“Tribute to Umbu”: Hikayat Puisi, Hikayat Umbu Landu Paranggi

SETELAH lampu padam, seorang perempuan muncul dari sayap panggung. Suara tambur terdengar. Perempuan muda itu mulai melantunkan sebuah tembang—atau kidung—Bali yang magis. Gemerincing lonceng berbunyi di sela-sela jeda napasnya. Selesai menampilkan suaranya, perempuan itu duduk di bale bambu panjang yang di samping kanan-kirinya beberapa orang juga duduk di sana membelakangi penonton. Panggung kembali gelap. Lalu, … Continue reading “Tribute to Umbu”: Hikayat Puisi, Hikayat Umbu Landu Paranggi