Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah sebuah sistem yang tidak pernah didesain lewat bahasa mesin untuk memahami sastra. Sistem ini tidak tahu apa itu ritme kalimat. Ia tidak bisa membedakan antara metafora yang banal dan metafora yang membuka cara baru untuk … Continue reading Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca