24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BALI JADI MESIN

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 21, 2025
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 21 Oktober 2025

“Bali adalah mesin…”.

Ungkapan penting ini mengemuka secara tidak langsung dalam forum Balinomics di Denpasar, Bali, Sabtu, 17 Oktober 2025. Dimuat oleh Antaranews dengan mengutip apa yang disampaikan perwakilan Bank Indonesia di Bali.

Menjadi kenyataan pahit jika Bali di mata investor dan pemerintah pusat hanya dilihat sebatas mesin pelipat ganda uang. Tanpa pertimbangan serius-mendalam terhadap dampak religi, sosio-kultural dan ekologinya.

Celakanya, orang Bali umumnya terlena dengan pujian. Padalah, di balik pujian yang berlimpah, terselip agenda menjual Bali dan memperalat Bali dan warganya. Jadi alat. Jadi mesin. Artinya: Bisa mogok, bisa mengeluarkan polusi dan kerusakan lingkungan, dan ingat, setiap mesin tunduk pada tuan/pemiliknya.

Bali adalah mesin? Mesin apa?

Situasi liar investasi di Bali mencerminkan Pulau Bali telah dijadikan pabrik yang digerakkan oleh “mesin kapitalisme”.

Apa daya rusak “mesin kapitalisme” pariwisata?

BALI DIKUASAI PARA PEMODAL

Sekitar 90% lahan strategis di di daerah wisata terbaik di Bali telah dikuasai oleh pemodal besar dan investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Penduduk lokal sering kali terpinggirkan di tanah sendiri, kehilangan akses terhadap jalan, pantai, dan sumber daya mereka, dan diposisikan menjadi “jongos pariwisata”. Direkrut sebatas menjadi penjaga dan atau buruh penggarap di tanah sendiri.

ORIENTASI KEUNTUNGAN, BUKAN ALAM-BUDAYA

Promosi Bali mengutamakan jumlah wisatawan yang sebesar-besarnya, tanpa pertimbangan daya dukung alam dan keselarasan nilai agama, budaya, dan kelestarian alam. Ini menuju arah chaos.

Bali dijadikan arena perang harga properti dan akomodasi wisata, harga ditekan, kualitas merosot terus, alam digencet, kualitas lenyap, Bali pun berujung jadi “pulau murahan”.

PEMERKOSAAN ALAM

Pembangunan infrastruktur pariwisata telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan gesekan sosial.

Contoh kasus yang belakangan terkuak: Pulau Kura-Kura, GWK, Nuanu, PARQ UBUD, kawasan villa-resort-restorant yang makan sempadan sungai dan laut, dll.

Penyusutan pertanian (sawah dan subak) tak terbendung, krisis air bersih terjadi, dan masalah sampah menjadi “bencana plastik”. Banjir melanda.

GAP SOSIAL SI KAYA VS SI MISKIN

Mesin kapitalisme pariwisata memperlebar jurang antara para pengusaha-investor besar dengan masyarakat lokal.

Kelompok elit yang berjumlah kecil ini akan mendapat kue terbesar. Mayoritas orang Bali hanya mendapatkan remah-remah kue. Dan malangnya, mendapat porsi remah kue tapi bertanggungjawab bersih-bersih gunung tumpukan dan sungai sampah.

DESA ADAT DIKALAHKAN PEMODAL

Bermunculan kasus: Aktivitas komersial menggangu upacara agama. Pemodal merusak alam dan mendirikan bangunan/fasilitas berat merusak lingkungan, prajuru dan krama adat tidak mampu membendung. Pejabat mengaku kaget.

Di banyak tempat pemodal menghalalkan jalan dengan menyuap pejabat dan pemimpin adat. Bahkan mengadu domba pemucuk desa adat demi mengamankan aset.

HINDU BALI DIJADIKAN JUALAN

Seni budaya yang lahir dari rahim tradisi Hindu Bali terang-terangan dijual kepada wisatawan. Nilai-nilai agama dijadikan komoditas dan dieksploitasi.

Contoh: Pulau buatan hasil merusak terumbu karang, pengusuran ruang nelayan, penutupan akses religi lokal, secara memalukan didukung pemerintah pusat, dipromosikan sebagai destinasi berbasis “Tri Hita Karana”, bahkan diklaim sebagai tempat ‘melukat’.

Dampak busuk “mesin kapitalisme pariwisata” di Bali dapat disimpulkan sbb:

1> Perubahan mindset Bali: Nilai-nilai budaya Bali dikalahkan oleh logika ekonomi dan komersial. Nilai-nilai budaya Bali semata-mata dihargai sebagai “barang dagangan”.

2> Kerusakan alam terkendali: Kerusakan tebing, konversi sawah dan lahan hijau, kerusakan sempadan serta pesisir, sumber mata air, baik danau dan hulu sungai, sudah menjadi bola api liar yang melenyapkan ide awal pengambangan pariwisata budaya yang keberlanjutan. Bali terjun bebas ke lembah kegelapan.

3> Kedaulatan masyarakat Bali hilang: Warga dan desa pakraman telah kehilangan kendali atas wilayahnya sendiri. Di banyak lokasi paling indah dan terstrategis di Bali, orang Bali telah menjadi “tamu” di tanah leluhur sendiri. Ini telah meluas sampai ke pelosok Bali. Tidak terbendung.

Ungkapan “Bali adalah mesin…” adalah alarm yang telah lama bergaung membangunkan masyarakat Bali. Tapi karena pejabat dan politisinya sibuk kongkalikong dan menjadi maklar, masyarakat Bali dinina-bobokkan seakan-akan Bali masih baik-baik saja.

Alih-alih Bali dikelola sebagai sebuah warisan leluhur yang memiliki nilai budaya dan kesucian, Bali telah dijadikan mesin pencuci uang, mesin pelipat ganda keuntungan, buta-bongol bergerak melabrak dan merusak alam sekitarnya, serta mencelakai dan memecah-belah krama Bali sendiri. [T]

Tags: baliHindu Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transformasi Jejaring Jalan Bali dari Kosmologi menjadi Koridor Kapital

Next Post

Dunia Terasa Lamban Setelah Jalan Kaki di Denpasar dan Menonton Teatrikalisasi Puisi “Nyawa, Tinggallah Sejenak Lebih Lama” di ETC Book Forum

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Dunia Terasa Lamban Setelah Jalan Kaki di Denpasar dan Menonton Teatrikalisasi Puisi “Nyawa, Tinggallah Sejenak Lebih Lama” di ETC Book Forum

Dunia Terasa Lamban Setelah Jalan Kaki di Denpasar dan Menonton Teatrikalisasi Puisi “Nyawa, Tinggallah Sejenak Lebih Lama” di ETC Book Forum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co