Merawat Ingatan, Merayakan Warisan: Catatan Gong Mebarung Desa Menyali dan Jagaraga

TABUH Bratayuda dimainkan. Penonton bersorak. Lapangan kecil itu bergemuruh. Suara gong dan ramai penonton membaur dalam suasana yang sulit dijelaskan. Mendung yang mendaulat langit Menyali sejak sore hari, bergeming dan seolah tak “berani” meneteskan airnya meski barang sebutir—atau mungkin merasa cukup setelah membuat kuyup Menyali pada siang hari sebelum perayaan dimulai. Dan di luar dugaan, … Continue reading Merawat Ingatan, Merayakan Warisan: Catatan Gong Mebarung Desa Menyali dan Jagaraga