Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh
PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan, bahwa selama bertahun-tahun, sastra Indonesia terpaksa mengemban beban yang bukan sepenuhnya miliknya. Judul itu menyimpan pertanyaan yang relevan untuk hari ini: ketika jurnalisme akhirnya bebas berbicara, apa yang terjadi pada sastra? Apakah ia kembali menjadi … Continue reading Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed