24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 20, 2022
in Opini
Memuliakan Perempuan Bukan Hanya  di Hari Ibu

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

HARI IBU yang diperingati setiap tanggal 22 Desember bertujuan bukan hanya untuk memuliakan kaum Ibu tetapi untuk memuliakan perempuan. Peringatan hari ibu di Indonesia berbeda dengan peringatan mother’s day yang mana ibu diistimewakan pada hari itu. Peringatan hari Ibu untuk menghargai jasa perempuan dalam berjuang  untuk kemerdekaan Indonesia. Penghargaan terhadap kaum perempuan tidak hanya dilakukan pada saat peringatan hari Ibu tetapi bagaimana masyarakat menghargai dan memposisikan perempuan dalam berkehidupan sosial.

Pemuliaan perempuan hanya bisa dilakukan apabila ideologi suatu masyarakat terhadap perempuan juga mengalami perubahan. Ideologi merupakan sudut pandang. Ideologi tersebut diibaratkan sebuah lensa yang dipakai untuk melihat masyarakat, isu-isu sosial, segala bentuk aktivitas, dan kejadian-kejadian yang ada dalam masyarakat. Secara umum ideologi dipakai untuk menentukan kepercayaan, nilai-nilai, dan menkonstruksi prinsip-prinsip personal melalui kehidupan sehari-hari. Cara pandang inilah yang perlu diubah sehingga kedudukan perempuan setara dengan laki-laki.

Teori Gender memandang bahwa dalam suatu masyarakat ada perbedaan ideologi gender. Dengan perbedaan pandang tersebut, dengan jelas dibedakan antara perempuan dan laki-laki. Ciri pembeda tersebut dipengaruhi oleh  Teori Nature dan Teori Nurture. Teori Nature memandang bahwa perbedaan antara perempuan dan laki-laki disebabkan oleh  perbedaan fisiologis dan biologis (Abdullah, 1998:12).

Karena perbedaan fisiologis tersebut wanita memang ditakdirkan secara alamiah sebagai makhluk yang lemah (secara fisik) dibandingkan dengan laki-laki. Dengan pandangan itu, masyarakat secara alamiah pula dapat mengodifikasi perbedaan pekerjaan antara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki secara umum mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih banyak, sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang  tidak terlalu membutuhkan tenaga.

Teori Nurture melihat perbedaan antara laki-laki dan perempuan bukan dari ciri fisik seseorang, melainkan perbedaan tersebut diakibatkan oleh perbedaan cara pandang masyarakat terhadap laki-laki dengan perempuan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial budaya (Budiman, 1981).

Kedua teori tersebut saling memengaruhi sehingga melahirkan teori interaksi Nature dan Nurture. Teori ini memandang perbedaan gender karena adanya elaborasi antara perbedaan pandangan berdasarkan jenis  kelamin (secara biologis) antara perempuan dan laki-laki dengan pandangan sosial terhadap perempuan dan laki-laki. Interaksi kedua faktor itu membawa pengaruh pada perbedaan gender.

Secara biologis antara perempuan dengan laki-laki bisa dibedakan: perempuan  memiliki vagina, mengalami haid, memiliki susu untuk menyusui, memiliki alat reproduksi seperti sel telur, kandungan dan lain-lain. Sebaliknya, laki-laki memiliki penis, jakun, memiliki pelir untuk memproduksi sperma, otot-otot lebih kuat dibandingkan dengan perempuan. Jenis kelamin mulai dibedakan sebelum lahir segera setelah masa konsepsi, sedangkan  sosiologi maskulin dan feminin, yaitu perbedaan gender dibedakan setelah lahir ( Chambers, 2003 :117).

Dengan kata lain gender merupakan elaborasi faktor sosial dan faktor biologis. Pemahaman orang tentang perbedaan gendersebagai laki-laki dan perempuan adalah proses sosial. Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada bersifat biologis. Orang tidak dilahirkan dengan gender, tetapi mempelajari perilaku dan sikap yang sesuai dengan jenis kelaminnya (Muhith,2003:11).

Begitu bayi lahir, bayi itu sangat bergantung pada orang tuanya. Ini merupakan proses sosial antara bayi dengan lingkungan terdekatnya.Pola perlakuan lingkungan akan membentuk peran gender. Masyarakat pada umumnya memperlakukan bayi laki-laki dengan bayi perempuan dengan cara yang berbeda. Hal tersebut bisa dicermati dari cara berbicara dengan bayinya. Orang tuanya akan menggunakan lebih banyak diminutive (yang mengindikasikan hal yang kecil seperti  kitty, doggie) kepada bayi perempuan dibandingkan dengan bayi laki-laki. Laki-laki diberi banyak larangan karena kecenderungan anak laki-laki adalah lebih nakal dibandingkan dengan perempuan (Eckert dan McConnell-Ginet, 2003:17).

Proses sosial seperti ini kemudian melahirkan fenomena sosial, misalnya perempuan dikenal lembut, keibuan, sedangkan laki-laki dikenal kuat, jantan, perkasa. Kelembutan seorang perempuan dapat dilihat dari cara berbicara yang lembut dan lebih sopan dibandingkan dengan laki-laki (Cameron, 1992: 43).

Coates (1986:12) menyatakan bahwa perempuan sebagai anggota dari suatu masyarakat mempunyai status  sosial  yang berbeda dengan laki-laki. Kaum perempuan merupakan  grup inferior yang posisinya selalu berada di bawah grup suferior (laki-laki).  Dengan status ini, berakibat pada perbedaan bahasa yang mencerminkan tiap kelompok sosialnya.

Selanjutnya Coates (1986) menekankan bahwa  perbedaan pendekatan atau cara pandang terhadap laki-laki dengan perempuan diakibatkan oleh dua pendekatan yang ada pada masyarakat. Pertama, pendekatan perbedaan (difference approach) yang memandang bahwa antara  laki-laki dengan perempuan merupakan kelompok yang berbeda. Kedua, pendekatan dominasi (dominant approach), yang memandang bahwa laki-laki sebagai grup atasan memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada perempuan yang merupakan grup bawahan.

Sepanjang ideologi masyarakat tetap memposisikan perempuan sebagai grup inferior dan laki-laki sebagai grup superior, perbedaan perlakukan antara laki-laki dan perempuan akan tetap terjadi. Memposisikan perempuan setara dengan laki-laki  memerlukan proses yang panjang. Hal ini merupakan evolusi sebuah ideologi. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari penulis SUAR ADNYANA

Hari Ibu Bagi Anak yang Tak Tahu Ibu
Kiat Guru dalam Mengatasi Siswa Malas Membaca
Tags: Hari IbuPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Laut Menyatukan Kita | Catatan tentang Film Avatar: The Way of Water

Next Post

Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co