23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
in Budaya
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak sore merapatkan kedua belah telapak tangannya di depan dada, dan ujung kedua ibu jari dipertemukan. Hujan yang mengguyur perlahan mereda, seakan memberikan alunan lembut menyentuh telinga yang datang sejak sore. Beberapa diantaranya masih ada yang menyapa para tamu hingga menyuguhkan hidangan selamat datang.

Lantunan geguritan itulah sebagai penanda dimulainya acara mengenang 10 tahun kepergian Ida Pedanda Gede Made Gunung bertempat di Pasraman Yogadhiparamaguhya Bali, Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, Minggu 17 Mei 2026 sore. Acara bertajuk “Patinget Lepas Ida Betara Lingga (Ida Pedanda Gede Made Gunung) itu dihadiri oleh keluarga besar pasraman, para sulinggih, pemangku, hingga masyarakat umum yang mengenakan busana adat bernuansa putih.

Ida bagus Made Purwita Suamen, Ketua Umum Yayasan Pasraman Yogadhiparamaguhya | Foto: tatkala.co/Budarsana

Petinget Lepas Ida Bhatara Lingga itu menjadi momentum memperkuat pelestarian sastra suci, lontar, dan nilai spiritual Hindu Bali bagi generasi muda. Acara tersebut dirangkai dengan bedah buku geguritan yang mengisahkan perjalanan spiritual Ida Pedanda Gede Made Gunung. Buku yang belum berisi judul itu, dibedah oleh Ida Pedanda Gde Putra Pidada, sulinggih dari Gria Pidada Klungkung yang juga akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Buku yang merupakan kumpulan geguritan karya Ida Pedanda Gede Made Gunung itu memuat 508 pupuh berisi ajaran agama, nilai kehidupan, hingga refleksi sosial spiritual masyarakat Bali. Sebelum buku geguritan itu dibedah secara tuntas, tiga orang Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar mengawali dengan manembangkan beberapa pupuh yang ada.

Mereka adalah Ni Wayan Miani, S.Pd. dan Ni Wayan Juliantini, S.Pd. yang bertugas sebagai panembang, lalu I Wayan Sumarka, S.Pd. yang bertugas sebagai pangartos. Bagian awal, Wayan Miani manembangkan pada (bait) 1 dengan menggunakan Pupuh Durma. Julianti kemudian manembangkan geguritan pada (bait) 223 menggunakan Pupuh Pangkur. Pada bagian penutup yang manembangkan pada (bait) 504 menggunakan Pupuh Maskumambang dan manembangkan pada (bait) 506 menggunakan Pupuh Ginanti.

Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung | Foto: tatkala.co/Budarsana

Setelah ditembangkan, geguritan karya Ida Pedanda Gede Made Gunung itu kemudian dibedah oleh Ida Pedanda Gde Putra Pidada, sulinggih dari Gria Pidada Klungkung yang juga akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kumpulan karya tersebut memuat sebanyak 508 pupuh berisi ajaran agama, nilai kehidupan, hingga refleksi sosial spiritual masyarakat Bali. Pada ksemeatn itu pula, buku geguritan yang belum ada judul itu, kemudian diberi judul Paparikan Dharma Yatra Ida Bhatara Sakti Wawu Rauh.

Ida Pedanda Gde Putra Pidada memaparkan, kumpulan geguritan tersebut sesungguhnya merupakan sebuah peparikan yang bersumber dari lontar Dwijendra Tatwa dan Paniti Gama Tirta Pawitra. Dari lontar kedua itu kemudian lahir pemikiran tentang Hindu Dresta Bali—ajaran yang tumbuh dari perjalanan sejarah dan kebudayaan Bali sendiri.

Setelah runtuhnya Majapahit, Ida Danghyang Dwijendra membawa ajaran spiritual ke Bali untuk dimurnikan dan dijadikan landasan kehidupan masyarakat Bali yang bernapaskan Hindu. Konsep itu kemudian melahirkan gagasan Padma Bhuwana, simbol keseimbangan dan kesatuan spiritual Bali, dengan Pura Besakih sebagai pusatnya. “Warisan spiritual ini tidak boleh dicampuri kepentingan kelompok, kebencian, atau agenda tertentu. Karena ini adalah pemersatu masyarakat Bali,” ucapnya.

Ida Pedanda Gde Putra Pidada membedah buku | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ida Pedanda Gde Putra Pidada menegaskan, inti ajaran Ida Bhatara Lingga Ida Pedanda Gede Made Gunung bukan sekadar ritual, melainkan menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Ancaman terbesar Bali hari ini adalah hilangnya keseimbangan akibat pembangunan yang tidak selaras dengan nilai spiritual dan kelestarian alam.

Dengan kesucian dan kemurnian spiritual, manusia diharapkan mampu menjaga bumi, tanah air, dan alam semesta. Konsep keseimbangan ini mencakup hubungan vertikal maupun horizontal—antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Semua itu menjadi bagian dari karakter khas Hindu Dresta Bali yang berbeda dengan tradisi Hindu di tempat lain, karena dibentuk oleh kondisi alam, budaya, dan kehidupan Bali sendiri. “Agama itu ibarat air. Ditempatkan di gelas berbeda akan tampak berbeda, tetapi esensinya tetap sama,” ujar Ida Pedanda Gde Pidada.

Ketua Umum Yayasan Pasraman Yogadhiparamaguhya Bali, Ida Bagus Made Purwita Suamem SS MSi, mengatakan peringatan tersebut bukan sekadar mengenang sosok sulinggih, melainkan juga menjaga kesinambungan ajaran spiritual dan budaya Bali. “Peringatan ini menjadi bentuk bhakti dan rasa tresna kepada Ida Bhatara Lingga sekaligus upaya menanamkan nilai spiritual kepada generasi penerus melalui karya sastra dan geguritan,” sebutnya.

Geguritan karya Ida Pedanda Gede Made Gunung mencapai sekitar 508 bait. Selain bernilai sastra, karya tersebut memuat ajaran spiritual dan filosofi Hindu yang dapat menjadi pedoman kehidupan umat. Warisan pemikiran dan karya beliau kini diteruskan putranya, Ida Bagus Made Purwita Suamem, yang aktif merawat ratusan koleksi lontar di Gria Purnawati, Desa Blahbatuh. Selain bertugas sebagai ASN di Dinas Kebudayaan Bali, Purwita juga terlibat dalam pelestarian bahasa, sastra, dan konservasi naskah kuno bersama pemerintah.

Semasa walaka, Ida Pedanda Gede Made Gunung bernama Ida Bagus Gede Suamem. Beliau lahir di Gianyar pada 31 Desember 1952 dan wafat pada 18 Mei 2016. Sebelum menjadi sulinggih, ia sempat mengabdi sebagai petugas PLKB Gianyar sejak 1972. Sosoknya dikenal luas di Bali lewat dharma wacana yang disampaikan dengan pendekatan humor, sehingga ajaran agama terasa dekat dan mudah diterima masyarakat lintas kalangan.

Penyuluh Bahasa Bali di Gianyar tembangkan gehuritan karaya Ida Pedanda Made Gunung | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pelestarian lontar dan sastra keagamaan dinilai menjadi bagian penting menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Melalui Petinget Lepas ini, keluarga besar dan pasraman berharap ajaran serta keteladanan Ida Pedanda Gede Made Gunung tetap hidup dan menjadi sumber pembelajaran lintas generasi. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukugeguritansastra balisastra bali klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

Next Post

Mengapa Agama Kita Mengabarkan Lebih Banyak Berita Buruk?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Mengapa Agama Kita Mengabarkan Lebih Banyak Berita Buruk?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co