13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Dilakukan Mahasiswa Sebelum KKN: Survey, Rencana Proker, hingga Yakinkan Pacar

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Mahasiswa bersiap KKN/ Foto: koleksi penulis

PERTENGAHAN  Juni ini tibalah masa-masa berat dan susah bagi mahasiswa semester enam di sebagian besar universitas atau perguruan sejenis di Indonesia. Kenapa? Karena di saat mahasiswa lain dengan senang hati menikmati liburan setelah ujian akhir semester, mahasiswa semester enam harus mengikuti KKN. Hiks. Sseseewwddihh.

KKN, Kuliah Kerja Nyata, memang bisa jadi adalah hal paling menyedihkan, juga bisa jadi hal paling menyenangkan. Menyedihkan, bisa jadi karena harus pisah dengan pacar. Apalagi masa pacaran sedang hangat-hangatnya. Menyenangkan, bisa jadi karena justru bisa bebas dari pacar. Apalagi pacarannya sudah terasa agak dingin dan melempem seperti biskuit dicocor es teh..

Entah menyedihkan atau menyenangkan, mau tidak mau KKN ini harus dilaksanakan. Siap tidak siap ya harus siap. Nah, ada beberapa hal yang biasanya akan dilakukan oleh mahasiswa sebelum menghadapi KKN.

Siap Ditempatkan di Mana Saja (Seperti PNS saja)

Pertama kali, siapkan diri untuk terima ditempatkan di mana saja dan dengan siapa saja. Siap ditempatkan terpisah dengan pacar. Siap ditempatkan dengan orang-orang baru, dengan mantan, dengan mantan calon pacar, dan sebagainya.

Siap ditempatkan di desa terpencil, di desa peralihan dekat kota, atau di desa yang ramai seperti kota. Siap ditempatkan di desa yang katanya jauh dari pasar, jauh dari ATM, jauh dari kantor desa, dan jauh dari jalan raya. Siap ditempatkan di daerah campuran desa dan kota yang pasar ataupun ATM-nya tidak terlalu jauh.

Siap juga ditempatkan di kota yang katanya masih berstatus desa. Warung dekat. Alfamart dekat. Indomart dekat. Banyak dagang pula. Pokoknya siap dengan keputusan yang diberikan. Tapi ini khusus bagi yang diacak saja. Mereka yang milih tempat sendiri rasanya tidak perlu siap-siap menerima keputusan, kan sudah tahu sejak awal dapat di mana dengan siapa.

Kenalan Sesama Anggota KKN (Seperti Mahasiswa Baru saja)

Setelah menerima keputusan tentang KKN di mana dan dengan siapa, tentu hal yang dilakukan adalah berkenalan dengan orang-orang yang sama-sama ber-KKN di tempat yang sama. Kenalan ini hal yang paling penting, karena tak kenal maka tak sayang. (Tapi belum kenal kamu saja aku sudah sayang kok)..

Cara berkenalan di zaman canggih ini bukanlah perkara ribet. Tak harus berjabat tangan, apalagi cium pipi kanan pipi kiri. Sesama anggota dikumpulkan lewat media sosial, seperti pin BBM atau id Line. Membuat grup di media sosial dan di sanalah perkenalan dimulai.

Kenalan ini bertujuan agar mengetahui satu sama lain, seperti tahu sifat atau karakter teman yang akan diajak tidur bareng eh kerja bareng. Paling tidak mereka tahu muka atau wajah satu sama lain. Siapa tahu ada yang kecantol gimanaaaaa gitu…

Nah, di saat kenalan ini juga biasanya sering ada selentingan-selentingan tentang calon kordes (kordinator desa). Biasanya yang jadi korban adalah mereka-mereka yang penuh perhatian, cepat tanggap, penuh ide, kebapakan atau keibuan, dan tentu saja yang punya inisiatif untuk kumpul terlebih dahulu.

Sementara yang tidak berminat sama sekali menjadi kordes akan berpura-pura lugu dan sedikit bicara. Cari aman. Yang memang tergerak hatinya menjadi kordes, tentu akan menyalonkan diri secara langsung. Kordes itu penting dan istimewa karena nantinya akan menjadi perpanjangan tangan kepala desa. Keren bukan?

Kumpul Sesama Anggota KKN (Seperti OKK saja)

Kenalan lewat media sosial sudah, sekarang saatnya untuk bertemu satu sama lain, memastikan apakah wajah di foto sama dengan aslinya, sama ganteng cantiknya, atau sama buram wajahnya. Pokoknya itu dipastikan.

Saat kumpul ini yang paling mungkin terjadi adalah musyawarah mufakat, misalnya pemilihan kordes, karena saat kumpul bersama inilah bisa dilihat secara langsung siapa-siapa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan pantas dijadikan kordes. Setelah mendapatkan calon kordes, segera melakukan pemilu kordes, kemudian menerima hasil pemilu kordes dan melakukan pelantikan dengan tepuk tangan kepada kordes terpilih.

Biasanya kordes terpilih akan memberikan pesan dan kesannya. Ciee, jadi terharu. Biasanya lagi, kumpul bersama akan terus dan beberapa kali dilakukan untuk mempersiapkan KKN nanti, seperti membicarakan proker, tugas-tugas tertentu, dan sebagianya. Atau sekadar ingin bertemu saja, siapa tahu sudah terjadi PDKT.

Pembekalan KKN (Seperti Mau Tamasya saja)

Nah ini yang paling penting. Sebelum melakukan sesuatu, seseorang tentu harus mempunyai bekal yang cukup sehingga siap untuk melakukannya. Begitu juga KKN. Mahasiwa yang akan ber-KKN harus memiliki bekal yang cukup pula untuk siap tanpa masalah apapun.

Pembekalan yang diberikan dapat berupa apa saja ynag harus dilakukan saat KKN, bagaimana prosedur memulai KKN, apa yang harus didiskusikan dengan pembimbing KKN, kebijakan-kebijakan yang berlaku selama KKN dan sebagainya. Yang pasti, pembekalan yang paling penting adalah agar mahasiswa cewek bisa jaga diri, dan yang cowok tentu saja diharapkan agar bisa mengendalikan diri. Hahahaha bahaya kalau tidak bisa jaga diri dan mengendalikan diri. Bisa-bisa KKN yang Kuliah Kerja Nyata ini berubah menjadi KKN yang Kuliah Kerja Nikah. Bahaya.

Survey Tempat KKN (Seperti Mau Transmigrasi saja)

Survey tempat KKN ini sangat penting lho. Selain dapat jalan-jalan, mahasiswa yang akan ber-KKN dapat mengetahui potensi desa tempat KKN dan permasalahannya. Yang tidak kalah penting adalah untuk mencari tahu di mana mahasiswa akan akan tinggal, indekost selama KKN. Jika tempatnya bagus serupa aula atau auditorium mini, tentu tidak akan ada masalah.

Apa kabarnya kalau mereka dapat tempat tinggal sebuah balai dekat kuburan, semak belukar dan hutan jati? Huuuuu serem. Nah, kalau sudah seperti itu, pasrah saja, siapkan mental terlebih dahulu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya minggat dari KKN. Kan kasihan.

Tapi, jika memang harus tinggal di sebuah balai, sebaiknyayang tinggal di sana cowok-cowoknya sajalah. Yang cewek-cewek suruh tinggal di rumah warga saja. Ayo, apa yang cowok-cowok tega cewek-ceweknya tidur di sebuah balai?. Nah, melalui survey juga, akan diketahui di mana letak pasar, pom bensin, laundry (jika ada) dan tentu saja yang paling penting adalah dagang pulsa. Jaga-jaga supaya tidak putus kontak dengan si pacar atau si calon pacar tercinta.

Perencanaan Program Kerja KKN (Seperti Sudah jadi Menteri saja)

Nah, program kerja alias proker menjadi penting dalam KKN karena biasanya hal inilah yang akan menjadi garis besar atau gambaran apa-apa saja yang akan dilakukan di tempat KKN. Proker ini biasanya didasari oleh potensi tempat KKN itu sendiri. Misalnya, tempat KKN adalah tempat yang memiliki potensi pariwisata yang bagus, jadi proker yang direncanakan bisa berupa pembuatan denah pariwisata, video atau web promosi pariwisata dan sebagianya.

Jadi saat survey, harus benar-benar dilihat potensi tempat KKN. Oh iya, biasanya perencanaan proker juga didasari oleh berapa lama kegiatan KKN akan dilaksanakan. Jangan sampai proker yang direncanakan ternyata memakan waktu 6 bulan, padahal KKN Cuma sebulan.

Jadi kalau misalnya KKN hanya dilaksanakan selama satu bulan, tidak mungkin lagi kan kalian menyusun proker berupa proses pemanenan buah durian dengan menggunakan teknologi tepat guna. Durian itu buahnya musiman bro. KKN cuma satu bulan. Jika seperti itu, sudah tentu hasilnya akan mengecewakan warga di sana. Kekecewaannya bisa saja lebih parah dari sebuah harapan palsu atau diam-diam ditinggal nikah sama orang lain. Waduh, sakit keneh kan.

Untuk itu, marilah membuat proker yang berlandaskan SIKONTOL TUH PANJANG (Situasi, Kondisi, Toleransi, Kebutuhan, Pantauan, dan Jangkauan), jadi proker yang ada tidak akan menimbulkan harapan palsu, karena sudah logis dari awal. Oh iya, satu lagi, karena sudah merencanakan proker, jangan lupa perelngkapan prokernya juga disiapkan ya. Proker harus diisi dengan perlengkapannya, begitu juga hidupku harus diisi dengan kamu. Iya, kamu.

Tancap Gas, Berangkaaaaaaat…

Akhirnya, tiba saatnya berangkat secara resmi ke lokasi KKN. Nah pastikan lagi jangan sampai ada yang ketinggalan sebelum berangkat ke tempat KKN. Pastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal, pastikan tidak ada anggota yang tertinggal dan yang paling penting pastikan tidak ada rasa yang tertinggal di masa lalu.

Tentu saja barang-barang bawaan KKN banyak jumlahnya dan beragam, ada baiknya barang-barang tersebut dibawa saat survey atau H-1 sebelum berangkat KKN. Selanjutnya, selamat menikmati hari-hari KKN. Berangkaaaaat, go!

Eh, Tunggu, Belum Pamitan Sama Pacar

Nah, ini khusus untuk yang punya pacar. Sebelum berangkat, ingat pamitan dulu sama pacar. Untuk mahasiswa cowok, jika pacar adik tingkat yang belum KKN, suruh liburan baik-baik di kampung. “Abang akan pergi melaksanakan tugas negara!”.

Jika pacar masih SMA, suruh tetap belajar baik-baik selama liburan, jangan pikirkan Kakak. Jika pacar masih SMP, suruh bantu orang tua di rumah, jangan ke mana-mana nanti diculik penjual orang.

Nah, jika pacar juga KKN tapi di desa lain, mintalah jaga diri, jangan lirik-lirik mahasiswa lain. Yakinkan juga si pacar bahwa: “Sebagai lelaki hebat, aku bisa mengendalikan diri, tapi telepon di-on-kan terus ya!”

Untuk mahasiswa cewek, berusahalah pasang wajah sedih sebelum pergi dan yakinkan pacar (dari golongan apa saja) agar percaya bahwa “Aku bisa jaga diri, percayalah!”

Setelah puisi perpisahan dan dipentaskan secara dramatis, maka pergilah dengan gembira. Desa dan pengalaman berharga sedang menunggu… (T)

Tags: cintadesakampusKKNmahasiswa
Share5802TweetSendShareSend
Previous Post

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis

Next Post

Camping Asyik di Areal Hutan Segara Rupek, Taman Nasional Bali Barat

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post

Camping Asyik di Areal Hutan Segara Rupek, Taman Nasional Bali Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co