DENPASAR | TATKALA.CO — Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026, yang berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026 di berbagai kota di Indonesia.
Di Bali, Alliance Française Bali (AF Bali) menghadirkan enam kegiatan yang mempertemukan pendidikan kuliner, bahasa Prancis, praktik gastronomi, serta pengalaman budaya bagi mahasiswa, pelajar, profesional, dan masyarakat umum. Didirikan pada tahun 1989, AF Bali merupakan lembaga publik Prancis di bawah Kedutaan Besar Prancis yang mempromosikan bahasa dan budaya Prancis serta mengembangkan kerja sama di bidang industri kreatif dan pendidikan.
Rendez-vous Rasa merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya dikenal sebagai Le Goût de France – Cita Rasa Prancis yang dimulai pada tahun 2023. Tahun ini, nama Rendez-vous Rasa menekankan gagasan tentang “pertemuan” antara tradisi kuliner Prancis dan Indonesia, sekaligus membuka ruang untuk pertukaran pengetahuan, kreativitas, dan pengalaman di antara para pelaku gastronomi.
Secara nasional, program ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Institut français d’Indonésie (IFI), dan Alliance Française di Indonesia, yang bekerja sama dengan Business France, dan Disciples Escoffier Indonesia. Untuk pertama kalinya, Rendez-vous Rasa juga bekerja sama dengan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 dan Jaringan Gastronomi Indonesia.
Dari ruang kelas hingga meja makan
Di Bali, rangkaian kegiatan dimulai dengan A Taste of French: The Art of Cheese pada Kamis, 24 September 2026 di kampus IPB Internasional, Denpasar.
Bekerja sama dengan IPB Internasional dan Cheese Boutique by Rosalie, sesi yang dipandu oleh Ayu Linggih, Founder Rosalie Cheese, akan memperkenalkan mahasiswa perhotelan dan kuliner pada keragaman keju Prancis, teknik pembuatan keju tradisional, prinsip cheese pairing, serta tata meja dalam tradisi kuliner Prancis.
Peserta juga akan mengikuti sesi mencicipi dan mencoba berbagai kombinasi keju dan roti. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan vokasi dengan pengetahuan gastronomi.
Sehari kemudian, Jumat, 25 September, Politeknik Pariwisata Bali akan menjadi lokasi demonstrasi memasak bersama Chef Simon Tailpied. Dalam sesi yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA, peserta akan menyaksikan proses pembuatan Chicken Ballotine with Mushroom Farce sekaligus mengenal teknik kuliner Prancis dalam konteks pendidikan profesional.
Rangkaian kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah perhotelan dalam meningkatkan kompetensi calon profesional di tengah industri pariwisata yang semakin dinamis dan kompetitif. Melalui pengalaman langsung bersama praktisi kuliner, para siswa dan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik dan tradisi gastronomi Prancis, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mengenal praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bahasa Prancis untuk dunia perhotelan
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Senin, 28 September melalui French for Hospitality: Taste, Talk & Connect di LSPR Bali.
Diselenggarakan oleh Alliance Française Bali bersama LSPR Bali, sesi ini dirancang untuk mahasiswa dengan memperkenalkan penggunaan bahasa Prancis dalam konteks perhotelan, makanan, dan pelayanan.
Tidak hanya belajar kosakata, peserta juga akan diajak mencicipi produk Prancis dan mendeskripsikan rasa menggunakan bahasa Prancis yang dipelajari dalam sesi. Pendekatan ini menghubungkan pembelajaran bahasa dengan situasi profesional yang dapat ditemui mahasiswa ketika bekerja di sektor hospitality dan pariwisata.
Mempertemukan Teknik dan Lifestyle ala Prancis
Pada Kamis, 1 Oktober, masyarakat dapat mengikuti Tropical Twist: French Pastry Meets Bali di Alliance Française Bali.
Dalam demonstrasi memasak ini, tim Alliance Française Bali akan memperkenalkan Gâteau à l’ananas atau Pineapple Upside Down Cake, dengan menggabungkan teknik pembuatan pastry Prancis dengan bahan dan cita rasa yang familiar di Indonesia.
Kegiatan berlangsung pukul 17.00–19.00 WITA dan dirancang sebagai sesi interaktif bagi murid-murid AF Bali untuk mengenal teknik pastry sekaligus mencoba membuat hidangan penutup yang dapat dipraktikkan kembali di rumah.
Tidak hanya melalui praktik memasak, gastronomi juga akan hadir melalui layar pada Jumat, 2 Oktober. Alliance Française Bali akan mengadakan pemutaran film gastronomi “Linda veut du poulet !” pada pukul 19.00–20.30 WITA di Alliance Française Bali, Panjer. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan Bali kemudian ditutup dengan Cheese Tasting & Pairing pada Sabtu, 3 Oktober di Cheese Boutique by Rosalie, Denpasar. Dalam sesi pukul 16.00–18.00 WITA ini, peserta akan diajak mengenal dan mencicipi berbagai keju melalui pengalaman tasting dan pairing.
Produk-produk Prancis kini semakin mudah ditemukan di Bali. Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak mengenal art de vivre à la française, yaitu budaya, tradisi, dan cara menikmati produk yang melekat pada kehidupan kuliner Prancis. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum dengan tiket[1] [2] [3] yang tersedia untuk peserta.
Gastronomi sebagai ruang pertukaran
Rangkaian Rendez-vous Rasa di Bali tidak hanya menawarkan pengalaman mencicipi makanan dan produk Prancis, tetapi juga menghadirkan kegiatan seputar pendidikan kuliner dan hospitality, bahasa, pastry, dan film.
Beragam kegiatan ini mencerminkan semangat Rendez-vous Rasa 2026 dalam merayakan kekayaan gastronomi Prancis dan Indonesia. Peserta juga diajak mengenal gastronomi dari berbagai sisi serta melihat kaitannya dengan budaya dan kehidupan sehari-hari.
Temukan semua informasi dan rincian mengenai program Rendez-vous Rasa 2026 di situs web www.rendezvousrasa.com [T]





























