desa Mas. Menurut I Wayan Gede Darmayuda, masalah kebersihan lingkungan khususnya sampah plastik adalah masalah terbesar di desanya.

“Sampah plastik merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Pemahaman akan pentingnya sampah plastik yang tidak bisa diurai harus ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya saat mendampingi anak-anak membuat lukisan sampah plastik di SD Negeri 2 Mas.

Ryan, penggagas sekaligus ketua pelaksana kegiatan tersebut, mengatakan bahwa lukisan dari sampah plastik dapat menjadi media yang pas untuk megenalkan bahaya sampah plastik tersebut. Di samping itu, ia juga berharap lukisan berbahan sampah plastik (recycle art) dapat digunakan sebagai mata pencaharian di masa yang akan datang. “Kami (mahasiswa KKN PPM XVI Unud 2018) terus melaksanakan kegiatan ini pada hari Senin hingga Jumat di SD Negeri 2 Mas pada pukul 16.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita,” tambahnya.

Lukisan Presiden Jokowi dengan bahan sampah plastik

Membuat lukisan dari sampah plastik ini bukanlah perkara susah. Mula-mula peserta kegiatan tersebut memilih dan membersihkan sendiri sampah plastik yang akan digunakan sebagai lukisan. Setelah bersih, mereka memotong sampah tersebut menjadi ukuran kecil dan mengelompokannya sesuai warna. Selanjutnya mereka membuat pola atau bentuk gambar di atas kertas putih kemudian menempelkan potongan-potongan kecil sampah tadi megikuti pola yang sudah dibuat.

Kegiatan tersebut sangatlah dimintai oleh siswa-siswi SD Negeri 2 Mas yang menjadi peserta. Mereka selalu semangat mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan hadirnya tepat waktu, bahkan saking semangatnya, ada juga yang sudah hadir satu jam sebelum kegiatan dilaksanakan. “Senang sekali kegiatan ini ada di sekolah kami, saya bisa belajar buat lukisan, bisa nonton video bahaya sampah plastik, dan saya tahu sampah plastik bahaya bagi lingkungan. Pengen rasanya biar kegiatan KKN’nya terus ada.” Ujar Monica, siswi kelas V SD Negeri 2 Mas.

Rasa senang akan adanya kegiatan ini bukan hanya dirasakan oleh siswa-siswi SD Negeri 2 Mas yang menjadi peserta, tapi juga dirasakan oleh Made Sujana, kepala SD Negeri 2 Mas. “Sekolah kami sangat terbantu dengan program dari adik-adik mahasiswa Universitas Udayana, sehingga siswa-siswi kami dapat belajar mengenai bahaya sampah, terutama sampah plastik. Yang terpenting juga, mereka bisa belajar bahwa sampah bukan selalu menjadi sampah, tapi bisa juga dijadikan barang seni yang bida dijual atau dipamerkan. Luar biasa.” Ujarnya.

Di akhir kegiatan, yaitu pada Sabtu, 17 Februari 2018, ada hal lain yang membuat siswa-siswi peserta semakin senang dan bersemangat. Mahasiswa KKN tersebut juga mengadakan pameran lukisan sampah plastik yang sudah dibuat oleh peserta kegiatan, ditambah dengan adanya penentuan pemenang dan penyerahan hadiah dalam melukis menggunakan media sampah plastik tersebut. Lukisan bertema tokoh nasional Republik Indonesia akhirnya terpilih menjadi pemenang, yaitu lukisan wajah I Gusti Ngurah Rai, dan lukisan Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (T)

Tags: KKNmahasiswaUnud
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

“Oh Captain My Captain” #Cakil Putu Kusuma Wijaya

Next Post

Keberanian untuk Memulai Ketidakselesaian

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Keberanian untuk Memulai Ketidakselesaian

Keberanian untuk Memulai Ketidakselesaian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co