SERING saya alami, sebagai seorang jurnalis, saat melakukan wawancara dengan narasumber—terutama wawancara tertutup— dialog berlangsung secara santai, apalagi ketika menulis profil narasumber dimana mereka banyak berbicara tentang diri mereka. Cair dan penuh keakraban. Saya melihat narasumber air muka mereka berubah; menjadi lebih cerah, terlebih lagi saat menceritakan sesuatu yang lucu—tawa berderai di antara kami yang … Continue reading Jurnalis Sebagai Terapis
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed