Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan akhirnya, tetap meninggalkan rasa bahwa kita belum sempat mengatakan semua yang ingin dikatakan. Sejak Budhi dirawat di rumah sakit, kami sering berkomunikasi lewat WhatsApp. Berkali-kali aku berkata kepadanya, “Bud, aku akan menjengukmu kalau kamu sudah … Continue reading Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana