6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Gajah Mada di Sekitar Hari Kemerdekaan | Rembug Sastra Sarasastra Yayasan Janahita Mandala Ubud

tatkala by tatkala
August 17, 2021
in Pertanian
Membaca Gajah Mada di Sekitar Hari Kemerdekaan | Rembug Sastra Sarasastra Yayasan Janahita Mandala Ubud

Prof Wirawan, Prof Suarka dan Sindhu Gitananda.

Dari sisi politik ketatanegaraan Gajah Mada berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Nusantara, sedangkan dari sisi budaya polkitik keagamaan telah berhasil menanamkan keyakinan agama Hindu-Budha sebagaimana disebut Mpu Tantular yang menyebutkan bhineka tunggal ika, Siwa lan Budha.

Itu kata guru besar Universitas Udayana, Prof. Dr. A.A. Bagus Wirawan, S.U.,  saat bicara dalam acara Rembug Sastra Sarasastra yang diinisiasi Yayasan Janahita Mandala Ubud di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu sore, 14 Agustus 2021.

Tema rembug sastra itu “Amukti Palapa: Meneladani Kepemimpinan Gajah Mada dalam Laku Sejarah dan Sastra”. Tema itu diambil sekaligus sebagai perayaan bulan kemerdekaan pada Agustus 2021. Sebab, bagaiman pun mata rantai sejarah Nusantara tidak bisa dipisahkan dengan sosok Mahapatih Gajah Mada.

Selain menampilkan pembicara Prof Wirawan, diskusi itu juga menampilkan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum., yang juga guru besar di Unud. Diskusi yang dipandu akademisi Unhi Denpasar, W.A. Sindhu Gitananda.

Nilai-nilai Ideal Seorang Pemimpin

Prof Wirawan mengatakan Gajah Mada adalah tokoh sentral dalam sejarah Kerajaan Majapahit, utamanya di masa-masa keemasannya. Gajah Mada telah mewujudkan sumpahnya “Amukti Palapa” untuk menyatukan daerah-daerah di seluruh Nusantara dengan pusat kekuasaan di Wilwatikta Majapahit.

Wirawan menyebut bahwa dalam proses menjadikan Majapahit sebagai negara yang besar, dari sisi budaya politik ketatanageraan Gajah Mada telah menanamkan nilai-nilai ideal bagi seorang pemimpin ketika ia memerintah. Nilai-nilai itu tidak lain adalah Asta Brata, delapan nasihat yang dinyatakan Sri Rama dalam epos Ramayana yang menvcerminkan sifat-sifat dari delapan dewa.

“Gajah Mada telah membentuk hubungan politik ketatanegaraan pusat-daerah berbasis kebudyaaan, yakni seni, sastra dan agama. Harta kekayaan budaya Jawa Majapahit banyak diwariskan kepada Raja Adipati Dalem Ketut Ngulesir, utamanya warisan nilai-nilai Hinduisme yang menjadi keyakinan kerajaan di Bali,” katanya,

Ia menjelaskan, meskipun tidak sepenuhnya bercorak Bali, Hindu Budha adalah corak agama kerajaan Majapahit. Akan tetapi, saat ini telah dilestarikan dan diwariskan menjadi Hindu Bali (Siwa Budha Bhujangga) Gelgel.

“Penyatuannya dalam bentuk pemujaan yang menyatukan catur warga di Pura Dasar Bhwana. Ini seyogyanya dapat dicatat dalam sejarah Gelgel, tempat dibangunnya keraton Swecapura sebagai pusat kekuasaan dan ibukota kerajaan Hindu, sedangkan Pura Dasar Bhuwana sebagai pusat pemujaan kerajaan Hindu. Kerajaan Hindu Bali Gelgel adalah satu-satunya kerajaan bercorak Hindu pewaris Hindu Budha Jawa Majapahit di Nusantara ketika proses gelombang Islamisasi terjadi,” tambahnya.

Teguh Mengabdi pada Negara

Prof Suarka kemudian membicarakan Gajah Mada dari perspektif sastra, dengan berpijak pada Kakawin Gajah Mada.  Menurut dia, ketokohan Gajah Mada merupakan tokoh berkarakter bulat. Gajah Mada jaya secara lahiriah sebagai pencetus gagasan cemerlang yang dapat mengantarkan kejayaan Majapahit.

“Gajah Mada jaya dalam pemikiran berkat rasa bakti, kesetiaan, dan ketaatannya pada pengabdian serta jaya batin berkat pendalamannya terhadap wejangan guru serta ajaran agama sebagai persiapan mencapai moksa,” katanya.

Selain sebagai tokoh yang jaya, nilai-nilai lain yang juga dapat diteladani dari karakter Gajah Mada adalah sosoknya yang semangat akan janjinya, berbakti, mengabdi pada negara, berkeyakinan, patuh, teguh, dan setia. Karakter inilah yang melahirkan Gajah Mada sebagai pemimpin yang bijaksana, tegas, cerdas, teguh iman, berwibawa, dan pantang menyerah. Nilai-nilai ini, kata Suarka, penting diteladani generasi Indonesia saat ini, utamanya bagi para pemimpin.

“Kakawin Gajah Mada selesai ditulis pada tanggal 10 November 1958, pemilihan tanggal ini mungkin memiliki maksud tertentu. Kita ketahui bahwa 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, sehingga ada kemungkinan Ida Cokorda Ngurah sebagai pengarang Kakawin Gajah Mada bermaksud memberikan penghargaan kepada tokoh Gajah Mada sebagai Pahlawan Nusantara melalui karya kakawinnya,” kata Suarka.

Dari sisi teksnya, ahli sastra Jawa Kuno ini mengatakan Kakawin Gajah Mada sebagai kakawin yang unik. Kakawin yang merupakan buah karya Ida Cokorda Ngurah ini menjadi satu-satunya kakawin yang ia temui memuja Brahma (Bhatara Datre) sebagai pusat orientasi pemujaan sang pengarang. Selama ini, para rakawi penggubah kakawin umunya akan memposisikan entitas Dewa Wisnu, Dewa Siwa, Dewa Budha, Dewa Smara, maupun Dewi Saraswati atau Wagiswari sebagai pusat orientasi pemujaan.

“Tampaknya alasan yang melatarbelakangi pujangga Kakawin Gajah Mada memuja kebesaran Dewa Brahma, dengan tujuan mendapat restu dan sekaligus terhindar dari segala kutukan Dewa Brahma, apalagi yang ingin dikisahkan adalah kisah putra Brahma, yakni Gajah Mada ini,” kata Prof Suarka. [T][*/JPD]

Tags: Gajah MadaRembug SastrasastraUbudYayasan Janahita Mandala Ubud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dialektika Kebangsaan dan Asal Usul Nama Indonesia

Next Post

Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu Untuk Buleleng dan Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu                                                           Untuk Buleleng dan Bali

Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu Untuk Buleleng dan Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co