6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pahlawan Bertopeng Beha

Ferry Fansuri by Ferry Fansuri
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: Ferry Fansuri

ADA reaksi aneh jika Sarmin mengendus-dengus bau dari pakaian dalam wanita itu, ia tampak membuncah sumringah mirip anak jalanan saat sakauw kala menghirup bau lem kaleng ritual pagi harinya. Ia seperti kecanduan, di dalam kamar kostnya yang sempit bertumpuk-tumpuk celana dalam dan beha perempuan entah darimana Sarmin dapatkan. Koleksi lengkap mulai dari tekstur berenda, transparan dan berbagai warna.

Sarmin hanyalah seorang penggangguran, hidup tak menentu bahkan berharap belas kasihan orang sekitarnya. Tak tahu asal usul dia, darimanakah dan siapa orang tuanya. Belasan tahun yang lalu Sarmin datang di kampung ini layaknya orang urban lainya datang ke ibukota demi sesuap nasi untuk mengisi perut.

Pekerjaan kasar apa saja dilakukan Sarmin mulai dari kuli, tukang parkir, cuci piring sampai memulung botol plastik bekas. Uang yang didapat dalam sehari hanya bisa untuk membeli nasi bungkus di warteg, memang hidup slum city keras dan apapun dilakukan untuk bertahan hidup.

Tiap pagi Sarmin selalu memanggul keranjang kayu di punggung dan membawa gacu besi pengait. Berkeliling tiap komplek untuk mengais botol plastik di tempat sampah orang-orang borjuis itu, dikumpulkan dalam keranjang dan ditukarkan beberapa rupiah untuk tiap botolnya untuk sarapan pagi.

Siangnya Sarmin menjadi kuli panggul di pasar ikan ujung pelabuhan itu sampai menjelang ufuk tenggelam di barat. Tapi terkadang Sarmin tidak melakukan apapun, hanya berdiam diri di bilik bertutup triplek dan seng terselip bedeng-bedeng kumuh itu. Itulah Sarmin dengan kehidupan serabutan, sebuah potret manusia urban yang nyata adanya.

Di dalam biliknya yang reot itu tak ada televisi ataupun radio, bahkan koran untuk dibaca saja Sarmin gunakan untuk menambal lubang-lubang dinding agar tidak ada yang mengintip di dalam, apa yang ia lakukan. Ada kelakuan ganjil yang Sarmin lakukan di kala senggang, menciumi pakaian dalam wanita.

Entah Sarmin dapat darimana, ia menghirup bau dari tiap helai celana dalam dan beha itu. Bagai candu untuknya yang memasuki aliran nadi darahnya, membuat jantung Sarmin menabuh bertalu-talu bagai gendang dipukul berkali-kali. Berhalusinasi melayang di atas awan bersenggama dengan para bidadari surga di sana.

***

Tak semua tahu bahwa Sarmin punya kelakuan aneh itu karena ia jarang bergaul atau sekadar nongkrong dengan  preman-preman kampung ini. Atau bagaimana Sarmin mendapatkan semua pakaian dalam wanita itu, penghasilan yang ia dapat sehari-hari hanya mampu menganjal perutnya. Perihal yang bisa Sarmin lakukan hanyalah mencuri, kedok profesi sebagai pemulung memudahkan ia beraksi.

Suatu pagi Sarmin selalu berkeliling untuk tempat sampah kompleks perumahan seberang kampung ini. Para pembantu-pembantu orang kaya dipastikan menjemur cucian juragan di halaman jemuran mereka. Sarmin melihat itu layaknya menemukan harta karun yang tidak ternilai harganya, matanya berbinar.

“Kau adalah hartaku paling berharga dan semua ini milikku..milikku….hanya untukku”

Sarmin meraih celana dalam dan beha itu, diciumnya berkali-kali dan didekap erat bagaikan seorang kekasih yang dicintainya. Sarmin menemukan cinta sejati dalam sehelai kain bertektur halus penutup kelamin para wanita itu.

Kejadian itu terus berulang dan berulang kembali maka gemparlah kompleks rumah OKB (orang kaya baru) itu.

“Ada Pencuri Pakaian Dalam Berkeliaran!”

Penghuni perumahan sempat gusar, cucian yang di jemuran selalu hilang. Cuci pagi, sore hilang. Cuci malam, pagi raib. Tak tahu siapa pencurinya dan pernah terlihat batang hidung seperti hantu tak berwujud.

Sarmin begitu lihai untuk melancarkan aksinya dan tak pernah sekalian tertangkap oleh satpam kompleks. Kegalauan semakin memuncak, penghuni merasa kuatir dan was-was atas kejadian kehilangan pakaian dalam tiap harinya.

“Ini pasti kerjaan tukang teluh!”

“Celana dalam kita dipakai jimat guna-guna!”

“Pasti ada tuyul pencuri beha!”

“Kerjaan kolor ijo ini!”

Barbagai argumen dan khayalan para penghuni kompleks berkelebatan kesana kemari membuat pusing para pejabat RT dan RW. Bahkan sampai diadakan rapat akbar di balai pertemuan dekat lapangan kompleks perumahan  itu. Debat sengit pun bersahutan karena merasa keselamatan mereka terancam akan kehadiran maling beha itu.

“Perbanyak satpam!”

“Pasang kamera CCTV!”

“Tiap malam harus ada ronda keliling!”

“Pintu masuk pasang portal pengaman!”

Semua orang berteriak dan bersahutan bagai lomba kicau burung yang akan dijuri. Tapi apa yang dilakukan penghuni perumahan itu sia-sia belaka, celana dalam-celana dalam itu tetap raib pada tempatnya dan tak tersisa. Itupun tak pernah diketahui siapakah pencuri dan terjadi berbulan-bulan.

Sarmin bukan tak terlihat kasat mata, ini disebabkan sebuah jimat yang selalu dikalungkan di lehernya. Warisan orang tuanya sebelum Sarmin merantau di kota, jimat berisikan kain mori putih berajah tulisan Arab diberikan untuk penjagaan. Tapi namanya tupai sepandai-pandainya meloncat pasti jatuh juga.

Sial pagi itu Sarmin sewaktu mandi sealu melepaskan kalung jimatnya karena pantangan dan kalung itu lupa ia pakaikan kembali. Aksinya pun dilancarkan kembali, sewaktu tangan Sarmin menjarah celana dalam dan beha itu kepergok oleh pemilik rumah.

“Maling… Maling.. Tolong…!!”

Teriakan itu membahana menggelegar seantero kompleks perumahan maka gemparlah penghuni di sana. Sarmin pun kaget bukan kepalang, ia pun lari tunggang langgang sambil membawa barang jarahannya. Tapi Sarmin tak sempat membawa banyak bahkan keranjang dan gacu pemulungnya ditinggalkan begitu saja karena ketakutan akan ketangkap jadi bulan-bulanan warga.

Sarmin terus berlari dan lari tanpa henti, barang jarahan berceceran meninggalkan jejak dan yang tersisa sehelai celana dalam ia sisipkan di atas kepala bersamaan beha yang ia ikatkan di atas dahi hampir menutupi kedua matanya.

Sarmin bergerak lurus tanpa menoleh sekalipun ke belakang dan terus berlari menjauh dari tempat itu.

***

Gang sempit itu terlihat sepi sunyi tanpa orang melewati tapi saat itu seorang gadis berpakaian putih abu-abu melintas. Wajahnya polos tanpa polesan gincu ataupun bedak, gerai rambut memanjang menandakan  cita rasa perawan yang sedang mekar-mekarnya. Gerak-geriknya yang centil dan menggoda mampu menarik perhatian lawan jenis siapapun memandangnya. Cantik itu berbahaya.

“Nona cantik, mau ke mana?

Suara-suara itu menghentikan langkah-langkah kecilnya.

“Kalian mau apa?”

“Semua yang dimau tiap lelaki pada seorang wanita!” Wajah-wajah itu menyeringai.

Gerombolan pria tak kenal itu mungkin berjumlah 3-4 orang yang bersiap menyingsingkan lengan baju dan menanggalkan ikat pinggang mereka. Iblis dalam selangkangan mereka akan keluar dari wadah manusianya. Proses pengganyangan kelamin akan dimulai dan semua itu ada di depan mata, gadis itu terpojok dengan terkoyak pakaian putih abu-abu. Teriakan itu tertelan hilang dalam gang sempit.

Tapi tiba-tiba saat batang kemaluan itu akan melakukan penetrasi, “Braakkk!!”

Gerombolan preman tanggung itu bertumbangan seperti diterjang angin puting beliung yang melanda mereka. Bertumbangan satu per satu bak layangan yang putus hubungan dari talinya.

Tak tahu apa yang menimpa mereka, yang diingatnya teriakan maling para warga sekitar membuat mereka mengurungkan niat bejat dan berlari tunggang langgang meninggalkan gadis yang ranum itu.

***

Pahlawan itu cuma pengecut yang beruntung.

Peristiwa pemerkosaan yang gagal itu jadi heboh di media massa dan viral di medsos, gadis itu jadi populer secara instan di mana-mana karena selamat atas kejadian biadab itu.

Dalam sesi wawancara dalam suatu talk show terkenal dipandu presenter botak berjas hitam berdasi merah, kronologis kejadian dijabarkan oleh sang gadis.

“Waktu itu bagaimana sebenarnya terjadi?”

“Tampak samar-samar karena mereka sudah merobek-robek bajuku. Mereka membekap mulutku. Menggeranyangi seluruh tubuhku.”

“Apakah mereka berhasil melakukan itu pada Anda?”

“Hampir berhasil dan saya pasrah saat itu tapi tiba-tiba mereka seperti dihantam truk dari belakang dan jatuh bergelimpangan dalam selokan.”

“Apa yang Anda lihat saat itu?”

“Semua tak jelas tapi yang kuingat sekelebatan itu ada sosok memakai tutup mata berupa kutang beha.”

“Itu saja yang kuingat. Pahlawan bertopeng beha itu yang menyelamatkan diriku!” (T)

Surabaya,  April 2017

Tags: Cerpen
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

“Tangkil” ke Pura Besakih – Ketika Bersama, Ketika Berbeda…

Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Ferry Fansuri

Ferry Fansuri

Lahir di Surabaya, 23 Maret 1980. Penulis, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya "Roman Picisan" (2000) termuat. Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails
Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co