9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu dipadati penonton. Di tengah suasana hening, para penari memasuki arena dengan langkah perlahan. Gerak tubuh mereka mengalun lembut, nyaris tanpa hentakan, seolah mengikuti irama yang hanya dapat didengar oleh mereka sendiri. Sesekali tatapan para penari menerobos ke kejauhan, menghadirkan kesan seolah sedang berada di dimensi yang berbeda.

Suasana itu menjadi pintu masuk menuju ‘Madedari’, tari kreasi garapan Putu Ayu Kartika Dewi yang tampil dalam Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 tersebut menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka di bidang seni pertunjukan.

Sebagaimana karya-karya lainnya, ‘Madedari’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu menjadi ruang bagi mahasiswa menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke bentuk artistik, sekaligus mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh. Di Program Studi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir memang dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan yang tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif dan keilmuan.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Di antara lima karya yang dipentaskan malam itu, ‘Madedari’ hadir dengan nuansa berbeda. Karya ini terinspirasi dari tradisi sakral Dedari di Desa Duda Utara, Karangasem. Dari fenomena tersebut, Putu Ayu Kartika Dewi membangun sebuah karya yang menelusuri perjalanan batin manusia dalam ruang spiritual, ruang yang mempertemukan kesadaran manusia dengan kekuatan yang diyakini hadir di luar diri. Melalui gerak yang lembut dan ekspresif, ‘Madedari’ merefleksikan nilai kesucian, keseimbangan, dan spiritualitas yang hidup dalam masyarakat Bali.

Dalam sinopsis karya dijelaskan bahwa ‘Madedari’ menghadirkan perjalanan batin para penari dalam ruang sakral ketika tubuh dan rasa perlahan larut dalam keadaan ngelanting manah. Dari gerak yang lembut, dedari seolah hadir menuntun tubuh yang mengalun di antara batas sadar dan trance.

Gagasan itu tidak lahir secara instan. Kartika Dewi mengaku ketertarikannya terhadap tradisi Dedari berawal dari rasa ingin tahu. Namun semakin jauh ia menggali, semakin banyak hal yang ditemukan di balik tradisi tersebut.

“Awalnya saya hanya tahu sekilas. Namun semakin saya mencari tahu, ternyata sejarah, fungsi sosial, dan proses pelaksanaannya sangat menarik dan kompleks. Hal itu memicu rasa ingin tahu saya untuk membedahnya lebih lengkap, sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal kita memiliki kualitas dan nilai seni yang tinggi, layak dijadikan karya dalam tugas akhir ini,” ujarnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

 

“Saya ingin tradisi ini tetap dikenal dan dihargai, sekaligus berkontribusi menjaga warisan budaya daerah,” kata Kartika Dewi.

Keinginan itu kemudian diterjemahkan ke dalam koreografi yang menempatkan tubuh sebagai medium utama untuk menghadirkan suasana spiritual. Tidak ada upaya menghadirkan tradisi Dedari secara harfiah. Sebaliknya, Kartika Dewi memilih menangkap esensi dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Gerak-gerak lembut, tatapan yang terkadang kosong, perubahan dinamika tubuh perlahan, hingga komposisi kelompok yang terus berubah menjadi cara untuk menggambarkan perjalanan manusia ketika memasuki ruang antara kesadaran dan ketidaksadaran.

Dalam beberapa bagian, penonton seolah diajak menyaksikan tubuh yang masih sepenuhnya berada dalam kendali diri. Namun perlahan suasana berubah. Musik yang digarap oleh Dega Pande membangun atmosfer yang semakin dalam, sementara gerak para penari bergerak menuju ruang yang lebih intuitif dan spiritual. Di titik itulah batas antara dunia fisik dan dunia batin terasa semakin tipis.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Meski pertunjukan yang tampil malam itu terlihat mengalir dengan baik, proses penciptaannya ternyata tidak selalu berjalan mudah. Kartika Dewi mengakui bahwa perjalanan menyelesaikan tugas akhir menjadi salah satu tantangan terbesar selama masa kuliahnya.

Menurutnya, berbagai kendala muncul sejak tahap awal pengerjaan. Mulai dari kesulitan mengembangkan konsep, keterbatasan materi pendukung, perubahan arah karya akibat masukan pembimbing, hingga berbagai persoalan teknis dalam penyusunan laporan. Belum lagi tantangan mengatur waktu dan menjaga kondisi mental di tengah berbagai tuntutan akademik yang harus diselesaikan secara bersamaan.

Menjelang pementasan, tantangan lain kembali muncul. Persiapan yang terbatas, kemungkinan kendala teknis saat hari pelaksanaan, tekanan ketika harus tampil di hadapan penguji dan penonton, hingga kebutuhan menjaga kekompakan tim menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

“Dari kendala-kendala itulah kita jadi belajar banyak dan semakin bangga ketika akhirnya bisa menyelesaikannya,” ungkapnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Keberhasilan menghadirkan ‘Madedari’ di atas panggung juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Dalam karya ini, Kartika Dewi didukung oleh Ni Luh Putu Diah Prasetya Dewi, Ni Luh Made Della Anjelita Dewi, Ni Koming Tia Antari, Ni Putu Ayu Febrianti, Gede Narayana Parawangsa, dan I Made Pasek Pramana. Tata rias dipercayakan kepada Sekarutama Makeup, kostum didukung SPK Art Collection, serta tata cahaya ditangani Widia Widnyana. Dukungan juga datang dari keluarga besar dan teman-teman, Dakshata Production, Sintyadewi Makeup, Sanggar Santi Lestari, Starcamera, dan Widia Lighting.

Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton memenuhi wantilan, rasa lega tampak menyelimuti Kartika Dewi. Berbulan-bulan berproses kreatif, latihan, revisi, dan berbagai tantangan akhirnya bermuara pada satu malam yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang tersebut.

“Rasanya seperti melepaskan beban berat yang sudah dipikul sekian lama. Ada rasa lega yang sangat dalam, bercampur dengan kebanggaan karena akhirnya berhasil menuntaskan tantangan terbesar selama masa kuliah,” pungkas Kartika Dewi.

Melalui ‘Madedari’, Putu Ayu Kartika Dewi tidak hanya menuntaskan tugas akhirnya sebagai mahasiswa. Ia juga menghadirkan tafsir artistik tentang kesucian yang hidup dalam tradisi. Di atas panggung Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan malam itu, tubuh-tubuh yang menari seolah menjadi jembatan antara dunia yang terlihat dan yang tak terlihat. Sebuah pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, masih ada ruang-ruang sunyi tempat manusia belajar memahami diri.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: seni tariUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Next Post

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co