12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Dilakukan Mahasiswa Sebelum KKN: Survey, Rencana Proker, hingga Yakinkan Pacar

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Mahasiswa bersiap KKN/ Foto: koleksi penulis

PERTENGAHAN  Juni ini tibalah masa-masa berat dan susah bagi mahasiswa semester enam di sebagian besar universitas atau perguruan sejenis di Indonesia. Kenapa? Karena di saat mahasiswa lain dengan senang hati menikmati liburan setelah ujian akhir semester, mahasiswa semester enam harus mengikuti KKN. Hiks. Sseseewwddihh.

KKN, Kuliah Kerja Nyata, memang bisa jadi adalah hal paling menyedihkan, juga bisa jadi hal paling menyenangkan. Menyedihkan, bisa jadi karena harus pisah dengan pacar. Apalagi masa pacaran sedang hangat-hangatnya. Menyenangkan, bisa jadi karena justru bisa bebas dari pacar. Apalagi pacarannya sudah terasa agak dingin dan melempem seperti biskuit dicocor es teh..

Entah menyedihkan atau menyenangkan, mau tidak mau KKN ini harus dilaksanakan. Siap tidak siap ya harus siap. Nah, ada beberapa hal yang biasanya akan dilakukan oleh mahasiswa sebelum menghadapi KKN.

Siap Ditempatkan di Mana Saja (Seperti PNS saja)

Pertama kali, siapkan diri untuk terima ditempatkan di mana saja dan dengan siapa saja. Siap ditempatkan terpisah dengan pacar. Siap ditempatkan dengan orang-orang baru, dengan mantan, dengan mantan calon pacar, dan sebagainya.

Siap ditempatkan di desa terpencil, di desa peralihan dekat kota, atau di desa yang ramai seperti kota. Siap ditempatkan di desa yang katanya jauh dari pasar, jauh dari ATM, jauh dari kantor desa, dan jauh dari jalan raya. Siap ditempatkan di daerah campuran desa dan kota yang pasar ataupun ATM-nya tidak terlalu jauh.

Siap juga ditempatkan di kota yang katanya masih berstatus desa. Warung dekat. Alfamart dekat. Indomart dekat. Banyak dagang pula. Pokoknya siap dengan keputusan yang diberikan. Tapi ini khusus bagi yang diacak saja. Mereka yang milih tempat sendiri rasanya tidak perlu siap-siap menerima keputusan, kan sudah tahu sejak awal dapat di mana dengan siapa.

Kenalan Sesama Anggota KKN (Seperti Mahasiswa Baru saja)

Setelah menerima keputusan tentang KKN di mana dan dengan siapa, tentu hal yang dilakukan adalah berkenalan dengan orang-orang yang sama-sama ber-KKN di tempat yang sama. Kenalan ini hal yang paling penting, karena tak kenal maka tak sayang. (Tapi belum kenal kamu saja aku sudah sayang kok)..

Cara berkenalan di zaman canggih ini bukanlah perkara ribet. Tak harus berjabat tangan, apalagi cium pipi kanan pipi kiri. Sesama anggota dikumpulkan lewat media sosial, seperti pin BBM atau id Line. Membuat grup di media sosial dan di sanalah perkenalan dimulai.

Kenalan ini bertujuan agar mengetahui satu sama lain, seperti tahu sifat atau karakter teman yang akan diajak tidur bareng eh kerja bareng. Paling tidak mereka tahu muka atau wajah satu sama lain. Siapa tahu ada yang kecantol gimanaaaaa gitu…

Nah, di saat kenalan ini juga biasanya sering ada selentingan-selentingan tentang calon kordes (kordinator desa). Biasanya yang jadi korban adalah mereka-mereka yang penuh perhatian, cepat tanggap, penuh ide, kebapakan atau keibuan, dan tentu saja yang punya inisiatif untuk kumpul terlebih dahulu.

Sementara yang tidak berminat sama sekali menjadi kordes akan berpura-pura lugu dan sedikit bicara. Cari aman. Yang memang tergerak hatinya menjadi kordes, tentu akan menyalonkan diri secara langsung. Kordes itu penting dan istimewa karena nantinya akan menjadi perpanjangan tangan kepala desa. Keren bukan?

Kumpul Sesama Anggota KKN (Seperti OKK saja)

Kenalan lewat media sosial sudah, sekarang saatnya untuk bertemu satu sama lain, memastikan apakah wajah di foto sama dengan aslinya, sama ganteng cantiknya, atau sama buram wajahnya. Pokoknya itu dipastikan.

Saat kumpul ini yang paling mungkin terjadi adalah musyawarah mufakat, misalnya pemilihan kordes, karena saat kumpul bersama inilah bisa dilihat secara langsung siapa-siapa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan pantas dijadikan kordes. Setelah mendapatkan calon kordes, segera melakukan pemilu kordes, kemudian menerima hasil pemilu kordes dan melakukan pelantikan dengan tepuk tangan kepada kordes terpilih.

Biasanya kordes terpilih akan memberikan pesan dan kesannya. Ciee, jadi terharu. Biasanya lagi, kumpul bersama akan terus dan beberapa kali dilakukan untuk mempersiapkan KKN nanti, seperti membicarakan proker, tugas-tugas tertentu, dan sebagianya. Atau sekadar ingin bertemu saja, siapa tahu sudah terjadi PDKT.

Pembekalan KKN (Seperti Mau Tamasya saja)

Nah ini yang paling penting. Sebelum melakukan sesuatu, seseorang tentu harus mempunyai bekal yang cukup sehingga siap untuk melakukannya. Begitu juga KKN. Mahasiwa yang akan ber-KKN harus memiliki bekal yang cukup pula untuk siap tanpa masalah apapun.

Pembekalan yang diberikan dapat berupa apa saja ynag harus dilakukan saat KKN, bagaimana prosedur memulai KKN, apa yang harus didiskusikan dengan pembimbing KKN, kebijakan-kebijakan yang berlaku selama KKN dan sebagainya. Yang pasti, pembekalan yang paling penting adalah agar mahasiswa cewek bisa jaga diri, dan yang cowok tentu saja diharapkan agar bisa mengendalikan diri. Hahahaha bahaya kalau tidak bisa jaga diri dan mengendalikan diri. Bisa-bisa KKN yang Kuliah Kerja Nyata ini berubah menjadi KKN yang Kuliah Kerja Nikah. Bahaya.

Survey Tempat KKN (Seperti Mau Transmigrasi saja)

Survey tempat KKN ini sangat penting lho. Selain dapat jalan-jalan, mahasiswa yang akan ber-KKN dapat mengetahui potensi desa tempat KKN dan permasalahannya. Yang tidak kalah penting adalah untuk mencari tahu di mana mahasiswa akan akan tinggal, indekost selama KKN. Jika tempatnya bagus serupa aula atau auditorium mini, tentu tidak akan ada masalah.

Apa kabarnya kalau mereka dapat tempat tinggal sebuah balai dekat kuburan, semak belukar dan hutan jati? Huuuuu serem. Nah, kalau sudah seperti itu, pasrah saja, siapkan mental terlebih dahulu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya minggat dari KKN. Kan kasihan.

Tapi, jika memang harus tinggal di sebuah balai, sebaiknyayang tinggal di sana cowok-cowoknya sajalah. Yang cewek-cewek suruh tinggal di rumah warga saja. Ayo, apa yang cowok-cowok tega cewek-ceweknya tidur di sebuah balai?. Nah, melalui survey juga, akan diketahui di mana letak pasar, pom bensin, laundry (jika ada) dan tentu saja yang paling penting adalah dagang pulsa. Jaga-jaga supaya tidak putus kontak dengan si pacar atau si calon pacar tercinta.

Perencanaan Program Kerja KKN (Seperti Sudah jadi Menteri saja)

Nah, program kerja alias proker menjadi penting dalam KKN karena biasanya hal inilah yang akan menjadi garis besar atau gambaran apa-apa saja yang akan dilakukan di tempat KKN. Proker ini biasanya didasari oleh potensi tempat KKN itu sendiri. Misalnya, tempat KKN adalah tempat yang memiliki potensi pariwisata yang bagus, jadi proker yang direncanakan bisa berupa pembuatan denah pariwisata, video atau web promosi pariwisata dan sebagianya.

Jadi saat survey, harus benar-benar dilihat potensi tempat KKN. Oh iya, biasanya perencanaan proker juga didasari oleh berapa lama kegiatan KKN akan dilaksanakan. Jangan sampai proker yang direncanakan ternyata memakan waktu 6 bulan, padahal KKN Cuma sebulan.

Jadi kalau misalnya KKN hanya dilaksanakan selama satu bulan, tidak mungkin lagi kan kalian menyusun proker berupa proses pemanenan buah durian dengan menggunakan teknologi tepat guna. Durian itu buahnya musiman bro. KKN cuma satu bulan. Jika seperti itu, sudah tentu hasilnya akan mengecewakan warga di sana. Kekecewaannya bisa saja lebih parah dari sebuah harapan palsu atau diam-diam ditinggal nikah sama orang lain. Waduh, sakit keneh kan.

Untuk itu, marilah membuat proker yang berlandaskan SIKONTOL TUH PANJANG (Situasi, Kondisi, Toleransi, Kebutuhan, Pantauan, dan Jangkauan), jadi proker yang ada tidak akan menimbulkan harapan palsu, karena sudah logis dari awal. Oh iya, satu lagi, karena sudah merencanakan proker, jangan lupa perelngkapan prokernya juga disiapkan ya. Proker harus diisi dengan perlengkapannya, begitu juga hidupku harus diisi dengan kamu. Iya, kamu.

Tancap Gas, Berangkaaaaaaat…

Akhirnya, tiba saatnya berangkat secara resmi ke lokasi KKN. Nah pastikan lagi jangan sampai ada yang ketinggalan sebelum berangkat ke tempat KKN. Pastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal, pastikan tidak ada anggota yang tertinggal dan yang paling penting pastikan tidak ada rasa yang tertinggal di masa lalu.

Tentu saja barang-barang bawaan KKN banyak jumlahnya dan beragam, ada baiknya barang-barang tersebut dibawa saat survey atau H-1 sebelum berangkat KKN. Selanjutnya, selamat menikmati hari-hari KKN. Berangkaaaaat, go!

Eh, Tunggu, Belum Pamitan Sama Pacar

Nah, ini khusus untuk yang punya pacar. Sebelum berangkat, ingat pamitan dulu sama pacar. Untuk mahasiswa cowok, jika pacar adik tingkat yang belum KKN, suruh liburan baik-baik di kampung. “Abang akan pergi melaksanakan tugas negara!”.

Jika pacar masih SMA, suruh tetap belajar baik-baik selama liburan, jangan pikirkan Kakak. Jika pacar masih SMP, suruh bantu orang tua di rumah, jangan ke mana-mana nanti diculik penjual orang.

Nah, jika pacar juga KKN tapi di desa lain, mintalah jaga diri, jangan lirik-lirik mahasiswa lain. Yakinkan juga si pacar bahwa: “Sebagai lelaki hebat, aku bisa mengendalikan diri, tapi telepon di-on-kan terus ya!”

Untuk mahasiswa cewek, berusahalah pasang wajah sedih sebelum pergi dan yakinkan pacar (dari golongan apa saja) agar percaya bahwa “Aku bisa jaga diri, percayalah!”

Setelah puisi perpisahan dan dipentaskan secara dramatis, maka pergilah dengan gembira. Desa dan pengalaman berharga sedang menunggu… (T)

Tags: cintadesakampusKKNmahasiswa
Share5802TweetSendShareSend
Previous Post

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis

Next Post

Camping Asyik di Areal Hutan Segara Rupek, Taman Nasional Bali Barat

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post

Camping Asyik di Areal Hutan Segara Rupek, Taman Nasional Bali Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co